Elohim Ministry youth HARAPAN DALAM KEMULIAAN ALLAH

HARAPAN DALAM KEMULIAAN ALLAH



Renungan Harian Youth, Rabu 26 Juli 2023

Kolose 1:27, Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!

Rasul Paulus membiarkan dirinya dipimpin oleh Tuhan. Ia tidak hanya merasakan akan pimpinan dari Tuhan, melainkan Ia juga dapat mengakui dan merasakan, betapa Tuhan selalu menguatkannya dan memberikan tenaga yang besar pada dirinya, sehingga Ia dapat bertahan dalam segala penderitaan, tekanan, bahkan ketika Ia merasa ada duri dalam dagingnya Ia dapat mengatakan, ”Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.

Dengan apa yang dialaminya ini, Rasul Paulus tidak hanya semakin dapat mengandalkan diri kepada Tuhan, tetapi Ia pun dapat menumbuhkan dan menguatkan sidang-sidang jemaat di dalam kepercayaan dan di dalam pengharapan akan pertolongan Tuhan. Meski demikian Ia tidak ingin bermegah diri, tetapi ia justru mencoba untuk senantiasa memberitakan dan mengingatkan agar setiap sidang jemaat dapat mencontoh Tuhan Yesus, yang juga menjadi teladan bagi dirinya.

Anugerah Tuhan memang diberikan dengan cuma-cuma, tetapi respons terhadap anugerah itu akan menentukan apakah anugerah itu akan dijalani dengan kelimpahan berkat dan penyertaan Tuhan atau tidak.

Apa artinya Kristus tinggal di dalam kita? Itu adalah suatu rahasia, kata Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose. Rahasia itu telah “tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan,” (Kol. 1:26) tetapi sekarang dinyatakan Allah kepada umat-Nya. Kepada mereka, Allah memberitahukan “betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!”

Rekan-rekan youth, Amanat Agung tidak hanya berisi perintah, tetapi juga janji penyertaan. Mengapa Tuhan Yesus perlu menyertai kita? Tentu saja karena kita membutuhkan penyertaan-Nya. 

Penyertaan Tuhan kepada umat Allah

Allah kita adalah pemegang janji yang setia yang tidak pernah melupakan perjanjian-Nya dengan umat-Nya.  Kita dapat merenungkan berbagai-bagai pengalaman yang dialami oleh bangsa Israel yang telah dibuang dan kemudian dibawa pulang oleh Allah sendiri.  Hal ini dapat kita saksikan di dalam kitab Zakharia.  Bagaimana kemuliaan-Nya dinyatakan dan harapan umat Allah diteguhkan oleh setiap janji Allah.

Sesudah berjanji bahwa Dia akan membawa mereka pulang, diam di tengah-tengah mereka (Zak. 8:7-8), dan memulihkan mereka (Zak. 8:12-13), Tuhan berjanji bahwa bangsa-bangsa lain akan datang mencari mereka. Mengapa? “Sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!” (ay. 23). Jadi, mengapa bangsa-bangsa mencari umat Tuhan? Karena di dalam diri umat Tuhan-lah mereka melihat Tuhan yang benar dan penuh kasih, yang tetap menyertai umat-Nya meski mereka telah berdosa terhadap-Nya.

Tuhan tidak hanya membuat mereka kembali ke daerah mereka dan membuat mereka memiliki kembali Bait Suci, tetapi Tuhan juga membuat hati mereka kembali kepada Tuhan.

Jadi, kembali ke Amanat Agung. mengapa Tuhan Yesus menyertai kita melaksanakan Amanat-Nya, selain karena kita membutuhkan-Nya? Supaya orang lain pun dapat melihat Tuhan Yesus di dalam kita! Hal ini pula yang dikatakan Paulus di dalam Kolose 1:27. Kita tidak hanya sekedar dipanggil untuk berkata-kata layaknya radio, tetapi juga menunjukkan Kristus sendiri yang selalu beserta dengan kita.

Tuhan menyertai umat-Nya dengan kesetiaan yang begitu besar.

Apakah kita sudah menyadari hal ini dengan sedalam-dalamnya? Berapa banyak kita sudah mengecewakan Tuhan? Berapa besar dosa kita kepada Tuhan? Berapa besar kecemaran kita sehingga nama Tuhan dipermalukan? Tetapi, walaupun Tuhan akan menghukum setiap pelanggaran, Dia tidak akan pernah menghilangkan kasih karunia-Nya kepada kita, bukan karena kita layak, melainkan hanya karena kesetiaan Tuhan Yesus yang menjalani hidup yang sempurna, dan yang rela mati dipaku di kayu salib untuk menebus dosa kita. Biarlah kita ingat terus bahwa seharusnya kita dibinasakan oleh Tuhan. Jika kita yang seharusnya dimurkai sekarang dikasihi dengan kasih yang begitu besar, tentu kita tidak akan mungkin lagi terus dingin dan tidak peduli kepada Dia. Kita akan menjadi orang-orang yang begitu bersyukur dan mengasihi Tuhan yang telah memberikan cinta kasih dengan limpahnya.

Bagaimana kita berespons terhadap kesulitan hidup? Jika kita melaluinya dengan bersungut-sungut, bagaimana orang bisa merasakan bahwa kita disertai Tuhan? Sebaliknya, ketika kita dapat tetap bersukacita dalam tiap keadaan, orang dapat melihat Tuhan menyertai kita.

Tuhan akan menuntun kita semua satu demi satu dengan pimpinan Roh-Nya yang Kudus. Bimbingan Tuhan inilah yang akan membuat seseorang bukan hanya mendapatkan anugerah keselamatan, tetapi juga mendapatkan anugerah hidup yang benar dan mempermuliakan nama Tuhan.

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

RM – NDK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *