Renungan Harian Anak, Senin 13 September 2026
Syalom adik-adik Elohim Kids … Pernahkah kamu mendapatkan nilai yang bagus, menang dalam perlombaan, berhasil membuat sesuatu, atau dipuji karena kemampuanmu? Rasanya tentu menyenangkan! Kita boleh bersyukur dan senang ketika berhasil. Tuhan memang memberikan setiap anak kemampuan yang berbeda-beda. Tetapi ada satu hal yang harus kita ingat: kemampuan yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Karena itu, kita tidak boleh menjadi sombong atau merasa diri paling hebat. Kita dapat menjadi anak yang pintar, berbakat, dan berprestasi, tetapi tetap rendah hati, mau menghargai orang lain, dan bersyukur kepada Tuhan.
Menjadi berhasil itu baik, tetapi menyombongkan diri dan merendahkan orang lain itu tidak baik. Kita dapat berkata, “Aku bersyukur kepada Tuhan karena aku bisa melakukannya,” lalu tetap membantu dan menghargai teman.
Hari ini kita belajar dari kisah Menara Babel dalam Kejadian 11:1-9.
Alkitab menceritakan manusia pada waktu itu tinggal bersama dan menggunakan satu bahasa. Karena dapat saling mengerti, mereka mampu bekerja sama membangun sebuah kota dan menara. Sebenarnya, bekerja sama dan menggunakan kemampuan untuk membangun sesuatu bukanlah kesalahan. Masalahnya adalah hati mereka. Mereka ingin membuat nama bagi diri mereka sendiri dan meninggikan diri. Mereka ingin menunjukkan kebesaran mereka tanpa mengingat Tuhan. Tuhan melihat kesombongan mereka. Kemudian Tuhan mengacaukan bahasa mereka sehingga mereka tidak dapat lagi saling memahami. Akibatnya, pekerjaan mereka terhenti dan mereka tersebar ke berbagai tempat. Kota itu disebut Babel.

Dari kisah ini kita belajar bahwa Tuhan tidak melarang kita menjadi pintar, berhasil, atau memiliki kemampuan yang hebat. Tuhan justru memberikan berbagai kemampuan supaya kita dapat menggunakannya untuk melakukan kebaikan. Kalau kamu pintar dalam pelajaran, jangan mengejek teman yang masih kesulitan. Kalau kamu pandai bermain olahraga, jangan merendahkan teman yang belum pandai. Kalau kamu pandai bernyanyi atau menggambar, gunakan kemampuan itu untuk membantu dan memberkati orang lain. Kalau kamu memiliki banyak mainan, kamu dapat mengajak teman bermain bersama.
Rendah hati bukan berarti kita harus menyembunyikan kemampuan kita. Rendah hati berarti kita tidak memakai kelebihan kita untuk menyombongkan diri atau merendahkan orang lain.
Kita juga perlu belajar menghargai orang lain. Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Mungkin temanmu tidak pandai berhitung, tetapi ia pandai menggambar. Mungkin kamu pandai bernyanyi, tetapi temanmu pandai membantu orang lain. Tidak ada alasan untuk merasa lebih tinggi. Karena itu, ketika berhasil, katakan dalam hati, “Terima kasih Tuhan untuk kemampuan yang Engkau berikan.” Ketika orang lain berhasil, kita juga dapat berkata, “Aku ikut senang untukmu!”
Kesimpulan Renungan
Kisah Menara Babel mengajarkan kita bahwa kesombongan tidak menyenangkan hati Tuhan. Kita boleh menjadi anak yang pintar, berbakat, berprestasi, dan memiliki banyak kemampuan, tetapi semuanya harus digunakan dengan benar. Ingatlah bahwa kemampuan kita adalah pemberian Tuhan. Jadi, jadilah hebat dengan tetap rendah hati, menghargai orang lain, dan memuliakan Tuhan.
Kita boleh menjadi hebat, tetapi jangan sampai kehebatan membuat kita merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Ayat Hafalan
1 Petrus 5:5b, “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Komitmenku Hari Ini
“Aku mau menjadi anak yang hebat, tetapi tetap rendah hati. Aku akan bersyukur kepada Tuhan atas kemampuanku, tidak merendahkan orang lain, dan memakai kelebihanku untuk menolong serta berbuat baik.”
Doa Penutup
Tuhan Yesus, terima kasih untuk semua kemampuan yang Tuhan berikan kepadaku. Ampunilah aku jika terkadang aku menyombongkan diri atau merasa lebih hebat daripada orang lain. Ajarlah aku menjadi anak yang rendah hati, mau menghargai teman, suka menolong, dan tidak merendahkan siapa pun. Tolong aku menggunakan kemampuanku untuk melakukan kebaikan dan memuliakan nama Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Hikmat Hari Ini
“Aku boleh hebat karena Tuhan memberiku kemampuan, tetapi aku memilih tetap rendah hati dan menghargai orang lain.”
Tuhan Yesus Memberkati
ElKids130926 – SP
JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>