Elohim Ministry youth Hidup Menurut Perintah Roh

Hidup Menurut Perintah Roh



Renungan Harian Youth, Rabu, 28 Januari 2026

Roma 8:1, Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Syalom rekan-rekan Youth semunya, semoga rekan-rekan semua dalam keadan sehat dan semangat memasuki hari yang baru ini …

Rasul Paulus memberitakan kepada jemaat yang ada di Roma, bahwa mereka harus hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Karena hanya Roh Kudus yang dapat melepaskan kita dari keinginan daging yang mematikan. “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut” (Roma 8:2). Bila kita mengandalkan kekuatan dan kemampuan kita sendiri, mustahil kita bisa hidup dalam kebenaran secara konsisten.

Makna dari Roma 8:1

Frasa “tidak ada penghukuman” dalam Roma 8:1 merujuk pada tindakan penghakiman Allah, di mana Ia menyatakan orang percaya tidak bersalah karena iman mereka kepada pengorbanan Kristus. Namun, pernyataan kebenaran ini bukanlah izin untuk terus berbuat dosa. Hal ini menekankan kuasa transformatif dari pengorbanan Kristus, yang memungkinkan kita untuk hidup menurut Roh, bukan menurut daging.

Rekan-rekan youth, Paulus secara eksplisit mengatakan bahwa kebebasan dari penghukuman ini adalah bagi mereka yang “hidup [dan] berjalan bukan menurut perintah daging, tetapi menurut perintah Roh.”  Rasul Paulus mendeskripsikannya sebagai pergumulan antara manusia lama dan manusia baru kita.  

Sebelum kebangkitan Yesus, orang Ibrani mengontrol manusia lama ini dengan mengikuti hukum yang Tuhan berikan pada Musa. Hukum-hukum ini diberikan untuk membantu umat mendekat pada Allah. Namun hukum-hukum tersebut tidak membenahi kodrat manusia—melainkan menyingkapkan ketidaksempurnaan manusia.

Hukum memisahkan dari Allah dengan mengungkapkan seberapa jauhnya kodrat manusia dari Allah. Namun ini semua berubah saat Yesus datang.  Kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya memenuhi aturan yang Tuhan tetapkan dalam hukum-Nya. Pengorbanan-Nya memberi kita akses kepada kodrat baru yang diciptakan dari karakter Allah, bukan berdasarkan ketidaksempurnaan kita.  Kodrat ini tersedia bagi kita melalui Yesus, oleh karena Yesus. Dan ketika kita menerima kodrat baru tersebut, inilah yang terjadi…

  • Saat Tuhan melihat kita, Ia melihat Yesus di dalam kita. Ini memampukan kita mengejar Allah dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan kita tanpa takut kehilangan penerimaan atau kasih-Nya. 
  • Yesus memberi kita kekuatan untuk melawan manusia lama kita dan menang. Kini kita dapat mengalahkan kecenderungan kita untuk membuat pilihan yang kita sesali dengan meminta Roh Kudus membantu kita membuat keputusan yang menghormati dan mencerminkan Yesus.
  • Karena Yesus, kita tidak lagi dihukum. Meskipun kita masih akan bergumul antara apa yang benar dan salah, kita tidak lagi menjadi hamba dosa, ataupun dihukum terpisah dari Allah selamanya.

“Karena itu, saudara-saudara, kita mempunyai kewajiban,” kata Paulus (ayat 12). Kewajiban itu bukanlah untuk hidup menurut daging, sebab jika kita hidup menurut daging, kita akan mati (ayat 13). Paulus tidak secara langsung mengatakan apa kewajiban kita, tetapi kontras yang ia buat menyiratkan bahwa kita berkewajiban untuk hidup menurut Roh Allah. Tidak ada hukuman akhir untuk kegagalan, kata Paulus dalam ayat 1, tetapi kewajiban itu tetap ada: “jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan jahat tubuh, kamu akan hidup” (ayat 13). Kita dipanggil untuk melayani Roh, bukan daging. Kita diperintahkan untuk melayani Allah, bukan diri sendiri. Kita diperintahkan untuk melawan dosa, untuk mematikan perbuatan-perbuatan jahat

Manusia lama terkutuk; manusia baru tidak. Karena itu, kita ingin menghabiskan sebagian besar hidup kita dalam pribadi yang baru. Apa pun yang kita lakukan menurut daging yang berdosa akan binasa, tetapi apa pun yang kita lakukan dalam ketaatan kepada Allah akan bernilai kekal. Semakin kita menolak dosa dan semakin kita taat kepada Allah, semakin kita benar-benar hidup. “Sebab barangsiapa dipimpin oleh Roh Allah, dialah anak-anak Allah” (ayat 14). Jika kita berada di dalam Kristus, kita dibimbing oleh Roh ke dalam kehidupan yang menyenangkan Allah. Ketaatan kita dipimpin oleh Roh; kita tidak dapat mengambil pujian untuk itu. Paulus mengatakan bahwa hidup yang dimilikinya sekarang adalah Kristus di dalam dirinya ( Galatia 2:20 ); Paulus tidak dapat mengambil pujian atas pekerjaan yang Kristus lakukan di dalam dirinya ( Roma 15:18 ).

Ketika hidup kita ditempatkan di dalam Kristus, maka kita turut serta dalam hidup-Nya, baik yang baik maupun yang buruk. Kita turut serta dalam penderitaan-Nya, dalam kematian-Nya, dalam kebenaran-Nya, dan dalam kebangkitan-Nya. Sebagai anak-anak Allah, kita adalah ahli waris bersama Kristus, turut serta dalam siapa Dia dan apa yang telah Dia lakukan. Kita dipersatukan dengan Dia—selamanya dalam kemuliaan!

Hikmat Hari Ini

Hidup menurut daging membawa kehancuran, tetapi hidup dipimpin oleh Roh Kudus membawa kebebasan, kemenangan, dan hidup yang berkenan kepada Allah.

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

RM – NDK

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *