Elohim Ministry umum Berjalan dalam Ketaatan

Berjalan dalam Ketaatan



Renungan harian Rabu, 28 Januari 2026

Ayat Pokok : Lukas 22:42, “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

Syalom . . . Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.

Ketika kita mendengar kata “taat”, hal apa yang muncul dipikiran kita? Suatu gambaran “positif” atau “negatif”? Kemudian jika ditanyakan kepada kita, apakah anda menyukai “ketaatan”? Silahkan bapak, ibu dan saudara sekalian jawab dalam hati saudara. Pada kenyataannya, ada orang yang tidak suka dengan kata “taat”, mengapa??? karena orang tersebut merasa kebebasannya dibatasi. Jika kita mengingat kembali masa lalu kita disaat dimana kita bertumbuh dari anak-anak, remaja dan pemuda, betapa sulitnya kita untuk menjadi taat. Dan anak-anak pada masa sekarangpun pada umumnya tidak suka mentaati perintah orang tuanya. Apakah reaksi mereka ketika orang tua meminta mereka untuk belajar dahulu baru kemudian boleh bermain? Atau mengurangi jam bermain gadget selama seminggu karena sedang menghadapi ujian semester. Apakah mereka taat atau tidak??? Inilah kecenderungan manusia sejak kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa, cenderung mengikuti keinginan sendiri yang cenderung memuaskan daging.

Kata “taat” dalam bahasa Ibrani berakar pada kata “shama” (שָׁמַע), yang berarti mendengar, memperhatikan, mengerti, dan menanggapi dengan patuh”. Ini adalah ketaatan yang lahir dari hati yang sungguh-sungguh mendengarkan kehendak Allah, bukan sekadar ketaatan eksternal, yang mencakup tindakan mendengar, menyimpan, merenungkan, dan siap melaksanakan. Jika demikian maka ketaatan adalah sebuah rangkaian proses yang dimulai dengan perenungan untuk mengerti dan memahami, kemudian sebuah pilihan untuk tunduk dan mau, dilanjutkan dengan tindakan dalam kepatuhan atas dasar kasih kepada TUHAN. Jika kita “taat” karena takut [takut dihukum, takut tidak siap dengan konsekuensi yang akan kita terima, dan takut-takut yang lain], maka kita akan capek dan lelah, sehingga pada akhirnya kita memilih menyerah dan kalah dalam pergumulan ketaatan kita.

Banyak hal dalam kehidupan kita dapat merupakan ujian terhadap ketaatan kita (silahkan bapak, ibu dan saudara sekalian cek dan renungkan], dan salah satunya adalah saat kita berada di situasi dan kondisi yang sulit. Apakah kita masih memilih untuk taat??? Pilihan untuk tetap berintegritas di tempat kerja kita, di sekolah, walaupun banyak orang disekitar kita yang korup atau tidak jujur apakah kita tetap memilih kejujuran karena itu perintah TUHAN bagi kita atau kita ikut arus lingkungan kita. Alkitab mencatat teladan agung kita, TUHAN Yesus, di situasi dan kondisi yang sangat sulit sekalipun, bahkan situasi mengancam nyawa-NYA, DIA tetap Taat.

Salah satu ujian ketaatan yang sejati adalah ketika situasi yang sulit dan tidak menentu terjadi dalam hidup kita, atau sesuatu yang bertentangan dengan keinginan pribadi kita. Kemampuan untuk menyatakan bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik meskipun belum dapat dipahami adalah awal yang baik untuk kemudian kita dapat berjalan dalam ketaatan  kepada kehendak-NYA. Ketaatan adalah keputusan bulat dengan kesadaran penuh untuk berjalan bersama Tuhan, bahkan saat jalannya tidak terlihat rata dengan keyakinan bahwa Tuhan menyediakan yang terbaik.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, kita perlu kasih dan anugerah TUHAN untuk bisa hidup berjalan dalam ketaatan. Marilah kita terus berdoa dan membangun hubungan yang intim dengan TUHAN, sehingga kita dimampukan untuk hidup dalam ketaatan dan pada akhirnya sampai kepada titik dimana TUHAN menyatakan yang terbaik yang DIA sediakan bagi kita.

Filipi 2:12-13 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,  karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”

Berjalan dalam ketaatan bukanlah perkara yang mudah, karena sering kali kehendak Tuhan berbeda dengan keinginan kita. Namun melalui teladan Tuhan Yesus yang taat sampai mati di kayu salib, kita belajar bahwa ketaatan sejati lahir dari kasih dan kepercayaan penuh kepada Bapa. Ketaatan bukan tentang kehilangan kebebasan, melainkan tentang menyerahkan hidup kepada Tuhan yang mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Ketika kita memilih taat, bahkan di tengah situasi sulit dan tidak pasti, kita sedang berjalan dalam rencana Allah yang membawa kehidupan, pertumbuhan iman, dan berkat yang kekal.

💭 Refleksi Renungan

Kita sering kali lebih mudah berkata “ya” kepada kehendak Tuhan saat semuanya berjalan baik. Namun ketika keadaan menjadi sulit, tidak adil, atau bertentangan dengan keinginan pribadi kita, ketaatan menjadi pergumulan yang nyata. Kita perlu belajar seperti Yesus, yang dengan jujur menyatakan pergumulan-Nya, tetapi tetap memilih kehendak Bapa. Ketaatan menuntut kita untuk mendengar dengan sungguh, memahami kehendak Tuhan, lalu melangkah dengan iman, bukan karena takut, tetapi karena percaya bahwa Tuhan bekerja di dalam kita dan menyediakan yang terbaik bagi hidup kita.

🌿 Hikmat Hari Ini

Ketaatan yang sejati bukan lahir dari rasa takut, tetapi dari hati yang percaya bahwa kehendak Tuhan selalu lebih baik daripada kehendak kita sendiri.

Amin. Tuhan Yesus Memberkati.

DS

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *