
Apakah Intimacy itu?
Intimacy mempunyai arti: 1.Kekariban, kerukunan, keintiman; 2.Hubungan seksual.
Dalam kamus Webster “Intimacy” diartikan sebagai Close familiarity or fellowship; nearness in friendship, yaitu keakraban yang dekat atau persahabatan; kedekatan dalam persahabatan.
Pagi ini kita akan merenungkan mengenai Intimacy with God, yaitu suatu hubungan yang akrab/dekat dengan Tuhan. Sejak semula Tuhan menghendaki adanya hubungan yang dekat dengan manusia sebagai ciptaan-Nya. Sampai saat inipun Tuhan merindukan ada hubungan yang dekat antara kita dengan Tuhan
Hari ini kita mau belajar dari seorang tokoh Alkitab yang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan: DAUD. Alkitab mencatat bagaimana kehidupan Daud dengan Tuhan:
-Berkenan dihati Tuhan – Kis 13:22
-Dipenuhi Roh Tuhan – I Sam 16:13
-Berani membela nama Tuhan – I Sam 17:45-47
-Selalu berseru pada Allah sekalipun dalam masalah – Maz 57
-Takut akan Tuhan – I Sam 24:6-8
-Selalu bertanya kepada Tuhan untuk menghadapi sesuatu – II Sam 5:19
-Hidup dalam pujian dan penyembahan – II Sam 6:15-17
-Berani mengakui dosa dan membereskannya – Maz 51
-Memiliki Kasih (Sabar menghadapi musuh-musuhnya)
Daud memiliki kedekatan dengan Tuhan, keintiman dengan Tuhan sehingga Tuhan sangat mengasihinya.
Ada 2 hal yang perlu kita pahami dalam membangun kedekatan dengan Tuhan:
Dosa menjadi pemisah kita dengan Allah (Yesaya 59:2)
Dosa merintangi hubungan kita dengan Tuhan, sehingga Tuhan tidak mendengar. Kita harus segera membereskan bila ada dosa. Dosa seperti apapun, baik besar atau kecil harus segera dibereskan. Singkirkan segera dosa-dosa yang menghalangi kita dengan Tuhan, sehingga kita tetap terhubung sepenuhnya dengan Tuhan dana pa yang kita doakan pasti didengar dan dijawab Tuhan.
Darah Yesus telah membuat kita dekat dengan Tuhan (Efesus 2:13)
Sesungguhnya kekristenan adalah sebuah hubungan yang karib antara Allah dengan umatNya. Namun hubungan yang karib itu terputus oleh karena dosa dan pelanggaran manusia. Hidup manusia terpisah dari Allah. Namun kini hubungan yang terputus itu telah pulih kembali melalui pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib yaitu melalui Darah-Nya. Darah Yesus telah membawa kita yang dahulu jauh menjadi dekat.
Darah merupakan biaya yang dipakai Kristus untuk membebaskan orang dari dosa-dosanya – Efesus 1:7 – “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya” – biaya untuk mendamaikannya dengan Tuhan – “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Maka dari itu sekarang kita bisa mendekat kepada-Nya kembali.
Mari kita bangun kedekatan dengan Tuhan karena itu yang sangat dirindukan-Nya. Jaga keintiman dengan Tuhan dengan hidup dalam kasih yang mula-mula(Wahyu 2:4-5), seperti Daud yang memiliki kerinduan untuk selalu dekat dengan Dia, senantiasa menjaga komunikasi dengan Tuhan, senantiasa memuji dan menyembah Tuhan dan hidup takut akan Tuhan.
Yakobus 4:8, Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.
Tuhan Yesus Memberkati
CM