Renungan Harian Youth, Sabtu 07 September 2024
Shalom, salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya hari ini, rekan-rekan youth semuanya? Semoga kita semua dalam keadaan baik dan dalam lindungan Tuhan Yesus.
Seorang kritikus seni khususnya seni Lukis, sedang menghadiri pameran lukisan yang lumayan jauh dari rumahnya. Seperti biasanya ketika mengunjungi galeri lukisan, dia melihat lukisan-lukisan yang ada, namun kali ini dia lupa membawa kacamatanya.. semua lukisan yang dilihatnya, dikritiknya sampai ia tiba disebuah cermin besar dengan semangat ia berkata,”Aduh lukisan ini sangat jelek sekali. Mana ada orang seburuk ini didunia?” semua orang yang mendengarnya tertawa, karena dia tidak sadar bahwa ia sedang mengkritik dirinya sendiri. Terkadang didalam kehidupan kita terjadi demikian. sehingga Tuhan Yesus pada khotbahnya diatas bukit mengajarkan kepada orang banyak yang mengikut Yesus tentang hal menghakimi,
Matius 7:1-5 : “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
Tuhan Yesus memberikan peringatan bagi kita semua supaya kita tidak menghakimi orang lain, supaya kita tidak dihakimi, Ada standar yang Tuhan berikan bagi kita ketika kita menilai orang lain, yaitu ukuran yang kita pakai.
Menghakimi timbul ketika kita menaruh penilaian terhadap orang lain. Dan sering kali kita cepat melihat kesalahan dan kelemahan orang lain daripada kesalahan dan kelemahan diri kita sendiri.
Misalnya saja penilaian terhadap si A lebih baik dari si B, orang tua si A lebih baik dari orang tua saya, dan lain sebagainya. Tuhan Yesus memberikan gambaran selumbar dan balok didalam Firman Tuhan ini. Orang yang menghakimi orang lain itu seperti melihat ranting jerami yang kecil (selumbar) tetapi ia tidak sadar bahwa ada potongan kayu yang besar (balok) didalam kehidupannya. Bagaimana dengan kita? Sejauh mana kita menilai orang lain? Jangan sampai Tuhan memanggil kita orang yang munafik karena kita menghakimi orang lain.
Lalu apa yang harus kita lakukan supaya kita tidak menghakimi orang lain?
1. Mencari informasi yang benar
Jangan kita buru-buru menghakimi orang lain. Carilah informasi yang benar supaya kita tidak salah dalam menilai orang lain. Apalagi ketika teman kita berbuat kesalahan, jangan cepat menghakimi. Tegurlah dengan kasih supaya ia kembali ke jalan yang benar.
2. Introspeksi diri.
Intrpspeksi diri adalah sebuah sikap merenungkan diri sendiri, termasuk pikiran, emosi, perasaan, dan pengalaman yang dialami. Namun, koreksilah diri kita lebih dulu sebelum kita menilai orang lain. Apakah hidup kita sudah benar dimata Tuhan?
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, marilah kita memperhatikan diri kita sendiri dan menyadari keberadaan kita. Mari kita mengubah cara pandang dan cara kita menilai orang lain. Jangan jadi orang percaya yang munafik, keluarkan dahulu balok yang ada dimata kita sendiri baru kita dapat menolong orang lain.
“Orang yang tidak adil dalam menghakimi sesamanya biasanya adalah orang yang menilai diri mereka sendiri terlalu tinggi.” (Charles Spurgeon).
Jadilah orang-orang yang hidup dalam kasih karunia dan kebenaran Allah, sehingga kita tidak salah menggunakan ukuran yang dipakai untuk menilai apalagi menghakimi orang lain.
Tuhan memberkati.
MW – AdS
PENGUMUMAN
Mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 07 September 2024 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu
Tema youth celebration kita sore ini adalah – Keluar Zona Nyaman –

“Amsal 13:18 Orang yang tak mau dididik menjadi miskin dan hina; orang yang mengindahkan nasihat akan di hormati.”.
orang yang tidak mengindahkan didikan akan miskin dan hina sementara orang yang mau mendengarkan didikan akan di hormati. Disini didikan berarti kita dididik untuk keluar dari zona nyaman kita yaitu pola pikir kita agar semakin baik kedepannya, sering kali pemikiran kita terlalu dangkal dalam mengerti kehidupan yang kita jalani dan terkesan semaunya sendiri sehingga kita perlu menerima dengan baik didikan agar kitab isa kembali ke ajaran yang benar walaupun itu ada di luar zona nyaman kita ….. Yuk datang semuanya ya … jangan lupa ajak rekan-rekan kita yang lain ya…
Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu