Renungan Harian Anak, Kamis 06 April 2023
Syalom adik-adik Elohim Kids … semoga kalian semuanya dalam keadaan sehat dan baik semuanya.
Hari ini kita akan mendengar cerita tentang seorang murid Yesus yang selalu mengikuti Yesus, namanya Petrus. la merasa bahagia bersama Yesus. Petrus bahkan berjanji kalau dia akan mengikut Yesus selamanya dan kemana saja Yesus pergi. Tetapi ternyata adik-adik, Petrus tidak selalu bersama Yesus. Petrus pernah meninggalkan Yesus.
Jadi adik-adik, pada suatu ketika, ada suatu kejadian yang terjadi di Taman Getsemani. Apa gerangan yang terjadi? Tuhan Yesus ditangkap. Yesus bukan hanya ditangkap ketika sedang berdoa, tapi Yesus juga dipaksa untuk berjalan ke rumah Imam Besar. Yesus seorang diri dibawa oleh para prajurit Romawi Petrus mengikuti rombongan prajurit dan Yesus dari jauh. Karena hari itu masih malam dan udara dingin, maka Petrus duduk dekat api bersama-sama orang-orang yang ada di dekat rumah Imam Besar. Adik-adik, Petrus saat itu adalah orang yang cukup dikenal oleh masyarakat karena dia selalu berjalan bersama Yesus, jadi tidak heran kalau saat itu ada orang yang mengenali dia.
Adik-adik, ingatkah apa janji Petrus kepada Tuhan Yesus? Petrus berjanji akan setia pada Yesus, tapi ternyata dia menyangkal Yesus. Petrus mengaku tidak kenal dengan Yesus. Dengan perasaan gusar dan marah, Petrus berkata dengan lantang, “Sudah ku bilang: BUKAN!! Aku bukan murid-Nya dan aku tidak mengenal Dia!!” Petrus berbohong adik-adik. Bukan hanya satu kali bahkan sampai tiga kali. Petrus mengatakan kepada orang-orang kalau dia tidak kenal Yesus. kira-kira Yesus senang tidak, dengan apa yang Petrus lakukan? Yesus pasti merasa sedih. Dan ternyata Petrus juga menjadi sangat sedih sehingga ia pergi ke luar dan menangis. Petrus menyesal karena telah mengaku tidak mengenal Yesus, dia menyesal karena telah tidak setia, padahal dia sudah janji untuk mengikut Yesus kemana pun Yesus pergi. Petrus sebenarnya adalah murid Yesus yang sangat mengasihi Yesus, dan dia sebenarnya tidak mau membuat Yesus sedih.

Ada sebuah cerita … Suatu hari ada seorang anak, bernama Rico. Rico diberikan kalung salib oleh ibunya dengan pesan “Nak, kalung salib ini mengingatkan kamu untuk tetap setia mengasihi Tuhan Yesus ya”. Rico senang sekali dan setiap hari menggunakan kalung salib itu. la juga berjanji untuk ingat pesan ibunya. Di sekolah, Rico diajak oleh temannya membolos ketika pelajaran matematika. Wah memang pelajaran matematika tidak asyik. Rico berbohong kepada guru matematika bahwa dirinya sakit perut dan izin tidak ikut kelas. Ketika ujian, Rico tidak bisa menjawab soal, “Wah, apa ya jawabannya? Aku lupa” pikir Rico dalam hati. “Ah mencontek saja,” Lalu dia mencoba mengeluarkan buku catatannya yang ia letakkan di dalam laci. “Sip, Aman! Guru tidak tahu” seru Rico dalam hati. Dua hari kemudian, anak ini menerima hasil ujian, ia mendapatkan nilai bagus. “Asyik! Nilainya bagus!” Pulang sekolah Rico melapor pada ibunya “Mama, lihat deh hasil ujianku, dapat 80! Bagus ‘kan, ma!” Ibunya langsung memeluk anaknya, “Wah, anak mama pintar. Mama bangga padamu, nak. Mama tidak menyesal membelikan kamu kalung salib. Kamu pintar, baik, cinta Tuhan lagi!” sahut mama.
Rico kemudian ingat akan kalung salib itu, dan tiba-tiba ia menjadi malu. Karena selama ini ia belum menjadi anak yang baik, bahkan berbohong kepada mama soal hasil ujiannya. Rico perlahan menangis di depan mamanya, la malu kepada Tuhan, karena di dadanya ada salib, tetapi kelakuannya tidak sesuai dengan salib itu.
Adik-adik, kisah Rico ini menunjukkan bahwa sebagai murid Tuhan, kadang kita bertindak yang tidak sejalan dengan kehendak Tuhan. Demikian juga dengan Petrus. Selama Yesus melayani, ia menunjukkan antusias besar sebagai murid Yesus. Namun ketika ia ada dalam situasi terancam, ia tidak mau mengaku mengenal Yesus. Padahal sebelumnya Petrus berjanji bahwa ia akan bersama Yesus kemanapun la pergi. Tetapi ketika Petrus melihat bahwa Yesus ditangkap, la menjadi takut dan akhirnya ia menyangkali Yesus. Tentu saja Yesus sedih melihat Petrus yang tidak setia sebagai murid. Tuhan Yesus juga sedih dengan kelakuan Rico yang tidak setia.
Adik-adik, mau mengasihi Tuhan Yesus bukan? Kalau mengasihi Tuhan, kita tidak boleh menyangkal Tuhan Yesus. Jangan sampai kita membuat Tuhan Yesus bersedih. Kita harus menjadi anak Tuhan yang melakukan perintah Tuhan dalam hidup sehari-hari. Biarlah orang yang melihat dapat mengenali bahwa Adik-adik murid Tuhan.
Ayat Hafalan :
Lukas 22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”
Komitmenku hari ini
Tuhan juga menginginkan kita menjadi anak-anak yang SETIA, Tuhan Yesus sedih ketika anak-anaknya tidak setia dan tidak sungguh-sungguh kepada Tuhan.
Adm – RS