Renungan Harian Youth, Selasa 10 Juni 2025
Bacaan: Yeremia 15:15–16
Shalom, rekan-rekan remaja dan pemuda yang dikasihi Tuhan!
Setiap orang, tanpa terkecuali, pasti akan menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya—pergumulan yang berat, tekanan yang menguras tenaga dan hati, dan situasi yang seringkali membuat kita bertanya-tanya, “Di mana Tuhan?”
Namun, bagaimana kita merespons ketika pergumulan itu datang? Apakah kita tetap percaya, atau justru mulai kecewa dan perlahan melupakan Tuhan?
Dalam bacaan kita hari ini, Yeremia—seorang nabi yang sangat setia kepada Tuhan—sedang berada dalam titik terendah dalam hidupnya. Ia adalah seorang yang tidak hanya mematuhi perintah Tuhan, tetapi juga membela bangsanya dengan penuh keberanian. Namun ironisnya, justru dari bangsanya sendiri ia mengalami penolakan, hinaan, dan tekanan.
Dalam Yeremia 15:15, ia berseru, “Engkau mengetahuinya, ya TUHAN; ingatlah aku dan perhatikanlah aku, dan lakukanlah pembalasan terhadap penganiaya-penganiayaku.”
Yeremia tidak sedang menghadapi masalah ringan. Ia merasa dikhianati oleh orang-orang yang ia perjuangkan, ditinggalkan, bahkan dikutuki, padahal ia tidak bersalah.
Namun, yang luar biasa dari Yeremia adalah ia tetap datang kepada Tuhan. Ia tidak melupakan Tuhan.
1. Dalam pergumulan, Yeremia tidak menjauh dari Tuhan
Yeremia memberi kita contoh bahwa ketika kita merasa kecewa, sedih, atau tertekan, kita harus tetap datang kepada Tuhan, bukan lari dari-Nya. Ia membawa semua keluh kesahnya dalam doa. Ia mengadu kepada Tuhan, bukan kepada manusia.
Sebagai anak muda, mungkin kamu pernah merasa kecewa saat usaha kerasmu tidak dihargai, atau ketika kamu disalahpahami oleh orang terdekat. Tapi ingatlah: Tuhan tidak pernah salah menilai. Datanglah kepada-Nya. Curahkan isi hatimu. Jangan pernah lupakan Dia, bahkan saat segalanya terasa tak adil.
2. Firman Tuhan jadi kekuatan bagi Yeremia
Dalam ayat 16 Yeremia berkata, “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu menjadi kegirangan bagiku dan menjadi kesukaan hatiku.”
Firman Tuhan bukan sekadar bacaan, tapi menjadi kekuatan hidupnya. Di tengah tekanan yang berat, Yeremia menemukan sukacita dalam Firman Tuhan. Inilah yang menjaga hatinya tetap kuat.
Sebagai remaja dan pemuda Kristen, kita juga harus belajar mencintai Firman Tuhan. Saat hidup terasa berat, saat kita bingung harus mengambil keputusan, saat hati kita mulai goyah, Firman Tuhan adalah pelita yang menerangi langkah kita. Jangan hanya datang ke Tuhan saat ibadah hari Minggu, tapi milikilah persekutuan yang nyata dan pribadi dengan Tuhan setiap hari.
3. Tuhan tidak tinggal diam
Tuhan tidak menutup telinga terhadap seruan Yeremia. Dalam ayat-ayat selanjutnya (Yer. 15:19-21), Tuhan menjanjikan perlindungan, kelepasan, dan pembelaan bagi Yeremia. Meski belum langsung terjadi, janji Tuhan adalah jaminan yang pasti.
Begitu juga dalam hidup kita. Mungkin jawaban doa belum kita lihat sekarang, tapi itu tidak berarti Tuhan diam. Dia bekerja di balik layar. Waktu-Nya sempurna, dan Dia tahu apa yang terbaik.
“Mereka yang selalu berlutut menghadap Tuhan, akan selalu berdiri menghadapi siapa pun.” Jangan lupa kekuatanmu bukan dari kekuasaan dunia, tetapi dari Tuhan yang hidup.
Hari ini kita belajar : Jangan pernah lupakan Tuhan!
Meskipun dalam hidup ini kita akan menghadapi berbagai pergumulan, tekanan, dan kekecewaan, tetaplah percaya dan setia kepada Tuhan. Ingat, seperti Yeremia,
Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepada-Nya. Tetaplah berdoa, tetaplah membaca Firman-Nya, dan terus andalkan Dia.
Mungkin jawaban Tuhan tidak selalu seperti yang kita inginkan, tapi yakinlah: Tuhan selalu tahu apa yang terbaik.
Refleksi untuk kamu renungkan hari ini:
- Ketika mengalami masalah, apakah saya langsung datang kepada Tuhan atau justru mulai menjauhi-Nya?
- Apakah saya masih setia membaca Firman Tuhan setiap hari dan menjadikannya kekuatan hidup saya?
Pokok Doa:
Tuhan, ajar aku untuk tidak melupakan-Mu dalam segala keadaan. Saat aku menghadapi masalah, kuatkan aku agar aku tetap setia dan percaya. Biarlah Firman-Mu menjadi sukacita dan kekuatan dalam hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Tuhan Yesus memberkati! 🙏🔥
AH – DOT
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan