Elohim Ministry umum Janji Harapan yang Pasti

Janji Harapan yang Pasti



Renungan Harian, Sabtu 18 Juli 2026

Nats: Mazmur 126 : 6, “Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.”

Syalom saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan . . . .

Mari kita menengok sebentar ke masa lalu bangsa Israel, setelah mereka kembali dari pembuangan di babel, mereka mengalami keajaiban. Mazmur 126 : 1-3 ini menggambarkan sukacita mereka dikatakan “ Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kami seperti orang-orang yang bermimpi, lidah kami penuh dengan sorak sorai dan mulut kami penuh dengan nyanyian, mereka kembali ke Yerusalem tempat yang pernah menjdi puing-puing dan sekarang kembali hidup. Namun sukacita awal ini tidak bertahan selamanya, mereka segera menyadari bahwa pemulihan total membutuhkan kerja keras. tanah itu masih kering, tantangan membangun kembali bait suci dan tembok kota sangat besar. Air mata mereka mulai mengalir lagi, bukan karena pembuangan tetapi karena perjuangan yang berat. Dan disinilah kita menemukan permata dari Mazmur ini ayat yang keenam berkata orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti akan pulang membawa berkas-berkasnya. Ayat ini adalah sebuah prinsip ilahi yang abadi mari kita lihat

Ada 3 tahapan dalam pemberian janji ini sesuai nats kita:

Menabur dengan tangisan

Gambaran seorang petani yang berjalan diladang, bukan dengan senyum gembira, melainkan dengan air mata, adalah gambaran yang sangat menyentuh, ia bukan menangis karena panen yang gagal, melainkan karena proses menabur itu sendiri.

Mengapa ia menangis ? karena pengorbanan yang sulit. menabur berarti melepaskan benih yang ada ditangan kita, itu adalah benih yang bisa dimakan hari ini, tetapi kita memilih untuk melepaskannya ke tanah yang keras, tidak tahu apakah itu akan tumbuh. Ini adalah metafora untuk setiap pengorbanan yang kita lakukan yang kita sisihkan. dimakan hari ini, tetapi kita memilih untuk melepaskan ketanah yang keras, tidak tahu apakah itu akan tumbuh. Ini adalah metafora untuk setiap pengorbanan yang kita lakukan, uamg yang kita sisihkan untuk perpuluhan, waktu yang kita berikan untuk melayani, atau bahkan tenaga yang kita curahkan untuk merawat orang tua yang sakit, pengorbanan itu berat dan terkadang air mata yg mengalir.

Perhatikan kata kunci dalam ayat ini; Pasti akan pulang, ini bukan sebuah harapan kosong, melainkan sebuah kepastian. Ini adalah janji Allah yang tidak mungkin ingkar, jika kita menabur benih dengan tangisan, kita pasti akan menuai hasilnya. ini adalah prinsip rohani yang mendalam yang diajarkan oleh Rasul Paulus dalam Galatia 6 : 9 “ Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Sama seperti petani yang percaya pada hukum alam bahwa benih yg ditanam akan tumbuh, kita juga harus percaya pada janji Allah. Prosesnya mungkin lambat dan tidak terlihat. Benih yang kita tabur mungkin tertutup oleh tanah yang gelap, tetapi didalam kegelapan itu, kehidupan baru sedang terbentuk. Air mata kita bukan sia-sia; mereka seperti pupuk yang menyuburkan benih yang kita tabur.

Menuai dengan sorak-sorai

Akhirnya proses yang sulit itu mencapai puncaknya, tangisan digantikan oleh sorak sorai. Benih yang kecil berubah menjadi berkas-berkas yang melimpah “ berkas “ lebih dari yg kita bayangkan. Ini adalah perayaan kebaikan Allah  ini adalah saat kita melihat bagaimana Dia bekerja didalam hidup kita contohnya sangat banyak :

Seorang guru bertahun-tahun menabur benih ilmu pengetahuan dan karakter pada murid-muridnya suatu hari akan menerima kabar bahwa salah satu dari mereka menjadi pemimpin yang berintegritas. Ia menuai dengan sorak sorai. Sebuah keluarga yang menabur benih pengampunan kepada orang yang menyakitinya, akhirnya melihat hubungan mereka yg rusak pulih kembali dan menjadi kuat. Mereka menuai dengan sorak sorai.

Jadi firman Tuhan hari ini adalah pengingat untuk tidak menyerah. jika hari-hari ini kita merasa menabur dengan tangisan, jika kita merasa lelah, jika kita merasa tidak ada yang melihat pengorbanan kita,

Hikmat hari ini: Teruslah menabur benih iman, kasih, kesabaran dan kebaikan, karena janji Tuhan itu pasti !

Sama seperti bangsa Israel yang dulu menabur dengan tangisan dan akhirnya merayakan panen besar, kitapun akan mengalami hal yang sama. Air mata kita akan menjadi benih sukacita….

Tuhan memberkati

EW

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

2 thoughts on “Janji Harapan yang Pasti”

  1. Amin. Terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada pagi hari ini. Air mata kita akan menjadi benih sukacita….

  2. Amen
    terimakasih untuk firman yang indah dan menguatkan. Segala kemuliaan hanya bagi Yesus Kristus. Haleluya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *