Renungan Harian Selasa, 06 Desember 2022
Bacaan: Yakobus 2:1-13
Nats: 1 Samuel 16:7, Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, i tetapi TUHAN melihat hati.”
Syalom Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . . .
Sebelum kita membaca Yakobus 2:1-13 perlu kita mamahami bahwa…
Ada sebuah istilah yaitu, Kamuflase, kamuflase merupakan perubahan bentuk, rupa, sikap, warna, dan sebagainya menjadi lain agar tidak dikenali; penyamaran; pengelabuan: Manusia seringkali melihat apa yang tampak dari luar saja, sesuatu yang tampak baik, bagus dan menarik adalah hal-hal yang disukai tetapi mereka tidak dapat melihat ada yang ada didalam setiap hati manusia yang lain. Hal ini terjadi dalam jemaat pada waktu itu.
Yang terjadi Pada waktu itu adalah orang-orang sangat mengagung-agungkan kekayaan padahal kekayaan adalah milik Tuhan sedangkan kemiskinan adalah hukuman Tuhan sehingga ada jurang pemisah yang sangat jauh. Maka dari itu Yakobus menasihatkan pembacanya supaya memiliki iman yang benar dalam perbuatan mereka.
Terdapat tiga bagian yang kita ingin simak hari ini.
Bagian I (ayat 1-4)
Yakobus sedang menghimbau kita supaya jangan mempraktekan iman percaya kita dengan melihat apa yang tampak dari luar apalagi membuat pembedaan dalam hati kita dalam memperlakukan sesama kita. Pehatikan ayat 2, Yakobus mengunakan kata “sinagoge” yang berarti tempat ibadah pada kata “kumpulan”. Yakobus sungguh merasa miris jika hal ini masih terjadi didalam gereja. Pada kenyataannya Tuhan memperlakukan kita dengan adil, anugerah, berkat, kemurahan, penyertaan, pemeliharaanNya berlaku bagi setiap orang tanpa memandang dari golongan mana, suku bangsa apa. Siapapun yang percaya kepadaNya mendapat keselamatan yang sama.
Tuhan jauh melihat kedalam hati manusia bukan apa yang tampak dari luar
Bagian II (ayat 5-7)
Pada bagian ini Yakobus ingin menunjukan pada kita semua bahwa Tuhan justru memilih apa yang seringkali tidak diperhitungkan manusia untuk meruntuhkan setiap ego manusia atas segala yang dibanggakan mereka. Ulangan 8:17. “Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.” . Pada kenyataannya kalau kita mau merenungkan setiap masa, setiap gelombang kehidupan, setiap pencapaian, setiap apa yang hari ini ada tidak pernah lepas dari campur tangan Tuhan..
Tuhan ingin agar dunia tahu bahwa apa yang tidak mungkin tapi menjadi mugkin karena Tuhan yang ada dibalik itu semua. Sebagai contoh; Daud dipakai Tuhan secara luarbiasa dari apa yang tidak diperhitungkan, 12 murid bukan dari orang terpandang tetapi Tuhan memilih mereka, Bahkan Yesus sendiri menjadi manusia biasa yang sederhana yang tidak diperhitungkan pada waktu itu.
1Korintus 1:27-28, “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
Bagian III (ayat 8-13)
Dibagian ini kembali ditegaskan akan sangat disayangkan jika sampai kita sudah mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri yang sudah sangat baik tetapi jika kita masih memandang muka maka hal itu menjadi tidak berarti.
Tuhan ingin kita naik kelas dalam pertumbuhan iman kita, meniru teladan Kristus yang tidak membuat pembedaan dalam memperlakukan sesama kita.
Tuhan Yesus Memberkati . . . .
TC