Elohim Ministry umum Kapan Saja Kita Menangis

Kapan Saja Kita Menangis



Renungan Harian, Sabtu 13 September 2025

Nats: Lukas 19 : 28-44

Kapan terakhir kali, anda menangis? Apa yang menyebabkan Anda menangis? Saudara yang terkasih dalam Tuhan dari nats yang sudah kita baca ini berkata diayat 41,…” Ketika Ia mendekati dan melihat kota itu, Yesus menangisinya…” kalau kita melihat peristiwa ini yang menarik bahwa Yesus tidak diceritakan menangis ketika Dia dicaci, dibenci, di salah mengerti, bahkan disalib sampai mati.

Dia justru dicatat menangisi kota Allah itu karena manusia di dalamnya tidak menyadari apa sesungguhnya yang mereka perlukan untuk kebaikan mereka (ayat 42 ).  Saudara-saudara Tuhan telah melawat mereka, tetapi mereka tidak tahu dan tidak mau tahu, sehingga kebinasaan itu datang dan merekapun tergilas pun habis  (ayat 43-44).

Saudara, menarik sekali peringatan yang diberikan Yesus kepada Yerusalem, memakai gambaran kehidupan sehari-hari tentang ayam betina dan anak-anaknya. Bukankah pada saat bahaya mengancam, anak-anak ayam kecil lari ke induknya. Mereka bersembunyi di bawah sayapnya. Mereka merasa aman di sana.

Dengan peringatan ini, Yesus sebenarnya mencoba membuka mata penduduk Yerusalem. Dia menunjukkan kepada mereka bahwa ada bahaya besar. `Yesus mendorong mereka untuk datang dan diselamatkan melalui Dia. Tapi sayang Yerusalem menolak peringatan Yesus dan tidak mengenali bahayanya, juga tidak mencari tempat perlindungan yang aman. Hati Yesus begitu sedih dan berduka dengan kekerasan hati penduduk Yerusalem. Maka menangislah Yesus!

Saudara sekalian, marilah merefleksikan kisah Yesus menangisi Yerusalem ini ke dalam kehidupan kita masing-masing. Sejauh mana kita sudah mengenal Tuhan kita? Apakah kita memiliki pemahaman yang benar mengenai siapa Yesus? Apakah Yesus sungguh menjadi tujuan hidup kita atau hanya sebagai sarana tempat kita meminta sesuatu?

Apakah kita hanya sibuk mengejar hal-hal yang sementara, materi dan kesenangan dunia ini atau kita juga memberikan waktu kita untuk hal-hal yang kekal, yakni relasi atau hubungan kita dengan Tuhan. Bagaimana seandainya Yesus melihat kepada kehidupan kita dan dunia saat ini? Akankah Ia bersukacita atau ia menangis lagi? “Bertobatlah, serahkanlah dan percayakanlah hidupmu kepada Tuhan” Tuhan memberkati kita semua.

Mengapa dan kapan saja kita menangis?  apakah kita  lebih banyak menangis karena karena bagi diri kita sendiri ?. Saat kita merasa  “  sakit “, saat kehilangan, saat dirugikan, dan lain sebagainya ?. Saudara Yesus menangis karena manusia terpisah jauh dari Bapa yang sangat mengasihi mereka. Tetapi mereka juga tidak mengerti bahwa jalan  untuk kembali  kepada Bapa dan kemuliaanNya  sudah dijembatani olehNya.

Apakah  hati kita juga  menangis melihat jiwa-jiwa yang sesat?.

Saudara-saudara  maukah kita terus  mendoakan, memperhatikan, dan menyampaikan berita  keselamatanNya, agar  mereka  tidak menangis selamanya dalam kebinasaan kekal.

Yesus menangisi Yerusalem bukan karena penderitaan-Nya sendiri, melainkan karena hati manusia yang keras dan menolak kasih Allah. Tangisan-Nya adalah wujud kasih yang mendalam atas jiwa-jiwa yang memilih jalan kebinasaan. Renungan ini menegur kita: apakah hidup kita hari ini membuat Yesus bersukacita atau justru kembali menangis? Mari jangan hanya sibuk mengejar hal-hal sementara, tetapi arahkan hidup pada hal-hal yang kekal: mengenal Kristus, hidup dalam pertobatan, dan membawa jiwa-jiwa kepada-Nya.

Doa

Tuhan Yesus, ampuni kami bila sering kali hati kami lebih sibuk mengejar hal-hal duniawi daripada hidup dekat dengan-Mu. Lembutkan hati kami agar selalu peka terhadap suara-Mu. Ajari kami memiliki hati yang peduli, yang bukan hanya menangis untuk diri sendiri, tetapi juga untuk jiwa-jiwa yang belum mengenal-Mu. Jadikan hidup kami alat-Mu untuk menyatakan kasih dan keselamatan-Mu bagi dunia. Dalam nama Yesus kami berdoa, amin.

Hikmat Hari Ini

Tuhan memberkati

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *