Renungan Harian Senin, 17 Maret 2025
Markus 4:35-41
Kisah ini terjadi saat Yesus dan murid-murid-Nya menyeberangi Danau Galilea. Dalam perjalanan, tiba-tiba angin ribut yang dahsyat menerpa perahu mereka. Ombak menghantam, dan air mulai memenuhi perahu, membuat murid-murid panik. Sementara itu, Yesus tertidur di buritan perahu. Murid-murid membangunkan Yesus dengan teriakan penuh ketakutan, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Lalu Yesus bangun, menghardik angin dan danau, dan seketika itu juga badai reda. Yesus menegur murid-murid-Nya karena ketidakpercayaan mereka. Kisah ini menunjukkan bahwa kuasa dan kepedulian Tuhan nyata dalam kehidupan umat-Nya.
Tuhan Yesus mengajarkan untuk tidak takut dan tetap percaya kepada Tuhan meskipun menghadapi badai kehidupan. Percayalah bahwa Rencana Tuhan Tidak Gagal Tuhan memiliki rencana bagi setiap orang, dan rencana itu akan terlaksana meskipun ada tantangan.
Dari kisah ini kita belajar 3 Hal tentang Kepedulian dan Kuasa Tuhan dalam kehidupan kita :
1. Apapun kondisinya, RENCANA TUHAN tetap akan TERLAKSANA
Yesus sendiri yang mengajak murid-murid untuk menyeberang ke seberang danau (ayat 35). Ini menunjukkan bahwa perjalanan itu adalah bagian dari rencana-Nya. Namun, di tengah perjalanan, badai datang.
Sering kali dalam hidup ini, kita juga menghadapi badai yang tampaknya menghambat rencana Tuhan. Tapi ingat, jika Tuhan sudah berjanji, maka rencana-Nya tetap akan terlaksana. Tidak ada badai yang dapat menggagalkan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Tugas kita adalah tetap percaya dan melangkah sesuai dengan rencana-Nya, meskipun situasi terlihat menakutkan.
2. TUHAN beserta kita, TIDAK BERARTI bebas BADAI & GELOMBANG
Murid-murid bersama Yesus di perahu, tetapi badai tetap datang. Ini mengajarkan kita bahwa keberadaan Tuhan dalam hidup kita tidak berarti kita akan bebas dari masalah. Sebaliknya, justru dalam badai itulah iman kita diuji.
Kita sering berpikir bahwa jika kita mengikut Tuhan, hidup kita akan selalu lancar. Namun, Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa badai, melainkan janji-Nya adalah bahwa Dia akan selalu beserta kita. Saat badai menerpa hidup kita—baik dalam bentuk masalah keluarga, pekerjaan, kesehatan, atau keuangan—kita harus tetap beriman bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
3. Teriakan kita “MINTA TOLONG” MENYENTUH “SYARAF” kepedulian-Nya
Murid-murid panik dan berteriak kepada Yesus, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” (ayat 38). Mereka berpikir Yesus tidak peduli karena Dia tertidur. Tapi sesungguhnya, Yesus tidak pernah lalai. Teriakan mereka membangkitkan respons dari Tuhan.
Dalam kehidupan kita, sering kali kita merasa Tuhan diam ketika kita mengalami penderitaan. Namun, kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan mendengar setiap seruan hati kita. Dia tidak pernah lalai atau tidak peduli. Dia menunggu kita untuk datang dan berseru kepada-Nya dengan iman. Saat kita berseru, Dia siap menolong kita dengan kuasa-Nya.
Kenali Dia dan Percayakan Hidup Kita kepada-Nya!
Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (ayat 40). Ini menunjukkan bahwa ketakutan sering kali muncul karena kurangnya pengenalan akan Tuhan. Murid-murid sudah melihat banyak mukjizat yang dilakukan Yesus, tetapi mereka masih meragukan kuasa dan kepedulian-Nya.
Kita pun harus semakin mengenal Tuhan agar iman kita semakin kuat. Kita perlu membaca firman-Nya, berdoa, dan mengalami kuasa-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita bisa mempercayakan hidup kita kepada-Nya.
Kesimpulan:
- Rencana Tuhan dalam hidup kita tidak akan gagal, meskipun ada badai.
- Mengikut Tuhan tidak berarti kita bebas dari masalah, tetapi kita tidak pernah sendirian.
- Seruan kita kepada Tuhan menyentuh hati-Nya, dan Dia siap menolong kita.
- Kenali Tuhan lebih dalam agar kita bisa mempercayakan hidup sepenuhnya kepada-Nya.
Mari kita belajar untuk selalu percaya bahwa kepedulian dan kuasa Tuhan nyata dalam hidup kita. Amin!
Tuhan Yesus memberkati
Rangkuman Khotbah
Pdt. Gatut Budiono