Elohim Ministry umum “Kesalehan”

“Kesalehan”



Renungan harian Kamis, 14 November 2024

Nats: 1 Timotius 4:7b “Latihlah dirimu untuk hidup dalam kesalehan.”

Shalom, Bapak ibu yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Hari ini kita akan merenungkan tentang “kesalehan” dan bagaimana kita dapat hidup dalam kesalehan yang sejati.

Apa Itu Kesalehan? Kesalehan dalam kekristenan berarti hidup yang serupa dengan karakter Allah, dimana pikiran, perasaan, keinginan, dan tindakan kita mencerminkan kehendak-Nya. Mungkin terdengar mustahil untuk menjadi seperti Allah di tengah dunia yang penuh tantangan ini, namun Allah memanggil kita untuk terus mengusahakannya. Dalam 1 Timotius 4:7, Rasul Paulus menasihati kita untuk melatih diri agar hidup dalam kesalehan, seperti seorang atlet yang berusaha keras mencapai kebugaran yang terbaik. Perumusan terjelasnya terkandung dalam 1 Timotius 4:7b, “latihlah dirimu untuk hidup dalam kesalehan”. Dari ayat ini, kita memahami bahwa “disiplin rohani” pada dasarnya diartikan menurut tujuan yang ingin dicapai, yaitu “kesalehan” atau godliness (ESV).

Kesalehan bukan sekadar tampil baik di depan orang lain atau melakukan kebiasaan rohani tertentu. Dalam Alkitab, kesalehan memiliki makna lebih mendalam. Kata pietas dalam bahasa Latin dan eusebeia dalam bahasa Yunani, keduanya mengacu pada sikap hormat dan penghormatan kepada Tuhan. Orang yang hidup saleh menghormati Tuhan dalam hidupnya dan memiliki hati yang sungguh-sungguh mengasihi dan memuliakan Dia.

Sejarah dan Contoh Kesalehan
Salah satu contoh dalam sejarah Kristen adalah Jan Hus, seorang pengkhotbah di abad ke-15 yang memperjuangkan kebenaran Firman Tuhan. Meski ia mengalami ancaman dan akhirnya dihukum mati, Hus tetap memegang teguh panggilannya untuk hidup dalam kekudusan. Kesalehan ini bukanlah sekadar tampilan luar, tetapi suatu hidup yang dipenuhi iman dan ketaatan kepada Tuhan.

Begitu pula dalam Alkitab, kita melihat kehidupan orang-orang seperti Kornelius dalam Kisah Para Rasul 10:1-8, yang dikenal sebagai orang yang saleh. Kornelius adalah orang yang menghormati Tuhan dengan setia, sehingga hidupnya menjadi kesaksian yang luar biasa bagi orang lain dan lain.

Kesalehan: Memancarkan Kristus dari Dalam Hati

Kesalehan sejati berasal dari hati yang tulus mengasihi Tuhan. Tuhan tidak melihat penampilan luar kita, tetapi apa yang ada dalam hati kita. Jika hati kita penuh kasih, damai, dan penghormatan kepada Tuhan, hidup kita akan menghasilkan buah kebenaran dan kebajikan. Namun jika hati kita terisi iri hati, kebencian, atau ego, maka yang keluar dari hidup kita tidak akan mencerminkan Kristus.

Sikap hati yang benar akan membuat hidup kita menjadi berkat bagi orang lain, seperti yang Yesus katakan bahwa “pohon yang baik menghasilkan buah yang baik” (Matius 7:17-20). Buah yang baik ini tampak dalam cara kita berbicara, bertindak, dan memperlakukan orang lain. Dengan hati yang murni, hidup kita menjadi kesaksian yang memuliakan Tuhan.

Bagaimana Kita Melatih Kesalehan dalam Kehidupan Sehari-hari?

1. Bakti Kepada Keluarga
Kesalehan juga tampak dari bagaimana kita memperlakukan keluarga kita. Dalam 1 Timotius 5:4, dikatakan bahwa orang saleh menunjukkan bakti kepada keluarganya. Yesus memberikan teladan dalam hal ini. Meski Ia adalah Anak Allah, Ia tetap menghormati orang tua-Nya di bumi, Maria dan Yusuf. Kesalehan dimulai dari sikap hati yang menghormati Tuhan dan orang tua, serta merawat keluarga kita dengan kasih dan bakti.

Orang SALEH pasti BERBAKTI
Orang BERBAKTI belum tentu ORANG SALEH

2. Tinggalkan Kehidupan yang Tidak Berkenan
Kesalehan juga berarti kita berusaha untuk hidup suci dan menjauhi dosa. Dalam Titus 2:12, dikatakan bahwa kita harus meninggalkan kefasikan dan hidup bijaksana, adil, dan beribadah dalam dunia yang penuh tantangan ini. Setiap kali kita tergoda oleh hal-hal duniawi, ingatlah bahwa kita dipanggil untuk mencerminkan kemuliaan Tuhan.

3. Mengikuti Teladan Kristus
Kesalehan berarti hidup yang meneladani Kristus, yang adalah pribadi yang paling sempurna. Hidup Kristus adalah cermin bagaimana kita seharusnya hidup. Dalam kasih-Nya yang tak terbatas, Yesus menyerahkan diri-Nya untuk kita di kayu salib agar kita dapat memiliki hidup yang kekal. Seperti yang dikatakan dalam 1 Petrus 1:15-16, “Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu.”

Kesalehan Bukan Hanya Tentang Kepatuhan kepada aturan atau melakukan hal-hal religius secara teratur, tetapi juga tentang memiliki hubungan yang hidup dan intim dengan Tuhan. Ketika kita mendekat kepada Tuhan dan menaruh hidup kita di bawah pimpinan-Nya, Roh Kudus akan menuntun kita untuk hidup kudus dan menghasilkan buah yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Menjadi orang saleh adalah panggilan yang Tuhan berikan kepada semua orang percaya. Hidup dalam kesalehan membutuhkan kedisiplinan, hubungan yang dekat dengan Tuhan, dan hati yang senantiasa tertuju kepada-Nya. Orang yang saleh tidak berarti hidupnya sempurna tanpa dosa, tetapi seseorang yang terus berjuang untuk hidup seturut dengan kehendak Tuhan dan mencerminkan karakter Kristus.

Marilah kita semua berdoa agar Roh Kudus terus memurnikan hati kita, sehingga hidup kita dapat menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitar kita. Semoga kasih dan kesalehan Kristus terpancar dalam setiap aspek kehidupan kita, sehingga orang lain dapat melihat Tuhan melalui hidup kita.

“Kesalehan bukan tentang penampilan

Tuhan Yesus memberkt

Pdt. Budi Wahono

Bacaan Alkitab hari ini :

Kitab Mazmur pasal 89-90

https://elohim.id/bacaan-alkitab-jumat-15-november-2024/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *