Renungan harian Youth, Jumat 15 November 2024
Roma 1:12 “…supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.”
Shalom, Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan! Pernahkah kalian merasa terhibur atau dikuatkan hanya karena berada di tengah-tengah teman-teman yang seiman? Hari ini kita akan belajar tentang pentingnya saling menguatkan dalam iman kita bersama.
Sebagai orang percaya kita percaya bahwa Hubungan kita dengan Tuhan Yesus sangat pribadi. Kita masing-masing bertanggung jawab untuk mendekatkan diri dan membangun hubungan yang kuat dengan-Nya. Setiap kita dipanggil untuk mengenal Tuhan secara pribadi, sehingga kita tidak menggantungkan iman kita hanya kepada orang lain. Namun, ada kekeliruan yang bisa terjadi jika kita hanya berfokus pada hubungan pribadi dengan Tuhan dan mengabaikan panggilan untuk membangun sesama. Alkitab mengingatkan kita agar kita saling menguatkan, seperti yang tertulis dalam 1 Tesalonika 5:11, “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.”
Iman pribadi bukan berarti kita hidup dalam kepentingan pribadi sendiri dan mengabaikan kebutuhan orang lain. Tuhan menciptakan kita untuk hidup berdampingan dan saling membangun.
Tidak hanya untuk mendapatkan dukungan rohani, tetapi juga untuk memberi dukungan kepada yang lain. Mengapa Kita Perlu Menguatkan Sesama? Kadang, kita mungkin melihat orang lain mengalami kesulitan atau kesesakan, namun kita memilih untuk tidak terlibat dengan berpikir bahwa itu bukan urusan kita atau bahwa Tuhan sendiri yang akan menolong mereka. Tentu saja Tuhan sanggup menolong mereka, tetapi Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan ingin menggunakan kita untuk menjadi saluran berkat dan penghiburan bagi sesama kita. Ada kalanya kita yang berada dalam kondisi rohani yang kuat dapat menguatkan teman-teman yang sedang lemah, dan di lain waktu mereka akan menjadi orang yang Tuhan pakai untuk menguatkan kita saat kita menghadapi kesulitan.
Rasul Paulus dalam Roma 1:12 menunjukkan bahwa ia juga membutuhkan dukungan dari orang lain. Paulus berharap agar sesama orang percaya dapat saling menguatkan, karena kita semua akan merasa dikuatkan oleh iman yang ada di antara kita. “Saling menguatkan,” inilah pesan penting dari Paulus.
Iman yang bertumbuh tidak hanya menguatkan diri kita sendiri, tetapi juga memberi pengaruh positif bagi sesama.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk memikirkan kepentingan rohani dan jasmani orang-orang di sekitar kita. Berikut beberapa hal yang dapat kita kerjakan untuk saling menguatkan dan menjadi berkat bagi mereka:
- Berdoa bagi Sesama. Jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Doa yang tulus untuk teman-teman atau keluarga yang sedang mengalami kesulitan dapat membawa kekuatan dan penghiburan bagi mereka. Kita juga bisa berbagi permohonan doa, menunjukkan bahwa kita peduli dan terhubung dalam iman yang sama. Doa adalah wujud nyata dari kasih dan kepedulian kita. Doa bagi orang lain menyatakan sikap hati yang mau untuk terbeban dan merindukan perubahan demi kebaikan orang lain.
- Belajarlah Mendengarkan dengan Tulus. Banyak orang hanya butuh didengarkan dengan sungguh-sungguh. Terkadang, mendengarkan saja sudah cukup untuk membuat mereka merasa tidak sendirian dalam pergumulannya. Mendengar cerita mereka tanpa menghakimi atau terburu-buru memberi solusi menunjukkan kasih yang nyata.
- Memberikan Bantuan yang Nyata. Selain dukungan rohani, kita juga bisa memberikan bantuan nyata sesuai kebutuhan mereka. Jika ada teman yang memerlukan bantuan dengan tugas sekolah, nasihat, atau sekadar ditemani di saat sulit, kita bisa hadir untuk mereka. Kasih yang nyata terlihat dalam tindakan kita, seperti yang tertulis dalam
1 Yohanes 3:18, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”- Bergabunglah dengan Komunitas Rohani. Menempatkan diri dengan teman-teman yang seiman akan sangat membantu kita bertumbuh dan saling menguatkan. Ketika kita berada di komunitas yang sehat, kita akan belajar dan diingatkan untuk selalu menaruh fokus kepada Tuhan. Dalam komunitas seperti ini, kita bisa saling mendukung, berbagi kesaksian, dan belajar dari pengalaman iman satu sama lain. Ketika kita tidak ada didalam sebuah komunitas maka kemungkinan untuk kita mundur dan menjauh dari Tuhan sangat besar.
Rekan-rekan youth apakah kita memiliki sikap peduli kepada orang lain? Apakah kita sudah menjadi penghibur dan penguat bagi mereka yang membutuhkan? Dan juga apakah kita juga memiliki teman-teman yang menguatkan kita saat kita butuh? Mari kita menjadi orang yang saling membangun dan berkomitmen dalam iman kita bersama.
Iman yang bertumbuh tidak hanya membangun diri sendiri, tetapi juga menguatkan sesama.
Kiranya Tuhan menolong dan menguatkan kita untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain, untuk menjadi penghibur dan menguatkan saudara seiman kita.
Tuhan Yesus memberkati
YNP – TVP