Renungan Harian, Sabtu 7 Januari 2026
Ayat pokok: KisahPara Rasul 5:1-4
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan ….
Hari ini kita merenungkan sebuah kisah yang seringkali membuat kita bertanya-tanya, yaitu kisah Ananias dan Safira dari kisah ini mungkin terdengar keras, namun didalamnya terkandung pelajaran yang sangat mendalam, khususnya bagi kita yang telah berpasangan dalam ikatan pernikahan. kita akan fokus pada ayat kedua yang berbunyi : “ Dan dari hasil penjualan itu, Ananias dengan sepengetahuan istrinya, menahan sebagian, sedangkan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul itu “.
Pelajaran Pertama yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah berbicara tentang Kesepakatan. Ananias tidak bertindak sendiri, ayat dengan jelas menyebutkan bahwa istrinya Safira mengetahui dan sepakat dengan perbuatannya.! Mereka berdua memiliki pemahaman yang sama, tidak hanya dalam menjual tanah, tetapi juga dalam menyimpan sebagian hasilnya. Namun kesepakatan ini bukanlah kesepakatan yang benar di hadapan Tuhan, ini adalah kesepakatan untuk berbohong!

Dalam pernikahan kesepakatan adalah fondasi yang sangat kuat. Suami dan istri harus sepakat dalam banyak hal : yaitu mengelola keuangan, mendidik anak, melayani Tuhan, dan menjalani kehidupan bersama. Namun yang lebih penting dari sekedar sepakat adalah kesepakatan itu harus didasarkan pada kebenaran dan integritas dihadapan Tuhan. Ananias dan Safira sepakat tapi sepakat dalam ketidak jujuran, mereka ingin mendapatkan pujian dari jemaat padahal hati mereka tdk sepenuhnya tulus.
Bahaya kesepakatan yang salah
Kisah ini mengajarkan kita tentang konsekuensi dari kesepakatan yg salah. Ketika Safira datang belakangan dan ditanya oleh Petrus, iapun berbohong, sama seperti suaminya.
Mereka berdua jatuh karena satu dosa yang sama yaitu : Ketidak jujuran kepada Roh Kudus, kematian mereka bukan sekedar hukuman yang kejam, melainkan peringatan keras bagi jemaat perdana agar mereka menjaga kemurnian dan kebenaran dalam setiap langkah.
Karena itu dalam pernikahan mari kita jujur pada diri sendiri. Apakah kesepakatan yang kita bangun dengan pasangan kita selalu didasarkan pada firman Tuhan !!
Lalu bagaimana kita membangun kesepakan yang benar ?
1. Berdoa bersama.
mulailah setiap pengambilan keputusan dengan berdoa. mintalah hikmat kepada Tuhan agar setiap langkah yg kita ambil sebagai suami istri selaras dengan kehendakNya.
2. Berkomunikasi dengan jujur.
Jangan ada rahasia di antara pasangan, bicarakan semua hal, baik yang menyenangkan maupun yang sulit dengan hati yg tulus.
3. Prioritaskan Tuhan.
Jadikan Tuhan sebagai pusat dari pernikahan kita, ketika Tuhan menjadi prioritas maka kesepakatan yang kita bangaun akan selalu didasarkan pada kasih, kebenaran, dan pengabdian.
Saudara-sausara, kisah Ananias dan safira adalah cerminan bagi kita. Ini bukan hanya tentang uang, tetapi tentang hati yang sepakat di hadapan Tuhan, sehingga kehidupan kita bukan hanya menjadi berkat bagi satu sama lain, tetapi juga menjadi kemulian bagi nama Tuhan…amien
Hikmat Hari Ini
Kesepakatan suami istri yang sejati bukan sekadar tentang kebersamaan, tetapi tentang keberanian untuk sepakat hidup dalam kebenaran di hadapan Tuhan.
Tuhan Memberkati
EW
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
trimakasih untuk renungannya. Tuhan Yesus memberkati 🙏
Thank You,,, Kisah Annanias dan Safira sangat Memberkati,,, Tuhan Yesus Memberkati 🙏🙏🙏