Elohim Ministry umum Krisis Bukan Berarti Kritis

Krisis Bukan Berarti Kritis



Renungan Harian Selasa, 21 November 2023

Bacaan : Ayub 2:7-10

Nats : Ayub 2:10, Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?

Syalom Bapak Ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .

            Pada musim gugur 1982, Deborah Kiley berangkat dengan tiga orang muda lainnya untuk mengirim kapal pesiar Trashman sepanjang 58 kaki dari Maine ke Florida. Selepas pantai Carolina Utara, tiba-tiba mereka diserang angin ribut dan gelombang raksasa yang menyebabkan kapal mereka karam. Selama empat hari yang sangat menyengsarakan, tanpa makanan dan air bersih, awak kapal itu mempertahankan hidup dalam kapal karet di tengah-tengah laut yang penuh dengan ikan hiu. Dalam bukunya Albatross, Deborah teringat betapa salah seorang awak kapal itu berteriak mengutuk Allah karena tertimpa masalah ini. Meskipun lelah, Deborah diam-diam mengulang-ulang Doa Bapa Kami dan meminta Allah mengajarnya melewati krisis mereka ini. Beberapa waktu kemudian, pemuda yang mengutuk Allah tadi minum air laut, meracau, melompat keluar dari kapal, dan dimakan ikan hiu. Akhirnya mereka yang masih hidup diselamatkan oleh kapal pengangkut barang milik Rusia.

            Didalam kitab Ayub mencatat, bahwa Ayub mengalami berbagai macam Krisis, dimulai dari krisis Keluarga, Keuangan, Hubungan dengan saudara dan sahabatnya. Ayub dipukul oleh gelombang berita buruk yang bertubi-tubi. Suatu kali istrinya mengatakan agar ia mengutuk Allah dan mati. Namun, Ayub memberikan jawaban yang sangat dalam: “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” (Ayub 2:10).

Bagaimana kita dapat menang atas Krisis seperti Ayub telah menang dari berbagai Krisis yang dialami.

1. Jangan BERESPON SALAH !

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.( Ams. 4:23). Kita harus menjaga sikap hati kita saat sedang mengalami Krisis, karena saat hati kita sedang tidak baik, maka hidup kita juga akan menjadi tidak baik yang berakibat kita akan memiliki respon yang nagatif juga, sebaliknya jika kita dapat menjaga hati kita untuk tetap positif, maka respon kita akan tetap positif dalam menghadapi krisis. Respon salah seperti apa yang harus kita hindari : MARAH, KECEWA, DENDAM

2. Jangan Memilih JALAN PINTAS !

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”( Mat. 7:13-14). Jangan memilih jalan pintas saat mengalami Krisis, karena Tuhan ingin kita belajar untuk mencintai Proses bukan dengan jalan pintas. Banyak orang yang mengambil jalan pintas untuk cepat keluar dari krisis

3. Jangan Pernah MENJAUH DARI TUHAN.

Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.( Yak. 5:11)

Jika kita ingin berbahagia, belajarlah untuk bertekun didalam TUHAN. Kebanyakan orang saat sedang hidup bahagia, dia akan menjauh dari TUHAN, sebaliknya saat sedang susah dan krisis kita akan mendekat dengan TUHAN. Tetapi berbahagialah dan mengucapsyukurlah dalam berbagai keadaan, dan hiduplah tetap bertekun dan mengandalkan TUHAN, maka Tuhan akan membawa kita menjadi Pemenang dalam melewati KRISIS. Setiap dari kita akan melewati masa KRISIS, karena hal ini tidak dapat kita hindari. Tetapi sebagai orang percaya, kita harus menghadapi KRISIS yang di alami dan menang terhadap Krisis.

Kita harus tetap mendekat dan mengandalkan Tuhan saat melewati KRISIS, karena dengan berharap dan mengandalkan TUHAN lah, kita akan tetap kuat dan maju sebagai pemenang. AMIN.!

TUHAN YANG MEMBERI, TUHAN YANG MENGAMBIL, TERPUJILAH NAMA TUHAN! — Ayub

TC

2 thoughts on “Krisis Bukan Berarti Kritis”

  1. shalom. saya Raba Unggang dari daerah Kapit Sarawak. Semenjak saya mengikuti bacaan harian dari blog ini, saya rasa amat diberkati dan merasa kuat dalam iman,terima kasih Tuhan Yesus kerana memperkenalkan saya akan blog ini. puji Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *