Renungan Harian Senin, 15 Mei 2023
Di dalam Alkitab begitu banyak contoh-contoh tokoh Alkitab yang mengalami pertolongan Tuhan.Dan itu menjadi pedoman bagi kita orang-orang percaya kepada Tuhan. Salah satu contoh tokoh Alkitab yang mengalami pertolongan Tuhan adalah Naaman. Pada saat itu sebenarnya ada begitu banyak orang yang mengalami penyakit kusta. Namun hanya Naaman yang sembuh dari penyakit itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Langkah-langkah apa yang dilakukan oleh Naaman?
Kita semua percaya, bahwa hidup kita perlu pertolongan Tuhan, perlu jamahan Allah, namun kita perlu belajar dari kehidupan seorang Naaman tentang Langkah-langkah apa yang diambilnya, sehingga ia mendapat pemulihan dari Tuhan.
2 Raja-raja 5:1-14
Naaman adalah Panglima Aram (Siria), dan itu bukan daerah Israel. Itu adalah daerah orang yang tidak mengenal Tuhan, atau orang kafir, namun Tuhan memakai hidupnya, sehingga dia mengalami banyak kemenangan saat berperang. Disini kita dapat melihat bahwa Tuhan dapat memakai siapapun, baik dia mengenal Tuhan maupun tidak mengenal Tuhan.
Selain Naaman seorang Panglima, dia juga seorang yang terpandang, seorang pahlawan tantara yang artinya dia mengalami banyak kemenangan ketika berperang. Namun pada waktu itu sejaya-jayanya seseorang, ketika dia terkena penyakit kusta, semua itu tidak ada gunanya. Pada waktu itu penyakit kusta tidak bisa disembuhkan, dan waktu itu juga kusta selalu diidentik dengan dosa.
Imamat 13:2-3, “Apabila pada kulit badan seseorang ada bengkak atau bintil-bintil atau panau, yang mungkin menjadi penyakit kusta pada kulitnya, ia harus dibawa kepada imam Harun, atau kepada salah seorang dari antara anak-anaknya, imam-imam itu. Imam haruslah memeriksa penyakit pada kulit itu, dan kalau bulu di tempat penyakit itu sudah berubah menjadi putih, dan penyakit itu kelihatan lebih dalam dari kulit, maka itu penyakit kusta; kalau imam melihat hal itu, haruslah ia menyatakan orang itu najis.
5 Langkah “Penurunan” Naaman, sehingga ia mengalami mujizat:
MENDENGAR SARAN SEORANG BUDAK – GADIS TAWANAN
Pada waktu Naaman sedang berperang, ada begitu banyak gerombolan tawanan, salah satunya adalah seorang gadis Israel yang bekerjanya dirumahnya sebagai budak. Pada waktu gadis itu melihat tuannya sakit, dia berkata kepada istri tuannya bahwa ada seorang nabi di Israel yang mampu menyembuhkan penyakitnya. Dari sini kita melihat, bahwa gadis itu bukanlah seorang yang terpandang, dia hanya seorang bawahan saja.
1 Korintus 1:27, Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
“Pribadi yang memiliki sikap kerendahan hati selalu menyadari bahwa ia tidak dapat hidup dan berkarya sendiri tanpa kehadiran orang lain”. Dan pribadi yang rendah hati tidak akan meremehkan oranglain.
Ini termasuk juga orang-orang yang kecil, yang tingkat ekonomi dan pendapatannya mungkin rendah.
Filipi 2:1-3, Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
MOHON KEMURAHAN DARI MUSUH YANG PERNAH IA KALAHKAN
Naaman seorang panglima aram/siria, sekarang harus minta pertolongan dari seorang nabi yang berada di Israel. Ini bukanlah hal yang mudah, karena dia harus merendahkan diri memohon pertolongan kepada musuh yang dia lawan dulu saat berperang.
Markus 10:42-44, Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
Dari ayat ini kita belajar bahwa, jika kita ingin menjadi besar, kita harus merendahkan diri, termasuk dari orang yang pernah kita taklukkan.
MENUNGGU DI DEPAN RUMAH YANG SANGAT SEDERHANA
Terkadang dalam dunia ini, kita harus mengalami Langkah (penolakan), tidak diterima dilingkungan, tidka dihargai, dan lain sebagainya, namun ingat bahwa Tuhan mungkin sedang proses hati kita seperti Naaman.
Ibr 13:13 “Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya”
Ayat ini berbicara untuk kita yang percaya kepada Tuhan, dimana kita diminta untuk keluar untuk menanggung kehinaanNya. Mari kita ikuti langkah-langkah Yesus.
MELEPASKAN SEMUA ATRIBUTNYA.
Naaman seorang yang sangat terpandang di tempatnya, kini ditantang untuk melepaskan segala atributnya sebagai orang yang terpandang.
Filipi 2:5-8, Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Inilah yang Paulus tuliskan dalam hidup bersama sama, kenakan pikiran dan perasaan Kristus didalam kehidupan kita, yaitu kesetaraan dengan Allah, dan menjadi manusia yang tidak ada apa apanya.
Gal 2:20 – Adapun hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (TL)
MENENGGELAMKAN DIRI 7X DI SUNGAI YORDAN.
Ini adalah TAAT yang disertai dengan penyangkalan diri. Dalam hidup jika kita ingin mengalami mujizat Tuhan, taat menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kita lakukan. Dan orang yang menyangkal diri berarti rela melepaskan hak dan keinginannya, serta larut dalam apa yang Tuhan kehendaki.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Rangkuman Khotbah
Pdt. Daniel Rahardjo