Mahaduta



Renungan Harian Jumat, 20 September 2024

Paus Fransiskus
Paus Fransiskus adalah imam pertama sebagai orang Amerika latin keturunan Italia pertama yang terpilih sebagai Paus, lahir 17 Desember 1936, di Buenos aires Argentina, yang bernama lahir Jorge Mario Bergoglio. Sepanjang kehidupan publiknya, Paus Fransiskus terkenal karena kerendahan hatinya, penekanannya pada belas kasihan Tuhan, pandangan internasional sebagai paus, kepeduliannya terhadap orang miskin, dan komitmennya pada dialog antar agama. Dia dipuji karena memiliki pendekatan kepausan yang kurang formal daripada pendahulunya, misalnya memilih untuk tinggal di wisma Domus Sanctae Marthae daripada di apartemen kepausan di Istana Apostolik yang digunakan oleh Paus sebelumnya. Paus Fransiskus adalah seorang Mahaduta, Aryaduta, Ambasador Vatikan

Ambasador
Diambil dari Cambridge Dictionary, kata ambassador memiliki arti “perwakilan dari sebuah negara/lembaga yang menerima delegasi penuh untuk melakukan tanggung jawab yang ditugaskan oleh negara/lembaga tersebut“. Setiap ambassador mempunyai tugas yang spesial dan harus membawa nama baik sebagai representasi dari negara/lembaga yang mengutusnya
Jika seorang ambassador melakukan perbuatan yang tidak baik, maka reputasi sang pemberi delegasi juga ikut tercoreng / tercemar.

Peran seorang ambassador sangat penting, Kita adalah bagian dari ambassador kerajaan sorga
Yang telah dipilih sejak awal oleh Tuhan. Menjadi perwakilan Tuhan di dunia ini untuk memperjuangkan KEPENTINGAN SORGA yaitu mengabarkan Injil / kabar baik dari SORGA dan memenangkan jiwa. The Great Comission, atau amanat Agung yang diambil dari Matius 28:18, yaitu untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus. Akan ada banyak tantangan, hinaan, dan penolakan yang akan kita alami saat kita menjadi AMBASADOR SORGA

Proses Perjalanan Seorang AMBASADOR SORGA

DIPANGGIL Keluar dari Mesir. ~ Musa adalah God’s Ambassador.
Tuhan mengutusnya untuk membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir. Sebelum Musa menjadi God’s Ambassador, Musa harus keluar terlebih dulu dari Mesir, (Mesir melambangkan pola pikir dan gaya hidup dunia yang memperbudak manusia dalam dosa). Karena iman, maka Musa meninggalkan Mesir. Ia meninggalkan zona kenyamanannya (menjadi anak dari puteri Firaun, gaya hidup mewah, kehormatan, kenikmatan dunia) dan memilih untuk menggenapi rencana Tuhan baginya dan bagi bangsanya (Ibrani 11:24-27)

Tuhan memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1Petrus 2:9),
Dengan darah Tuhan Yesus Kristus yang tercurah di kayu salib, Ia menebus kita dari cara hidup kita yang sia-sia yang kita warisi dari nenek moyang kita (1Petrus 1:18-19) dan membawa kita menjadi warga negara sorga (Filipi 3:20)

BERJUMPA dengan RAJA.

Setelah Musa keluar dari Mesir, Tuhan memanggil Musa untuk menjadi duta-Nya melalui perjumpaan pribadi dengan Tuhan melalui nyala api yang keluar dari semak duri (Keluaran 3:1-2,9-10). Perjumpaan pribadi itulah yang mengubahkan hidup Musa dari seseorang yang hidup untuk dirinya sendiri menjadi orang yang mau hidup sebagai wakil Allah untuk membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir.

Kita mengasihi, karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19). Jadi, perjumpaan pribadi dengan Tuhan (mengalami dan merasakan kasih dan pengampunanNya dalam hidup kita) membuat kita mampu untuk mengasihi Allah dan sesama.

RAJA menanti RESPON dari AMBASADOR-NYA ~ Apakah Mau dan Bersedia ? Pada awalnya, Musa sempat menolak panggilan Tuhan karena dia gak pandai bicara. Tapi akhirnya dia mau taat waktu Tuhan berkata akan menyertai dan memperlengkapinya. Tuhan tidak memilih orang yang luar biasa, tetapi orang yang bersedia.  Tuhan milih Musa yang tidak pandai bicara (Keluaran 4:10-12).  Gideon yang penakut, Daud yang tidak segagah kakak-kakaknya, Petrus yang labil dan orang orang hebat Yang Tuhan pakai yang berawal sebagai orang biasa.  Tuhan lebih sering milih mereka yang punya kekurangan untuk mempermalukan mereka yang merasa diri hebat (1Korintus 1:27-29).  Justru dalam kelemahanlah kuasa Tuhan menjadi sempurna (2 Korintus 12:9). Tuhan memilih Musa karena hatinya lemah lembut (Bilangan 12:3). Tuhan memilih Daud karena hatinya melekat kepadaNYA (1Samuel 16:7)

RAJA Mengutus Ambasador-Nya

Sebelum Tuhan mengutus seseorang, Tuhan terlebih dulu mengurapinya (Yesaya 61:1a). Urapan itu berbicara tentang kuasa dan tuntunan Roh Kudus. Urapan hanya bisa didapatkan melalui kerendahan hati, kekudusan, dan keintiman dengan Dia. Seperti Musa yang intim dengan Tuhan maka ia mendapat tuntunan dan urapan kuasa Tuhan, dan Karena perjumpaan Musa dengan Tuhan, muka Musa bercahaya

Masa kerja seorang ambasador ada batasnya, demikian dengan kita sebagai ambasadornya Allah yang dibatasi oleh usia. Alkitab berkata bahwa kita hanya pendatang/perantau di bumi, kita hanya ditugaskan sementara saja di dunia sebelum akhirnya kembali ke Rumah Bapa di Sorga. Begitu singkatnya masa hidup manusia di dunia, sehingga Alkitab mengumpamakan hidup manusia seperti uap yang kelihatan sebentar saja lalu lenyap (Yakobus 4:14). Tuhan mengatakan bahwa kita harus mengerjakan pekerjaan Dia selama hari masih siang(Yohanes 9:4) yaitu selama masih ada kesempatan.

MISI yang dibawa Seorang AMBASADOR.

Membawa orang lain kepada Tuhan Yesus melalui kebenaran Firman Tuhan serta kesaksian hidup kita. Yesus adalah jalan kebenaran satu satunya, Keselamatan hanya ada di dalam Yesus
Di dalam DIA, ada KASIH, SUKACITA, DAMAI SEJAHTERA, KESABARAN, KEMURAHAN, KEBAIKAN, KESETIAAN, KELEMAHLEMBUTAN, PENGUASAAN DIRI dan ada PENGHARAPAN

REWARD Yang DITERIMA Seorang AMBASADOR adalah Menerima mahkota. Segala jerih payah kita dalam Tuhan tidak sia-sia (1 Korintus 15:58). Seorang ambasador yang menyelesaikan tugasnya dengan baik sampai akhir tugasnya akan mendapat upah dari Tuhan.

Jadi, jangan pernah lelah dalam mengerjakan panggilan sebagai ambasadornya Allah, jangan patah semangat, Sang Raja menanti kita di garis finish dengan mahkota ditanganinya bagi kita

  • Ambasador yang setia akan memperoleh mahkota kehidupan (Wahyu 2:10b).
  • Di Kerajaan Raja kita akan tinggal bersamaNYA (Yohanes 14:1-3)
  • Disana adalah tempat yang penuh SUKACITA dan tidak ada air mata (Wahyu 21:3)

Bahkan, Apa yang tidak pernah kita lihat, yang tidak pernah kita dengar, dan tidak pernah timbul dalam hati kita, semua disediakanNya bagi kita yang mengasihi Dia (1 Korintus 2:9).

Pdt. Budi Wahono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *