Elohim Ministry umum Masalah dan Solusi Hati yang Degil

Masalah dan Solusi Hati yang Degil



Renungan harian Senin, 02 Desember 2024

Pendahuluan
Hati yang degil adalah salah satu masalah terbesar manusia dalam relasinya dengan Tuhan. Dalam Markus 6, kita melihat bagaimana hati yang degil muncul dalam berbagai situasi: penolakan Yesus oleh orang-orang di kampung halaman-Nya, keputusan Herodes untuk membunuh Yohanes Pembaptis, dan ketidakmengertian para murid meskipun mereka menyaksikan mujizat Yesus.

Markus 6:52 menegaskan bahwa hati yang degil membuat seseorang sulit memahami karya Allah. Hati seperti ini adalah pilihan untuk tidak mengikuti terang dari Allah, yang pada akhirnya membawa kita kepada kegelapan dan kehancuran.

1. Ketidakpercayaan

Markus 6:1-6 Yesus ditolak di kampung halaman-Nya karena orang-orang di sana tidak percaya kepada-Nya. Mereka lebih fokus pada latar belakang Yesus sebagai tukang kayu dan keluarganya daripada pada hikmat dan kuasa yang Ia tunjukkan. Ketidakpercayaan mereka membuat Yesus tidak dapat mengadakan banyak mujizat di sana.

Ketidakpercayaan adalah salah satu ciri utama hati yang degil. Yohanes 12:35, Kata Yesus kepada mereka: “Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.”

 Yesus mengingatkan bahwa kita harus percaya kepada terang saat terang itu ada, supaya kegelapan tidak menguasai kita.

Hati yang degil adalah hasil dari pilihan untuk menolak terang Allah. Apakah kita bersedia membuka hati kita untuk percaya kepada karya Tuhan, meskipun tidak selalu sesuai dengan logika kita?

Hati yang degil… adalah Pilihan untuk tidak mengikuti terang yang kita terima dari Allah!

2. Dosa Kebiasaan (Habitual Sin)

Markus 6:20-24 Herodes sebenarnya menghormati Yohanes Pembaptis dan menikmati mendengar nasihatnya, tetapi ia terus terombang-ambing oleh dosa kebiasaannya. Ketika dosa dibiarkan tanpa pertobatan, hal itu akhirnya menghancurkan hati dan membutakan mata rohani.

Ibrani 3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang  lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

mengingatkan kita untuk saling menasihati agar tidak menjadi keras hati karena tipu daya dosa. Kebiasaan berdosa tanpa pertobatan perlahan-lahan membuat hati kita semakin degil, hingga kita tidak lagi peka terhadap suara Tuhan.

Apakah kita secara sadar memelihara dosa tertentu dalam hidup kita? Jangan biarkan dosa kebiasaan mengeraskan hati kita.

3. Kekecewaan Terpendam

Markus 6:35-36 Para murid menunjukkan kekecewaan mereka ketika menghadapi situasi sulit: mereka lelah, lapar, dan bingung di tengah malam. Kematian Yohanes Pembaptis juga menjadi pukulan berat bagi mereka.

Kekecewaan yang terpendam sering membuat hati kita menjadi degil. Kita mulai meragukan kasih Tuhan, mempertanyakan maksud-Nya, dan kehilangan kepercayaan kepada-Nya. Namun, Tuhan Yesus menunjukkan kesabaran-Nya. Dalam Markus 8:17-18, Dia dengan penuh kasih mengingatkan para murid untuk membuka hati dan memahami rencana-Nya.

Apakah kita menyimpan kekecewaan terhadap Tuhan atau situasi hidup kita? Tuhan sabar dan siap menolong, bahkan ketika hati kita sedang rapuh.

Sikap Tuhan Yesus terhadap Hati yang Degil

1. Dia Sabar, Yesus tidak langsung menghukum murid-murid-Nya ketika mereka tidak mengerti. Dia tetap memberi kesempatan kepada mereka untuk memahami dan bertumbuh.

2. Dia Tetap Menolong. Dalam Markus 6:48, Yesus melihat para murid yang kesulitan mendayung melawan angin sakal. Meskipun mereka tidak sepenuhnya memahami siapa Yesus, Dia tetap datang menolong mereka.

Kesabaran dan kasih Yesus adalah bukti bahwa Dia tidak menyerah kepada kita, bahkan ketika hati kita degil.

Undangan Kebenaran

Ibrani 3:15 berkata, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu.” Ini adalah undangan bagi kita untuk melembutkan hati dan merespons suara Tuhan dengan ketaatan.

Hati yang degil adalah pilihan. Kita dapat memilih untuk percaya, bertobat dari dosa, dan menyerahkan kekecewaan kita kepada Tuhan. Tuhan adalah Allah yang sabar, penuh kasih, dan selalu siap menolong. Mari kita membuka hati kepada-Nya hari ini dan biarkan Dia memperbarui hidup kita.

Yehezkiel 36:26: “Aku akan memberikan kepadamu hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu.”

Rangkuman Khotbah
Pdt Soerono

1 thought on “Masalah dan Solusi Hati yang Degil”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *