Elohim Ministry Bacaan Alkitab Hari ini  “MEMUTUSKAN RANTAI AMARAH”

 “MEMUTUSKAN RANTAI AMARAH”



Renungan Harian Jumat, 04 April 2025

Ayat Pokok : 1 Petrus 2:23, “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”

Shalom… Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.

Suatu hari, seorang anak kecil bernama Angelo bangun tidur dan menemukan gitar plastik kesayangannya telah dihancurkan oleh anak anjing pemburunya. Ia menangis sedih, sementara ibunya menjadi kesal melihatnya. Rasa kesal ini kemudian ia lampiaskan kepada suaminya, Tony, yang hendak berangkat kerja. Masih terbawa amarah dari rumah, Tony kemudian bersikap kasar kepada sekretarisnya di kantor. Sekretaris itu pun menjadi tidak nyaman, dan saat istirahat, ia melampiaskan kekesalannya dengan mendamprat rekan kerjanya. Tak lama kemudian, rekannya merasa sakit hati dan memutuskan untuk mengundurkan diri. Di sore hari, setelah melalui perjalanan yang penuh kemacetan, atasan sekretaris itu tiba di rumah dengan hati penuh kemarahan. Ia kemudian menegur anaknya, Nelson, yang meninggalkan sepedanya di garasi. Nelson pun masuk ke kamarnya dengan marah, membanting pintu, dan menendang anjing peliharaannya.

Apa yang kita lihat dari cerita ini?
Sebuah rantai amarah terjadi. Seseorang menerima perlakuan buruk, kemudian melampiaskannya kepada orang lain, dan begitu seterusnya. Jika tidak dihentikan, rantai ini akan terus menyebar dan menyebabkan lebih banyak luka serta kerusakan. Padahal, dalam situasi tersebut yang dibutuhkan adalah seseorang yang menyerap perlakuan tidak adil itu dan tidak meneruskannya kepada orang lain.

Raja Daud menuliskan dalam Mazmur yang dia tulis demikian; “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.” [Mazmur 37:8]

Dalam situasi dan kondisi yang seperti inilah orang kristiani memiliki kesempatan yang unik. Dengan mengetahui kehendak Bapa, memerhatikan teladan Sang Putra, dan bersandar pada pertolongan Roh Kudus, kita dapat menanggung perlakuan buruk serta menunjukkan sikap lebih baik kepada orang lain. Dalam reaksi berantai karena frustrasi dan marah seperti di atas, kita dapat menjadi orang terakhir dan tidak meneruskannya dengan tidak menuruti emosi dan melakukan tindakan yang Rohani.

Dalam 1 Petrus 2:23, Rasul Petrus mengingatkan kita tentang teladan Yesus Kristus. Ketika Yesus dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki. Ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam atau membalas dendam. Sebaliknya, Ia menyerahkan segalanya kepada Bapa yang menghakimi dengan adil.

Yesus memiliki hak penuh untuk marah dan membalas setiap ketidakadilan yang Ia alami. Namun, Ia memutus rantai amarah dengan memilih untuk menanggapi dengan kasih dan pengampunan. Bahkan di atas kayu salib, Ia berdoa:

📖 Lukas 23:34 “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Yesus mengajarkan kita bahwa kebebasan sejati bukanlah dengan membalas kejahatan, tetapi dengan mengampuni dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan.

Marah adalah reaksi alami ketika kita menghadapi ketidakadilan atau perlakuan buruk. Namun, Alkitab mengajarkan kita untuk tidak membiarkan amarah menguasai hati kita, karena kemarahan yang tidak terkendali hanya akan membawa kepada dosa dan kehancuran.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus, perlakuan tidak adil akan selalu ada di sekitar kita bahkan terjadi kepada kita. Apakah kita tidak boleh marah??? Padahal marah adalah tindakan yang manusiawi dan wajar karena ada ketidakadilan yang terjadi, namun marilah kita kendalikan dan kontrol emosi kita. Alkitab menuliskan bahwa “amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” [Yakobus 1:20]

Hikmat Hari Ini: Ketika kita memutus rantai amarah, kita bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga membawa damai bagi orang lain.

Kiranya Roh Kudus menolong kita semua untuk hidup dalam kasih dan pengampunan. Amin. Tuhan Yesus memberkati!

Tuhan Memberkati.

DS

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *