Elohim Ministry youth MENGHIDUPI KESETIAAN KEPADA TUHAN

MENGHIDUPI KESETIAAN KEPADA TUHAN



Renungan harian Youth, Rabu 06 November 2024
WAHYU 2 : 10
Kesetiaan penting dalam hidup kita sebagai anak Tuhan. Bahkan Tuhan menginginkan kesetiaan itu untuk kita lakukan sampai pada akhir kehidupan kita. Karena ada beberapa orang yang awalnya adalah orang yang percaya tapi dalam perjalanan kehidupannya maka dia tidak lagi setia untuk mengikut Tuhan sampai pada akhirnya meninggalkan Tuhan atau menyangkal imannya kepada Tuhan.

Smirna adalah pusat penyembah kepada kaisar yang paling penting. ada banyak dewa Yunani dan Romawi lainnya yang disembah masyarakat Smirna akan tetapi penyembahan kepada Kaisar memiliki kedudukan penting di Smirna. Karena mereka ingin menunjukkan ketaatan mereka kepada Roma. Mereka yang berkomitmen kepada Yesus berada dalam posisi yang rawan. Pada masa itu hanya orang Yahudi yang secara resmi di izinkan menjalankan ibadah mereka dalam wilayah Kekaisaran Roma dan mereka di bebaskan dari kewajiban menyembah Kaisar serta dewa-dewa bangsa Roma. Pemerintah Roma mengakui Yudaisme sebagai salah satu agama kuno ditengah masyarakat.
Dalam Firman Tuhan ini dijelaskan bahwa Tuhan menasehatkan untuk jemaat Smirna mempertahankan kesetiaan itu sampai mati. Kondisi jemaat orang percaya kepada Tuhan di Smirna penuh dengan tekanan akan tetapi mereka tetap mempertahankan kesetiaan mereka. Wahyu 2:9 (TB) Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. Artinya ujian untuk mempertahankan kesetiaan mereka begitu sulit. Tentunya tidak mudah bagi mereka untuk mempertahankan iman mereka kepada Tuhan. Tetapi mereka memiliki pemimpin jemaat yang bernama Polikarpus yang memberikan teladan tentang bagaimana mempertahankan kesetiaan itu sampai mati.

Polikarpus adalah seorang uskup dan dia adalah murid lansung dari Yohanes. Polikarpus dikenal sebagai hamba Tuhan yang mati sahid ( Martir) Dibakar hidup – hidup. Sebelum kematiannya dia diberikan tawaran untuk menyangkal imannya akan tetapi dia berkata “Selama 86 tahun aku telah mengabdi kepada Kristus dan Ia tidak pernah menyakitiku. Bagaimana aku dapat mencaci Raja (Kristus) yang telah menyelamatkanku.

Bagaimana Kita Dapat Mempertahankan Kesetiaan Sampai Akhir?

Setia kepada Tuhan bukanlah hal yang mudah, terutama ketika kita menghadapi pencobaan, tekanan, atau bahkan penolakan karena iman kita. Berikut adalah tiga hal yang dapat kita ingat agar kita tetap setia kepada Tuhan sampai akhir, bahkan hingga titik kematian.

Ingatlah bahwa Kesetiaan adalah Teladan dari Tuhan Yesus
Yesus Kristus adalah contoh tertinggi dalam hal kesetiaan kepada Tuhan Bapa. Dalam Filipi 2:8, dikatakan bahwa Yesus, meskipun adalah Anak Allah, rela merendahkan diri-Nya, menjadi manusia, dan bahkan taat sampai mati di kayu salib. Ini menunjukkan bahwa kesetiaan sejati bukan hanya soal berpegang teguh ketika segalanya berjalan baik, tetapi juga tetap berkomitmen dalam ketaatan, sekalipun harus mengalami penderitaan dan kesulitan.

Kesetiaan Yesus kepada Allah bukan didasarkan pada kenyamanan atau keuntungan, tetapi pada kasih dan ketaatan yang mendalam. Dia tahu bahwa ketaatan-Nya akan membawa keselamatan bagi dunia. Sebagai pengikut Kristus, kita juga dipanggil untuk mengikuti teladan kesetiaan ini—melalui tindakan nyata, dengan cara menaati Firman Tuhan dan melakukan kehendak-Nya dalam hidup kita.

Ingatlah bahwa Kesetiaan Membawa Kepercayaan atau Tanggung Jawab yang Lebih Besar
Tuhan menghargai kesetiaan dalam hal-hal kecil, karena itu menunjukkan bahwa kita dapat dipercayai dalam hal-hal yang lebih besar. Dalam Lukas 16:10, Yesus mengajarkan bahwa “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” Prinsip ini mengajarkan kita bahwa jika kita setia dalam tugas sehari-hari dan hal-hal yang sederhana, Tuhan akan mempercayakan kita dengan tanggung jawab yang lebih besar dan berkat yang lebih banyak.

Tuhan melihat hati kita dan kesediaan kita untuk setia pada apa yang telah dipercayakan-Nya. Seperti dalam Matius 22:21, di mana Yesus mengajarkan tentang memberi kepada Allah apa yang menjadi hak-Nya, kita juga dipanggil untuk memberikan seluruh hati kita dalam hal-hal kecil dan besar, sehingga hidup kita berkenan di hadapan-Nya.

Ingatlah bahwa Kesetiaan Membawa Mahkota Kehidupan
Dalam Wahyu 2:10, Tuhan berjanji bahwa mereka yang setia sampai akhir akan menerima mahkota kehidupan. Ayat ini ditujukan kepada jemaat di Smirna yang mengalami banyak kesusahan dan penindasan. Yesus menguatkan mereka agar tidak takut menghadapi penderitaan, karena mereka akan menerima hadiah kekal—mahkota kehidupan—jika tetap setia hingga akhir. Mahkota kehidupan ini adalah janji kebahagiaan kekal bagi mereka yang setia dan bertahan dalam ujian dan kesulitan.

Mahkota kehidupan mengingatkan kita bahwa segala ujian di dunia ini bersifat sementara, tetapi hadiah dari Tuhan adalah kekal.

Tidak ada penderitaan atau tekanan di dunia ini yang dapat menandingi sukacita abadi bersama Tuhan. Jadi, saat kita menghadapi tantangan, ingatlah bahwa kesetiaan kita pada Tuhan akan berbuah pada kehidupan kekal dan kebahagiaan abadi bersama-Nya.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

AH – NDK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *