Elohim Ministry umum Menghormati Hak Allah

Menghormati Hak Allah



Bacaan: 1 Samuel 24 : 1 – 22

Syalom saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .

            Pagi itu, seorang petani sedang memeriksa tanaman di tanah pertaniannya. Ketika ia sampai di ujung tanahnya, darahnya mendidih. Lagi-lagi ada orang memanfaatkan lokasi tanah pertaniannya yang terpencil untuk membuang sampah secara ilegal di sana. Ketika petani itu memindahkan kantong-kantong sampah yang berisi sisa makanan itu ke bak truknya, ia menemukan sehelai amplop. Pada amplop itu tercetak alamat si pelaku. Ia berpikir, sungguh kesempatan yang terlalu bagus untuk dilewatkan. Malam itu ia pergi ke rumah si pelaku dan memenuhi halaman rumah orang itu dengan sampah—bukan hanya sampah yang dibuang di ladangnya tetapi juga sampahnya sendiri!

            Mungkin balas dendam itu membawa kenikmatan tersendiri. Namun, apakah tindakan itu dapat dibenarkan? Dalam 1 Samuel 24, Daud dan anak buahnya bersembunyi di sebuah gua untuk melarikan diri dari kejaran Raja Saul yang ingin membunuhnya. Ketika Saul berjalan masuk ke dalam gua yang sama untuk membuang hajat, anak buah Daud melihat hal itu sebagai kesempatan yang tidak boleh dilewatkan untuk membalas dendam (ay.4-5). Namun, Daud menolak untuk mengikuti nafsu membalas dendam. “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku,” katanya (ay.7). Ketika Saul mengetahui bahwa Daud memilih untuk tidak membunuhnya, ia hampir tidak percaya. “Engkau lebih benar dari pada aku,” serunya (ay.18-19).

            Bahkan pada 1 Samuel 26, kita melihat saat Daud diburu oleh raja Saul yang menghendaki kematiannya, dan untuk kedua kalinya Daud membiarkan Saul hidup. Dari sudut pandang duniawi hanya orang bodoh yang membiarkan kesempatan itu berlalu. Namun cara berpikir Daud berbeda dari kebanyakan orang yang cenderung memikirkan kepentingan diri sendiri Daud tidak melupakan Tuhan, tetapi Daud tidak melupakan Allah yang berdaulat atas milikNya ( ay 9, 11).

Ia percaya dan menunggu waktu Tuhan. Tuhan sendiri yang akan bertindak sebagai hakim dan akan tiba saatnya, Saul akan menerima hukuman bagi kejahatanya, sesuai dengan keadilan Tuhan ( ayt 10, Roma 12 : 19).

Alasan Daud tidak membunuh Saul karena bukan haknya (ayat 23) . Disini 3x Daud mengatakan untuk tidak menjamah atau mengusik orang yang diurapi Tuhan. (Ayat 9, 12, 23 ).

            Tuhanlah yang mengurapi Saul, Saul bertanggung jawab sepenuhnya kepada Allah  dan Daud menghormati  Saul ( sekalipun Roh Tuhan telah undur  dari Saul. Bagaimana dari kisah ini ??? Kita melihat kehidupan Saul merosot  dan ia berakhir dengan bunuh diri.

Dan kita melihat sebaliknya karakter Daud terbentuk , Daud dimuliakan Allah menjadi raja Israel  dan diberkati Allah. Karena itu marilah kita belajar meneladani Daud yaitu dia mengerti dan menghormati hak Allah.

Tuhan memberkati.

EW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *