Elohim Ministry umum Menjadi  Penyemangat

Menjadi  Penyemangat



Renungan Harian, Selasa 09 Desember 2025

Bacaan : Roma 1:8-15

Nats : Roma 1:11,12, Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.”

Syalom bapak ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .

Ron baru saja lulus dari sekolah Alkitab dan telah menjadi pendeta muda sekitar 3 bulan. Sebagian jemaat muda tampaknya sengaja membuatnya kesal, beberapa jemaat tua mulai mengkritiknya, dan pemuda itu mulai berkecil hati. Suatu kali, ketua majelis gereja mengundangnya makan siang. “Aduh,” keluhnya pada istrinya. “Saya akan menghadapi masalah.” Saat makan siang, ketua majelis itu menatap langsung ke matanya dan berkata, “Saya dengar Anda mendapat banyak kritikan. Saya ingin memberi tahu Anda bahwa menurut para majelis, Anda bekerja dengan baik. Memang, tak ada hal serius yang terjadi saat ini, tetapi kami yakin hal itu bisa saja terjadi. Anda bekerja sesuai dengan apa yang kami minta. Pertahankanlah.”

Ron meninggalkan ruang pertemuan dengan kepala tegak dan hati riang. Ia bekerja dengan rasa percaya diri yang diperbarui. Tak lama, kelompok kaum muda di gerejanya mulai berkembang, baik secara jumlah maupun kualitas rohaninya.

Apa yang dibutuhkan orang yang masih berjuang atau dalam tahap-tahap belajar adalah orang yang bersedia mensupport mereka secara moril. Bukan hanya anak-anak muda yang masih belajar tetapi juga mereka yang sedang menghadapi ujian dalam kehidupan, sedang berhadapan dengan situasi-situasi sulit atau masalah. Pada suatu ketika kita harus kembali kepada hakekat seorang manusia yang tidak mampu bertahan hidup sendirian.

Ketika Yesus hadir di dunia, Dia pun mengetahui hal yang sama. Lihatlah apa yang diputuskan Yesus saat mengutus kedua belas murid untuk melakukan pekerjaan mereka. “Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua..” (Markus 6:7). Tuhan Yesus meminta para murid melakukan tugasnya tidak sendirian tetapi setidaknya berdua agar bisa saling menguatkan dan membantu.

Selanjutnya mari kita lihat apa yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Roma. “Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.” (Roma 1:11-12). Ia berkata, “saya datang agar kita sama-sama bisa mempergunakan karunia rohani kita untuk saling menguatkan. Iman saya menguatkan kalian, iman kalian menguatkan saya.” Di ayat sebelumnya kita melihat bahwa Paulus terus berdoa agar ia diijinkan untuk bisa mengunjungi mereka. Kita tahu betapa berharganya hal itu bagi mereka. Jemaat di Roma tentu sangat senang ketika melihat bahwa ternyata ada orang yang peduli dengan mereka.

Demikian pula, kepada kita Dia memberikan Penolong, Roh Kudus untuk menyertai, membimbing, mengingatkan dan membantu kita dalam setiap langkah yang kita jalani. “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yohanes 14:16).

Kalau kita sadar bahwa kita tidak pernah bisa hidup sendirian dan selalu butuh orang lain yang mau menyemangati dan menolong, bukankah kita pun sebenarnya harus bersedia untuk menjadi penghibur atau penyemangat sesama kita juga?  Jangan-jangan kita masih terlalu sibuk mementingkan diri sendiri dan tidak peduli terhadap orang lain? Sudahkah kita meluangkan waktu sejenak untuk membantu mereka? Atau maukah kita untuk itu? Tidak tahu harus bilang apa, tidak mampu memberikan apa-apa bukan masalah, karena seringkali sekedar menjadi pendengar yang baik pun sudah berarti besar buat mereka.

Jika Anda menerima dukungan yang tak terduga hari ini, bersyukurlah kepada Allah atas semuanya itu. Dan bila Roh Kudus memimpin Anda untuk menyemangati seseorang, pergi dan lakukanlah. Jadilah seorang penyemangat. Anda dan orang yang Anda semangati akan bersukacita karenanya —Dave Egner

PERCIKAN SEBUAH DUKUNGAN MAMPU MENGHANGATKAN DAN MENYEMANGATI KEMBALI HATI KITA

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, setiap kita dipanggil untuk menjadi saluran kasih dan penguat bagi sesama. Dalam dunia yang sering melemahkan semangat dan menekan hati, kehadiran seseorang yang mau memberi dukungan, sekadar mendengar, atau berkata, “Aku percaya padamu,” bisa menjadi seperti air sejuk di padang yang gersang. Rasul Paulus memahami hal ini dengan sangat mendalam. Ia tahu bahwa iman yang teguh dibangun melalui kebersamaan, melalui saling meneguhkan dan saling menguatkan.

Demikian pula, kita pun dipanggil untuk menjadi penyemangat bagi orang-orang di sekitar kita — di rumah, di gereja, di tempat kerja, bahkan di tengah komunitas yang mungkin sedang rapuh. Kita tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk bisa menguatkan orang lain, karena justru melalui kelemahan dan empati kita, kasih Kristus dapat terpancar nyata. Jadilah penyemangat, bukan pengkritik; penghibur, bukan penghukum. Biarlah setiap kata dan tindakan kita menjadi saluran kasih Allah yang memulihkan dan menghidupkan semangat iman sesama.

Hikmat Hari Ini

“Percikan sebuah dukungan mampu menghangatkan dan menyemangati kembali hati yang mulai dingin.” Kita diberkati bukan hanya untuk kuat sendiri, tetapi untuk menguatkan orang lain.

Tuhan Memberkati

TC

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

2 thoughts on “Menjadi  Penyemangat”

  1. Artikel ini benar-benar menyentuh hati. Pesannya tentang kekuatan sederhana menjadi penyemangat bagi orang di sekitar kita sangat relevan, terutama di masa sekarang. Bahasa yang digunakan juga hangat dan mengalir dengan baik.

    Di bagian akhir, Anda menyebutkan bahwa semangat itu “menular.” Apakah ada contoh konkret atau pengalaman pribadi tentang bagaimana satu tindakan penyemangat kecil bisa memulai efek berantai yang lebih besar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *