Renungan Harian Selasa, 17 Desember 2024
Bacaan : Lukas 4:14-21
Nats : Lukas 4:18,19, Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, … untuk membebaskan orang-orang yang tertindas
Syalom bapak ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .
Dalam perjalanan menuju Museum Seni Metropolitan di New York pada bulan Desember, serorang pengunjung berhenti sejenak untuk mengagumi pohon Natal yang menakjubkan. Pohon itu dihiasi boneka malaikat dan dasarnya dikelilingi oleh patung-patung dari abad ke-18 yang menggambarkan kelahiran Kristus. Jumlahnya hampir 200 patung. Di antaranya terdapat para gembala, orang majus, dan penduduk kota. Mereka memandangi palungan dengan penuh harap atau menatap para malaikat dengan takjub. Namun, ada satu patung yang tampak berbeda dari yang lainnya, yaitu patung pria tanpa alas kaki, yang membawa beban berat di punggungnya dan menundukkan kepala. Hatinya tersentak, pria ini seperti kebanyakan orang saat ini, yang sangat berbeban berat karena belum bertemu Sang Mesias.
Natal masih beberapa hari lagi. Namun, tidaklah terlalu awal bagi kita untuk mulai memikirkan cara merayakannya sedemikian rupa sehingga orang lain dapat mengetahui bahwa Yesus pernah hidup di dunia ini sebagai manusia sejati. Apa yang dapat kita lakukan untuk memberikan kesaksian bahwa bayi yang lahir di Betlehem itu adalah Putra tunggal Allah yang memberikan nyawa-Nya untuk menyelamatkan kita dari dosa?
Natal dapat menjadi saat yang tidak menyenangkan bagi mereka yang menderita karena beban kerja yang berat, ketegangan dalam keluarga, dan kehilangan. Namun, patut diingat bahwa Kristus datang ke dunia ini untuk mengangkat kepala orang yang tertunduk karena beban berat. Yesus mengutip perkataan Yesaya untuk memberitahukan misi yang diberikan Allah kepada-Nya bagi dunia: “Untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang yang berbeban berat; … untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas” (Lukas 4:18,19).
Rasul Yohanes, rekan sekerja Tuhan Yesus, mengajarkan bahwa sikap hidup kita sebagai orang yang sudah diampuni dan diubahkan menjadi kesaksian terbaik yang dapat kita berikan untuk menyatakan bahwa Yesus benar-benar Anak Allah, manusia sejati. Ia menulis, “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (1 Yohanes1:7). Dan “barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang” (2:10).
Hadiah paling berharga yang dapat kita berikan adalah hidup kita yang menunjukkan keberadaan Kristus yang sungguh-sungguh nyata pada Natal tahun ini, mari sampaikan kado terindah itu bagi mereka yang berbeban berat bahwa ada bayi Yesus yang kelak akan mengangkat beban dan dosa dari kita manusia yang berdosa ini. Yesus datang untuk mengangkat beban kita sehingga kita dapat mengangkat kepala kita untuk menyambut-Nya saat Natal tiba.
Tuhan Yesus Memberkati
TC.