Renungan Harian, Jumat 28 Agustus 2026
“Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.” — 1 Korintus 15:20
Syalom, damai sejahtera bagi kita semua!
Setiap orang tentu memiliki cara berbeda dalam memandang kehidupan. Ada yang mengukur kehidupan dari kesehatan, keberhasilan, kenyamanan, pencapaian, atau banyaknya hal yang dapat dimiliki. Ketika keadaan berjalan baik, kita mudah bersyukur dan bersukacita. Namun, ketika menghadapi kegagalan, keterbatasan, penyakit, kehilangan, atau keadaan yang tidak sesuai harapan, tidak mudah bagi kita untuk tetap melihat kehidupan sebagai sesuatu yang patut disyukuri.
Di tengah dunia yang sering mengajarkan bahwa kebahagiaan bergantung pada keadaan, sebagai orang percaya kita memiliki dasar yang jauh lebih kokoh. Kita merayakan kehidupan bukan karena hidup selalu mudah, melainkan karena Kristus telah memberikan makna, pengharapan, dan kehidupan yang baru kepada kita. Paulus menegaskan bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung. Kebangkitan Kristus menjadi dasar pengharapan orang percaya bahwa maut bukanlah akhir. Bahkan, melalui Kristus kita menerima kehidupan baru. Firman Tuhan berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17).
Karena itu, merayakan kehidupan bagi orang percaya bukan sekadar menikmati kehidupan duniawi, melainkan menjalani kehidupan sebagai anugerah Allah dan mengarahkannya bagi kemuliaan-Nya.
1. Kita Merayakan Kehidupan Karena Kristus Telah Bangkit
Dasar sukacita orang percaya bukanlah keadaan yang selalu menyenangkan, tetapi kemenangan Kristus atas maut. Kebangkitan Yesus adalah pusat pengharapan iman Kristen. Paulus menyatakan bahwa Kristus adalah “yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.” Ia juga menjelaskan bahwa sebagaimana maut datang melalui Adam, demikian pula kebangkitan orang mati datang melalui Kristus.
Artinya, kehidupan kita tidak berhenti pada apa yang dapat kita lihat dan rasakan hari ini. Ada pengharapan yang lebih besar di dalam Kristus. Karena itu, penderitaan, keterbatasan, bahkan perjalanan hidup yang penuh pergumulan tidak memiliki kata terakhir atas hidup kita. Kita boleh menangis ketika mengalami kehilangan. Kita boleh merasa lelah ketika menghadapi pergumulan. Namun, kita tidak perlu kehilangan pengharapan. Kebangkitan Kristus mengingatkan kita bahwa Allah sedang membawa umat-Nya kepada kehidupan yang jauh lebih besar daripada apa yang dapat kita pahami sekarang.
Kita merayakan kehidupan karena Kristus hidup, dan karena Dia hidup, pengharapan kita juga hidup.
2. Kita Merayakan Kehidupan Sebagai Ciptaan Baru
Ada kalanya kita sulit menikmati kehidupan karena terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Kita melihat keberhasilan orang lain lalu merasa kehidupan kita kurang berarti. Kita melihat kelebihan orang lain lalu memandang keterbatasan diri sebagai alasan untuk tidak bersyukur.
Padahal, nilai kehidupan kita tidak ditentukan oleh perbandingan dengan orang lain. Di dalam Kristus, kita memiliki identitas yang baru. “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.” Karena itu, jangan sampai kita menghabiskan hidup dengan terus-menerus meratapi apa yang tidak kita miliki sehingga lupa mensyukuri apa yang telah Tuhan percayakan.
Merayakan kehidupan berarti belajar melihat setiap hari sebagai kesempatan dari Tuhan. Kesempatan untuk bertumbuh, mengasihi keluarga, menolong sesama, bekerja dengan jujur, melayani, menggunakan talenta, dan menjadi berkat di mana pun Tuhan menempatkan kita. Kehidupan tidak harus sempurna terlebih dahulu untuk dapat disyukuri. Bahkan di tengah keterbatasan, kita tetap dapat menemukan alasan untuk berkata, “Tuhan, terima kasih untuk kehidupan yang Engkau percayakan kepada saya hari ini.”
3. Kita Merayakan Kehidupan Dengan Menghidupinya Bagi Tuhan
Kebangkitan Kristus tidak hanya memberikan penghiburan untuk kehidupan yang akan datang. Kebangkitan juga memberikan arah bagi kehidupan kita sekarang. Yesus yang bangkit memberikan Amanat Agung kepada murid-murid-Nya untuk pergi, menjadikan semua bangsa murid-Nya, membaptis mereka, dan mengajarkan segala sesuatu yang telah diperintahkan-Nya. Dengan demikian, kehidupan yang telah ditebus Kristus bukan kehidupan yang dijalani tanpa tujuan.
Apa pun profesi dan tanggung jawab kita—sebagai orang tua, pekerja, pendidik, pelayan Tuhan, pengusaha, tenaga kesehatan, pemimpin, maupun dalam berbagai bidang lainnya—kita dapat menjadikan kehidupan kita sebagai alat untuk menghadirkan kebaikan Allah. Kita mungkin tidak selalu melihat hasil dari apa yang kita kerjakan. Bahkan, melakukan kehendak Tuhan terkadang membawa kita melewati kesulitan dan pengorbanan. Namun, hidup yang diberikan kepada Kristus tidak pernah sia-sia.
Merayakan kehidupan berarti menggunakan kehidupan yang Tuhan berikan untuk mengasihi, melayani, berkarya, dan menjadi berkat.
Kesimpulan
Jemaat Tuhan yang terkasih, merayakan kehidupan bukan berarti menutup mata terhadap realitas penderitaan, keterbatasan, dan pergumulan. Oleh sebab itu, marilah kita menjalani setiap hari dengan ucapan syukur, tidak terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain, dan menggunakan kehidupan yang Tuhan percayakan untuk mengasihi, melayani, serta memuliakan nama-Nya.
Refleksi Renungan Hari ini
Kita dipanggil untuk melihat kehidupan sebagai anugerah Tuhan, bukan semata-mata berdasarkan keadaan yang sedang kita alami. Kita mungkin memiliki keterbatasan, menghadapi kegagalan, mengalami kehilangan, atau sedang berada dalam pergumulan, tetapi kita tetap memiliki alasan untuk bersyukur karena Kristus telah bangkit dan memberikan kehidupan yang baru.
Hikmat Hari Ini
“Kita tidak merayakan kehidupan karena semuanya sempurna, tetapi karena Kristus telah memberikan makna, pengharapan, dan kehidupan yang baru kepada kita.”
Doa Meresponsi Firman Tuhan Hari Ini
Tuhan Yesus, kami bersyukur karena melalui kematian dan kebangkitan-Mu, Engkau memberikan kepada kami pengharapan yang baru. Ampuni kami apabila selama ini kami terlalu berfokus pada kekurangan, kegagalan, keadaan yang sulit, atau membandingkan kehidupan kami dengan orang lain sehingga kami lupa mensyukuri anugerah-Mu. Ajarlah kami melihat setiap hari sebagai pemberian-Mu dan menggunakan kehidupan yang Engkau percayakan untuk mengasihi, melayani, bekerja dengan setia, dan menjadi berkat bagi sesama. Teguhkan iman kami agar dalam sukacita maupun pergumulan kami tetap memiliki pengharapan karena Kristus hidup. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Rangkuman EFF
Budi Wahono
JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>
Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada pagi hari ini.