Renungan Harian Anak, Selasa 17 Desember 2024
Selamat pagi adik-adik yang dikasihi Tuhan Yesus! Bagaimana kabar kalian hari ini? Kakak berdoa semoga kalian semua dalam keadaan sehat, penuh sukacita, dan semangat untuk menjalani hari ini. Sebelum kita memulai aktivitas, yuk kita bersama-sama belajar dari firman Tuhan tentang Berpisah dari Masa Lalu.
Adik-adik, tahukah kalian bahwa salah satu hal yang sering menghambat seseorang untuk maju adalah masa lalunya? Masa lalu bisa berupa kenangan buruk seperti kesedihan, kekecewaan, atau trauma. Tapi tidak hanya hal buruk saja yang bisa menghambat kita, loh! Kadang, kenangan baik seperti keberhasilan, kesuksesan, atau prestasi juga bisa menjadi penghalang.
Kok bisa ya hal-hal baik malah menjadi penghambat? Karena terkadang orang terlalu puas dengan keberhasilan masa lalu sehingga mereka berhenti berusaha. Mereka tidak lagi mau belajar atau mencoba hal-hal baru karena merasa sudah cukup hebat. Akhirnya, mereka tidak berkembang lebih jauh dan tidak mencapai potensi maksimal yang Tuhan sudah rencanakan untuk mereka.
Belajar dari Rasul Paulus
Di Alkitab, kita belajar dari seorang tokoh yang memutuskan untuk melupakan masa lalunya, baik hal buruk maupun prestasinya yang bisa membuat lupa diri. Dia adalah Rasul Paulus. Sebelum mengenal Tuhan Yesus, Paulus adalah seorang yang sangat terdidik. Dia belajar langsung dari seorang guru terkenal bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati. Paulus juga dikenal sebagai orang yang sangat paham hukum Taurat dan kitab-kitab nabi. Namun, Paulus juga punya sisi kelam dalam hidupnya. Sebelum mengenal Tuhan Yesus, ia menganiaya orang-orang Kristen. Paulus punya masa lalu yang penuh kebanggaan sekaligus dosa. Namun, ketika Paulus mengenal Tuhan Yesus, ia mengambil keputusan yang luar biasa. Dalam Filipi 3:13, Paulus berkata bahwa ia melupakan segala hal yang ada di belakangnya. Baik kebanggaan maupun kesalahan masa lalunya ia tinggalkan. Mengapa? Karena ia menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu pengenalan akan Tuhan Yesus.

Adik-adik, kita bisa belajar dari Paulus untuk tidak terjebak pada masa lalu. Jika ada kenangan buruk yang membuat kita sedih atau takut, kita harus belajar menyerahkannya kepada Tuhan. Tuhan Yesus bisa menyembuhkan luka hati kita.
Jika ada prestasi atau keberhasilan yang membuat kita merasa puas dan berhenti berusaha, kita juga harus melangkah maju. Tuhan masih punya banyak rencana yang indah untuk hidup kita, dan kita tidak boleh berhenti hanya karena merasa sudah cukup dengan apa yang kita capai sebelumnya.
Adik-adik alau ada hal-hal di masa lalu yang menyakitkan kita perlu untuk datang kepada Tuhan dalam doa. Mintalah Tuhan untuk memberikan pertolongan untuk kita bisa mengampuni dan melepaskan setiap sakit yang ada. Ingatlah untuk tetap Fokus bahwa Tuhan sudah menata kehidupan kita dan Tuhan berjanji bahwa Dia memiliki rencana yang luar biasa untuk masa depan kita. Seperti Paulus, kita harus mengejar hal-hal yang lebih berharga, yaitu mengenal Tuhan Yesus lebih dalam dan menjalani hidup sesuai kehendak-Nya. Jangan sampai kita merasa berpuas diri dan tidak mau berkembang.
Dan yang terpenting adalah Teruslah Berusaha, Jangan berhenti belajar dan mencoba hal-hal baru. Jangan biarkan masa lalu menghalangimu untuk berkembang dan menjadi lebih baik.
Adik-adik, Tuhan ingin kita maju dan menjadi lebih baik setiap hari. Untuk itu, kita harus berani berpisah dari masa lalu, baik yang buruk maupun yang baik. Mari kita fokus kepada Tuhan Yesus, karena pengenalan akan Dia jauh lebih berharga dari apa pun di dunia ini.
Ayat Hafalan:
Filipi 3:8b Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”
Komitmenku hari ini
Aku mau belajar untuk melupakan masa lalu dan hal buruk yang pernah aku alami, aku mau tetap melangkah maju dan belajar dari kegagalan yang pernah aku alami.
Selamat menjalani hari, adik-adik!
Jangan takut melangkah maju bersama Tuhan Yesus. 😊
Mik – KCP