Elohim Ministry youth OPTIMIS DAN REALISTIS DALAM TUHAN

OPTIMIS DAN REALISTIS DALAM TUHAN



Renungan Harian Youth, 02 September 2023

Ayat                     : 2 Korintus 12:7 -10

Syalom, selamat pagi teman-teman remaja dan pemuda semuanya. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita semua sehat selalu dan dalam lindungan Tuhan.

Jika kita berbicara tentang hidup, maka tentunya tidak lepas dari peluang-peluang yang terjadi selama prosesnya. Peluang-peluang yang terjadi dalam hidup itulah yang berakhr pada sebuah ambisi, yaitu sifat optimis. Optimis pastinya selalu diajarkan kepada kita sejak kecil agar selalu kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Optimis seolah-olah menjadi sebuah falsafah yang harus dilakukan ketika ingin memulai sesuatu dari nol.

Dalam KBBI sendiri optimis berarti orang yang selalu berpengharapan baik dalam segala hal. Optimis itu baik, namun kita harus sadar dan yakin jangan sampai terlena dengan yang namanya optimis saja. optimis yang tidak sesuai kenyataan hanya akan membuat kita berimajinasi dan membuat kita tidak sadar bahwa kita hidup didunia yang menuntut realitas.

Seorang Rasul dalam Perjanjian Baru, yaitu Rasul Paulus. Rasul yang selalu menghadapi tantangan dalam kehidupannya, namun tetap selalu optimis dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Dalam tulisannya, Paulus menggunakan kata-kata,’aku suka’, ‘senang’, ‘bermegah’, dan ‘rela’. Kata-kata ini mengandung nuansa positif dan optimis.

Namun dalam 2 Korintus 12:7-10,

“Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, maka aku diberikan suatu duri dalam dagingku”

Apa yang dikatakan Paulus dalam ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa Paulus mempunyai suatu realita kehidupan bahwa “duri” yang dimaksud disini adalah menyangkut kesakitan, kesukaran, penderitaan, dan digambarkan pada ayat ke 10. Bisa jadi hal ini dialami oeh Rasul Paulus secara rutin dalam kehidupannya. Paulus menyikapi “duri” dalam tubuhnya ini bukan dengan marah, kecewa dan lain sebagainya. Padahal Paulus sendiri sudah tiga kali memohon kepada Tuhan supaya itu dicabut, tetapi  Tuhan berkata,”Tidak, cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.” Tetapi Paulus disini mengambil sikap untuk tetap optimis namun tetap realistis dalam Tuhan terhadap kehidupan. Dari hal ini kita dapat menarik pelajaran penting ketika Paulus menjalani kehidupan yang optimis dan realistis yaitu:

1. Allah mengajarkan Paulus untuk tidak sombong (12:7).

Ketika berhadapan dengan rasul-rasul palsu yang menombongkan diri, justru Paulus diajarkan Tuhan untuk tidak sombong. Paulus sebenarnya memiliki alasan untuk menyombongkan diri, baik dari latar belakangnya, kepintarannya, pelayanannya dan pengalaman rohaninya. Namun “duri dalam daging” dipakai Allah untuk Paulus tetap rendah hati.

2. Allah mengajar Paulus untuk menghargai kasih karunia Allah (12:9a).

Kasih karunia adalah sesuatu yang diberikan Allah tanpa mempertimbangkan jasa dan kelayakan manusia. Namun Tuhan mengatakan kepada Paulus, “Cukuplah kasih karuniaKu bagimu”, justru karna hal ini Paulus harus lebih menghargai kasih karunia Allah. Bukankah segelas air di padang gurun lebih berharga daripada segalon air ditepi sungai yang jernih?

3. Allah mengajar Paulus untuk mengalami kuasa Allah yang sempurna (12:9b).

Allah memang memiliki kuasa yang sempurna. Tapi sering kali kita yang tidak merasakan kesempurnaan kuasa Allah. Mengapa demikian? Karena kita masih sering merasa diri mampu. Namun ketika kita mengatakan “I am nothing” and “I Can do nothing without God” maka kita boleh mengalami kuasa Allah yang sempurna dalam hidup kita.

Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, kita dapat melihat Paulus dapat bersikap optimis dalam hal-hal yang negatif yang dialaminya seperti penderitaan, keterbatasan, tekanan dan lain sebagainya. Namun sikap optimis Paulus juga sangat realistis, Maka dari itu dalam kehidupan kitapun;

marilah kita tetap optimis dan realistis serta menjadikan Allah sebagai pusat segala sesuatunya dalam menjalani kehidupan ini.

Tuhan memberkati!

MW – AdS

PENGUMUMAN

Kami mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 02 September 2023 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu.

“GERCEP JANGAN MAGER” ~ Orang Muda itu harus peka dengan hal-hal baik, keluar dari zona nyaman nya, harus  cepat dalam hal-hal mengenai pertobatan harus cepat dan siap sedia.  Lukas 9:62 Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”Yuk kita semua dipanggil untuk melayani Tuhan, jangan Mager dengan zona nyaman kita dan kita harus Gercep selama Tuhan masih kasih kesempatan

Yuk untuk lebih jelasnya datang dan bergabung Bersama dengan kita semuanya.

Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *