Elohim Ministry umum Pelajaran Berharga dari Sesama Manusia

Pelajaran Berharga dari Sesama Manusia



Renungan Harian Senin, 11 September 2023

Syalom Bapak ibu yang dikasihi Tuhan … kiranya berkat Tuhan ada atas kita semuanya

Alkitab manyatakan hukum terutama yaitu tentang Kasihilah…Tuhan Allahmu dan juga Sesamamu manusia, kasihilah Tuhan dan sesama seharusnya berjalan berdampingan dan dikerjakan senantiasa

1 Yohanes 4: 20, 21, Jikalau seseorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Alkitab menyatakan ada nilai yang sama antara mengasihi Allah dan juga mengasihi Saudaranya

Dalam Lukas 10: 25 – 37, Kisah mengenai orang samaria yang baik Hati. Perumpamaan ini diberikan kepada orang Farisi yang mau untuk mencobainya. Didalam hikmat yang Ilahi, kisah ini disampaikan. Orang yang turun dari Yerusalem ke Yeriko yang menempuh jalur melingkar karena menghindari Samaria. Karena bagi orang Yahudi orang samaria sudah tidak murni lagi dan harus dimusuhi. Dan orang itu kemudian dirampok oleh para penyamun, dan yang menarik yang menolong bukan Imam dan orang lewi tetapi malah orang samaria yang mereka hindari.

Adakah dalam kehidupan kita pernah mengalami, ditolong oleh orang yang kita benci? Tentunya ada banyak pertanyaan dalam benak kita. Namun Yesus sedang ingin memberikan sebuah kebenaran tentang sesamamu manusia. Berbuat baik kepada orang yang sudah baik itu mudah namun melakukan kebaikan bagi orang yang menyakiti kita, inilah tantangan kasih. Adakah kita memilih untuk mempraktekkan kasih atau meninggalkannya.

Masalahnya adalah sifat manusia yang Egosentris dan berpusat pada dirinya sendiri. Karena itulah penting untuk terus bertumbuh dalam hati kita. Mampukah kita tetap mengasihi orang-orang yang “kita tidak kasihi, kecewa, marah”

Ayat 36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?

Pelajaran apakah yang bisa kita ambil dari “Siapakah sesamaku manusia”

1. Ingatlah bahwa kita sama-sama manusia

Sederhana namun ini menjadi hal yang penting. Seringkali dalam kemarahannya dan kekecewaan kita tidak memandang seteru kita sebagai sesama yang perlu dikasihi.

  • Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka (Luk. 6:31).
  • Mereka yang seolah terlihat sebagai “musuh” bisa jadi merupakan “orang yang terluka”, yang memerlukan belas kasihan (ay. 33, 37).

Kita semuanya bergumul untuk melakukan kasih, Tuhan memerintahkan kita untuk memiliki cara pandang/prespektif yang baru yang Tuhan miliki. Ada banyak hati yang tidak mengasihi karena mereka tidak pernah berjumpa dengan kasih yang sejati, siapapun mereka yang mungkin sudah menyakiti hati kita, merekalah sesama manusia yang Tuhan ajarkan untuk mereka kasihi.

2. Ingatlah bahwa Yesus telah menjadi “sesama manusia” untuk kita

  • Yang dilakukan oleh orang Samaria dapat memberi gambaran mengenai kasih Yesus kepada kita (ay. 33-35).
  • Yesus berkorban bagi kita ketika status kita adalah seteru (Rm. 5: 10).

Roma 5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Kasihilah Allah dan kasihilah sesamamu manusia adalah perintah. Tuhan sudah memberikan kasih yang sejati kepada kita, adakah kita mau menjadi pribadi yang mengasihi sesama kita yang bahkan tidak layak untuk dikasihi. Tuhan mau untuk kita melakukannya

Tetapi… Mengasihi Allah dan mengasihi sesamamu manusia adalah pilihan. Adakah kita mau taat dengan perintah Tuhan yang meneladani kasih Yesus.

Adakah kita mau mengasihi dan hidup didalam kasih kepada sesama kita, sesama kita yang menyakiti kita, sesama kita yang telah mengecewakan. Itulah yang dikehendaki Tuhan dalam kehidupan kita semuanya

Tuhan Yesus memberkati

Pdt. Benoni D. Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *