Renungan Harian Youth, Senin 10 Maret 2025
Matius 25:14-30
Respon atau kata apa yang akan diucapkan oleh orang lain saat kita bersin ?
Sebuah funfact mengenai kenapa setiap kali ada orang bersin, maka akan ada ucapan “Bless You”. Kata bless you dalam bahasa Indonesia artinya adalah terberkatilah anda.
Mengapa bisa ketika kita bersin, namun bisa mendatangkan berkat untuk kita ? Beberapa sumber mengatakan, bahwa kata “bless you” sebetulnya berasal dari unsur kebudayaan di sebuah negara. Tapi dari segi medis juga ada penjelasannya mengapa bersin adalah salah satu wujud berkat.
Sedikit penjelasan secara anatomi fisiologis. Ketika kita bersin, hal ini menandakan adanya debu atau kotoran yang masuk ke dalam hidung hingga menyentuh bulu hidung, kemudian otak menerima sinyal dari sel saraf yang memberikan perintah agar kotoran atau debu tadi dikeluarkan. Maka, diafragma akan berkontraksi membuat paru – paru mengembang kemudian udara akan masuk dari saluran pernapasan ke paru – paru. Epiglotis dan pita suara akan menutup, lalu diafragma akan berelaksasi dan membuat paru –paru mengempis dan mendorong udara keluar dari pernapasan, kemudian epiglotis dan pita suara akan terbuka hingga udara bisa keluar melalui hidung dan atau mulut.
Apa akibatnya menahan bersin ? Saat akan bersin dan kita menahannya, tekanan udara yang seharusnya keluar melalui tenggorokan, akan masuk kembali melalui rongga hidung menuju kepala dan rongga dada. Keadaan ini menyebabkan tekanan dalam tubuh mengalami peningkatan hingga lima kali lipat dan dapat merusak organ tubuh. Tekanan udara yang tertahan dalam tubuh ini akan naik ke saluran pendengaran dan menyebabkan pecahnya gendang telinga. Kondisi ini bahkan bisa membuat kita mengalami gangguan pendengaran secara permanen.
Oleh karena itulah, jika kita bersin dan kita diberi respon oleh orang lain dengan kata “bless you”, tentunya ini bukan sekedar ucapan saja, tapi sebuah pengingat tentang berkat dalam wujud bisa bersin.
Ketika kita berbicara mengenai kata “berkat”, apa yang ada di pikiran kita?
Wujud dari berkat itu bisa macam – macam. Mungkin ada yang berpikir uang, kesehatan, keluarga dan lain sebagainya. Karena tentu saja, berkat itu tidak selalu berwujud kekayaan atau uang.
Jika dikerucutkan kembali, Tuhan memberikan berkat dalam wujud kemampuan (Ulangan 8:18).
“Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini” Jika dalam terjemahan New International Version (NIV) dikatakan
“But remember the LORD your God, for it is he who gives you the ability to produce wealth, and so confirms his covenant, which he swore to your ancestors, as it is today”
Dari kalimat “abiliy to produce wealth” ini menyatakan bahwa Tuhan tidak memberikan kekayaan tapi Tuhan memberikan kemampuan / ability, Tuhan memberikan gift, Tuhan memberikan talenta
Dalam hidup ini, kita tidak punya apa – apa, tapi kita mengelola segala sesuatu yang ada di tangan kita. Jikalau kita tidak bisa mengelola berkat yang diberikan oleh Tuhan, maka apa yang akan terjadi ?
Kita belajar dari Kitab Matius 25 : 14 – 30 mengenai “Perumpamaan Tentang Talenta”
Dalam Matius 25 : 14 – 15 “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seseorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba – hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing – masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. ”
Dimana ada seorang tuan yang mempercayakan hartanya kepada hambanya. Ada yang 5 talenta, ada yang 2 talenta dan ada yang 1 talenta. Yang dimiliki oleh para hamba itu bukan uang mereka sendiri. Tapi hamba tersebut dipercayakan uang masing – masing 5 talenta, 2 talenta dan 1 tanlenta, menurut kesanggupannya. Jadi tidak bisa iri satu dengan yang lain, karena punya kesanggupan yang berbeda. Maka Tuhan tidak akan memberikan berkat maupun pencobaan melebihi batas kemampuan hambanya.
Makna dari pengelola yaitu bukan cuma menyimpan atau memelihara tapi harus menumbuhkannya.
Inilah dilakukan oleh hamba yang diberi 2 talenta dan 5 talenta.
- 2 talenta menghasilkan 2 talenta (ayat 17)
- 5 talenta menghasilkan 5 talenta (ayat 16)
Sedangkan hamba yang diberi 1 talenta hanya menyimpan bahkan menyembunyikan uang yang dipercayakan tuannya itu (ayat 18)
Jika kembali pada konsep ketika Tuhan memberikan berkat berdasarkan kesanggupannya, bisa mengambil contoh seseorang yang berlatih di gym. Pada awal datang, ketika dia mencoba mengangkat barbel dengan berat 5kg maka akan merasa berat. Namun jika sudah terbiasa berlatih, maka akan merasa ringan. Dan kemudian di waktu – waktu selanjutnya, dia akan bisa mengangkat dengan beban lebih berat lagi dan pastinya diatas 5kg. Inilah yang disebut kapasitasnya berkembang.
Hidup ini adalah kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada kita
Bagaimana seseorang bisa dipercaya untuk menjadi pengelola berkat :
1. Bertanggung jawab
Galatia 6 : 4-5 “Baiklah tiap – tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaanya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap – tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri”
Sama seperti hamba yang diberi kepercayaan oleh tuannya kemudian bertanggung jawab, hingga mereka bisa menumbuhkannya. Begitu juga dengan kita, kita sudah diberi porsi sesuai dengan kesanggupan kita, baik itu berkat dalam wujud pendidikan, pekerjaan, komunitas di dalam Tuhan, pasangan, dsb. Maka ada tanggung jawab yang harus kita kerjakan untuk menumbuhkannya.
2. Setia : mengerjakan apa yang ada di tangannya dengan sungguh – sungguh
Hamba yang mengembalikan 2 talenta dan 5 talenta disebut “setia” oleh tuannya
Matius 25:20-23 “[20] Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. [21] Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. [22] Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. [23] Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
3. Mengerti isi hati Tuhan
Yang dimaksud adalah berkat yang diberikan untuk kita kelola, maka harus dikembalikan kepada Tuhan dengan tujuan untuk memuliakan nama Tuhan. Tujuan menjadi pengelola berkat adalah memaksimalkan apa yang kita punya.
Pada dasarnya, kita tidak akan pernah merasa “puas”, kecuali Tuhan yang memuaskan kita. Jadi, selama kita masih membangun segala sesuatu untuk diri kita sendiri, maka kita tidak akan menjadi pengelola berkat yang bijak. Ada orang yang “diberkati” tapi tidak menikmati dan merasa masih “kurang”. Tapi orang yang menikmati berkat tersebut, pasti punya rasa puas dan syukur. Harus ada keseimbangan antara mengelola dan menikmati berkat Tuhan.
Ada anugerah untuk menikmati berkat Tuhan, maka akan ada keseimbangan antara mengelola dan menikmati
Dalam Pengkhotbah 2:25 “Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia?”
Pengkhotbah 3:13 “Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah”
Dalam hidup ini, kita tidak punya apa – apa, tapi kita mengelola segala sesuatu yang ada di tangan kita. Dengan kesadaran ini maka kita tahu sumber sesungguhnya dalam kehidupan kita adalah Tuhan.
Maka kita akan paham untuk memiliki :
- Kemampuan
- Mengusahakan
- Sampai bisa menikmati ada kepuasan
Selamat berjuang menjadi pengelola berkat yang bijak. Tuhan Yesus memberkati
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
EYC 08032025-YDK
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan