Elohim Ministry umum Perintah Baru

Perintah Baru



Renungan Harian Kamis, 28 Desember 2023

Ayat Pokok : Yohanes 13:34, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”

Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih adalah hakikat Allah paling dalam, Allah tidak saja memiliki kasih, tetapi DIAlah kasih itu. Kasih melibatkan anugerah, belas kasihan, kemurahan dan kebaikan Allah atas seluruh ciptaan-Nya. Kasih Allah diekspresikan kepada kita sebagai ciptaan-Nya melalui Pribadi Kristus bagi kita.  Yohanes 3:16 mencatat; “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Bahkan Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, bukan hanya mengutus Putra-NYA, tapi juga memberikan Putra-NYA sebagai korban, mati diatas salib bagi kita, ketika kita masih berdosa (Roma 5:8).

Kasih merupakan salah satu aspek buah Roh (Galatia 5:22-23) dan bukti kelahiran baru kita serta sesuatu yang harus kita kembangkan. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kita adalah murid-murid Kristus, yaitu jikalau kita saling mengasihi. Kasih Kristus pada dasarnya merupakan kasih yang memberi diri dan berkorban demi kebaikan orang lain (Agape). Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang lebih dahulu mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Jadi hiduplah di dalam kasih sebagaimana Kristus juga mengasihi kita dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Perintah ini bukanlah perintah biasa. Tuhan Yesus memberikan suatu panggilan untuk mencintai sesama dengan kasih yang spesial, yaitu kasih yang bersumber dari kasih-Nya sendiri. Dia menjadi teladan yang sempurna, mencintai kita dengan kasih yang tulus dan tanpa pamrih. Mengapa Tuhan Yesus menyebutnya perintah baru? Karena kasih ini bukanlah sekadar kasih manusia biasa, tetapi kasih yang terinspirasi dan diberdayakan oleh kasih Kristus. Ini adalah panggilan untuk melihat satu sama lain dengan mata kasih Kristus, untuk memperlakukan sesama dengan kasih yang tidak terbatas.

Mengasihi sesama seperti Kristus mengasihi kita bukanlah tugas yang mudah. Terkadang, kita mungkin dihadapkan dengan orang-orang yang sulit dicintai atau situasi-situasi yang menantang. Namun, di dalam kasih Kristus, kita diberikan kekuatan untuk mengasihi bahkan dalam keadaan sulit sekalipun.

Bapak, ibu dan saudara terkasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Kita yang “sudah” mengalami kasih pengampunan dan pertolongan-Nya “Wajib” menolong orang lain dan memancarkan kasih Kristus melalui hidup kita. Terkadang untuk bisa hidup di dalam kasih kita juga harus berkorban secara pribadi. Kehidupan Kristen di dalam hubungan antara semua orang percaya harus ditandai dengan kepedulian yang bersedia berkorban demi kebahagiaan tertinggi bagi sesama saudara di dalam Kristus. Kasih harus menjadi ciri khas kehidupan orang percaya yang beriman kepada Kristus. Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya disempurnakan di dalam kita (1 Yohanes 4:12).

Perintah ini juga menuntut tindakan konkret. Bukan sekadar ucapan kata-kata, tetapi kasih yang tercermin dalam perbuatan nyata. Mungkin itu berarti memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan, mendengarkan dengan penuh perhatian, atau memberikan pengampunan kepada yang telah menyakiti kita. Sebagai anak-anak Tuhan, kita diundang untuk menjadi pembawa kasih di dunia ini. Melalui kasih kita, dunia dapat melihat wajah Kristus. Mari bersama-sama menjalankan perintah baru ini dengan sukacita dan penuh kesadaran akan kasih Kristus yang telah menyelamatkan kita.

Kristus adalah teladan kasih yang sejati. Dan sebagai orang Kristen atau sebagai pengikut Kristus, kita perlu senantiasa menyatakan kasih-Nya terhadap sesama sebagai wujud syukur karena kita telah menerima hidup yang baru di dalam Kristus. Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *