Elohim Ministry youth “Breaking the habit”

“Breaking the habit”



Renungan harian Youth Kamis, 28 Desember 2023

Setiap diri manusia pasti memiliki sesuatu yang bisa menjadi sebuah kebiasaan yang baik ataupun. Contohnya saat memulai sebuah kegiatan di pagi hari, sebagai orang percaya pasti hal yang pertama dilakukan adalah berdoa kepada Tuhan Yesus mengucap Syukur bahwa dia sudah menjaga dan melindungi saat tidur dan bisa bangun pada pagi hari dengan tubuh yang sehat. Tapi ada juga yang saat bangun pagi tidak berdoa. Kedua hal diatas dibangun atas dasar kebiasaan. Tidak bisa dipersalahkan orang yang bangun pagi tidak berdoa. Itu adalah urusan masing – masing antara dirinya dan Tuhan. Jangan pernah menghakimi orang. Itu bukan merupakan kebiasaan yang baik. Tapi sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus, pasti hati kita merasa sedih melihat bahwa ada keluarga, teman, sahabat ataupun kolega ditempat kerja memiliki kebiasaan untuk memulai hari tanpa berdoa. Sudah jadi tugas kita untuk mengingatkan bahwa mereka harus bisa merubah kebiasaan untuk bisa berdoa dalam memulaikan kegiatan apalagi mereka adalah orang yang percaya dan berharap pada Allah.

“How we treat other people can have a great impact on the degree of blessing and favor of God we are expecting in our lives.”

1 Korintus 15:33  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Mengubah kebiasaan lama kepada yang baru merupakan tugas yang sangat berat. Karena untuk melakukan hal itu membutuhkan keinginan yang kuat jika benar – benar ingin berubah. Tidak semua orang bisa menerima yang namannya perubahan apalagi jika berbicara kebiasaan yang sudah sering dilakukan. Tanyakan dalam diri “Apakah kebiasaan dalam diri sudah menjadi berkat untuk orang lain?”. Ingat tidak semua orang bisa menjadi berkat untuk orang lain lewat perbuatannya, sebab Kembali lagi kepada pribadi masing-masing. Dasar dari sebuah perbuatan adalah kasih, tapi ketika tidak ada kasih maka semuanya sia-sia. Jangan pernah berpikir bahwa kebiasaan yang menolong orang dengan mengharapkan imbalan bisa menjadi berkat.

Didalam Matius 19 : 16 – 30 bercerita tentang tentang orang muda yang kaya dan merupakan orang yahudi yang taat dan setia menjalankan perintah Allah didalam hukum taurat. Seorang muda yang kaya yang melakukan perintah Allah atas dasar kebiasaannya sebagai orang yahudi tapi dijelaskan bahwa dia melakukannya dengan dasar untuk mengharapkan imbalan yaitu kehidupan kekal.  Tidak salah untuk mengharapkan kehidupan kekal sebagai keinginan atas dasar apa yang sudah dilakukan tapi yang membuatnya berbeda adalah dia tidak melakukannya dengan dasar kasih. Tuhan Yesus berkata bahwa benar apa yang dia lakukan dengan menuruti perintah hukum taurat, karena itu berasal dari Allah. Tapi ada satu hal yang belum dilakukannya, yaitu berbagi dengan sesama seperti yang ditulis dalam ayat 21 – 23. Tuhan Yesus ingin agar jiwa diselamatkan dan menerima apa yang dijanjikan yaitu kehidupan kekal, dengan melakukan perbuatan yang baik dijadikan sebagai sebuah kebiasaan tanpa harus mengharapkan imbalan. Begitu juga kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Allah, diharapkan untuk menjadikan perbuatan baik sebagai kebiasaan dan dilakukan tanpa ada persungutan dan mengharapkan imbalan.  Jadilah berkat bagi orang-orang bahkan mereka yang mengalami situasi yang berat dan tidak mudah.

When you are placed in an awkward situation where somebody doesn’t treat you right, you have a golden opportunity to help heal a wounded heart. It is going to be a good habit to help someone in need”.

Karena berbagi kepada sesama tidak hanya berbicara soal keuangan dan harta tapi kasih, sukacita dan damai sejahtera. Lakukan saja bagianmu dan lihatlah Tuhan yang akan membalasnya. “Lakukan segala sesuatu tanpa harus mengharapkan sebuah imbalan. Jadikan perbuatan yang baik sebagai kebiasaan yang agar tidak ada pengeluhan dalam bertindak. Ingat Tuhan melihat jerih lelahmu. Ubah kebiasaan buruk yang menjadi kebiasaan yang baik dengan dasar kasih.”

Menolong orang tanpa mengharapkan adalah sebuah Tindakan yang baik apalagi jika sudah menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan terus menerus dan selalu atas dasar kasih. Kebiasaan yang baik tidak mengenal kondisi, tempat, waktu ataupun umur dari seseorang, tapi ketika melakukannya dengan hati yang tulus maka akan ada balasannya. Ingat kebiasaan yang baik bisa menolongmu dalam segala hal, sebab semuanya akan Kembali lagi padamu. Jangan pernah merasa bahwa  apa yang kau lakukan secara terus menerus itu membosankan dan tidak berguna. Semuanya Tuhan yang memperhitungkan.

Tetaplah mengasihi, karena kasih akan mengubahkan hal yang buruk dan tidak baik menjadi  menjadi indah.

Tuhan Yesus memberkati

LW – SCW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *