Renungan harian Anak, Kamis 23 Juli 2021

Baca: 2 Tawarikh 20:1-15

Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami.” (2 Tawarikh 20:12b)

Syalom selamat pagi adik – adik Elohim kids, apakabarnya nih? Kakak harap semuanya dalam kondisi baik dan kita semua tetap dalam perlindungan Tuhan Yesus aminn….

Siapa disini adik-adik yang tidak pernah merasa takut? Hmmm pasti semuanya pernah merasa takut bukan … ada yang takut sama kegelapan, ada yang takut sama binatang, ada yang takut disuntik sama dokter atau takut karena hal-hal yang lainnya. Nah kakak punya sebuah kisah di Alkitab mengenai seorang Raja yang mengalami ketakutan, namun kita akan belajar dari raja ini bagaimana mengatasi setiap ketakutan yang menghampiri dirinya.

Pada susatu hari Yosafat yang diserang secara tiba-tiba oleh suatu laskar besar yang terdiri dari orang-orang bani Moab dan bani Amon, ditambah sepasukan orang Meunim. Mendapatkan serangan secara mendadak “Yosafat menjadi takut…” (ayat 3a). Adik-adik ini adalah Reaksi alamiah seseorang ketika dihadapkan pada masalah yang sangat berat adalah takut. Tindakan Yosafat dalam menghadapi serangan musuh dapat kita jadikan sebagai contoh, karena dalam ketakutannya yang sangat ia tidak dengan serta merta mencari pertolongan kepada manusia

YOSAFAT mencari Tuhan dan meminta pertolongan kepada-Nya (ayat 3-4). 

Dalam keadaan sangat terdesak biasanya orang tidak bisa berpikir secara jernih, yang dipikirkan adalah bagaimana caranya keluar dari “lubang jarum” secepatnya atau mendapatkan jalan keluar secara instan, di mana pikiran pasti langsung tertuju kepada manusia atau sesamanya.

Ada tertulis: “Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.” (Yesaya 31:1).

Dari cerita Yosafat diatas mungkin kita juga pernah mengalami suatu musibah atau penyakit atau hal-hal lainnya yang membuat kita tiba-tiba merasa kuatir, aduh bagaimana yahh… saya bisa sembuh dari penyakit ini apa ndak yah… apa Tuhan Yesus bisa menolong aku yah…. Apa Tuhan Yesus bisa menyembuhkan aku yah….atau apakah Tuhan akan menolong keluargaku dll

Adik-adik ayo kita harus belajar seperti Yosafat membuat keputusan yang tepat yaitu mencari Tuhan dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya, bukan kepada yang lain. seperti Pemazmur juga berkata, “…tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.” (Mazmur 9:11) amin.

Ayat hafalan –

Yeremia 29:12-13 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku;

Komitmenku hari ini

Aku Percaya bahwa didalam Tuhan selalu ada Pertolongan, bagi Tuhan tidak ada hal yang mustahil.

Tuhan Yesus memberkati

GH – RS