Renungan Harian Rabu, 11 Juni 2025
Shalom… Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Setiap kita pasti pernah mendengar sebuah ungkapan; “Hidup adalah Perjuangan.” Ungkapan ini menggambarkan bahwa menjalani hidup penuh dengan tantangan dan usaha yang berkelanjutan. Kita berjuang dalam pekerjaan, keluarga, kesehatan, relasi, dan yang lebih penting lagi, dalam pertumbuhan rohani kita. Salah satu perjuangan terbesar dalam kehidupan orang percaya adalah membentuk karakter yang serupa dengan Kristus. Ini bukan perkara mudah. Proses ini menuntut perubahan dari dalam, terutama dalam cara kita berpikir.
Pembaruan Pikiran Adalah Kunci
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Dalam bahasa surat Roma adalah “Pembaharuan Budi” [Roma 12:2]. Kata “Budi” dalam bahasa Yunani memakai kata “Nous” yang artinya adalah Pikiran. Dan ini aralah area peperangan kita. Seorang pernafair alkitab berkata; “Peperangan orang percaya meliputi tindakan menyesuaikan segala pikiran kita dengan kehendak Kristus; kegagalan untuk melakukan hal itu akan menyebabkan kebejatan dan kematian rohani (Rom 6:16,23; 8:13).
Jadi, jika tiba-tiba terlintas sesuatu yang negatif di dalam pikiran kita, apakah yang harus kita lakukan??? Musuh Utama: Iblis Menyerang Pikiran
Teks pokok kita hari ini dalam 2 Korintus 10:5b menuliskan ; “Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.” Iblis tahu bahwa jika ia dapat menguasai pikiran seseorang, maka ia akan menguasai hidup orang tersebut. Setiap hari para rasul berperang dengan pikiran mereka, karena iblis bekerja di area pikiran, dia menaruh kesesatan dalam pikiran manusia dan berusaha menjatuhkan mereka. Strategi iblis tidak berubah sejak Taman Eden—dia menabur benih keraguan, ketakutan, dan kebohongan di dalam pikiran manusia [2 Korintus 11:3]. Jika kita tidak waspada, pikiran-pikiran negatif itu akan berkembang menjadi keyakinan yang salah, tindakan yang salah, dan akhirnya membawa kehancuran.
Jangan Biarkan Pikiran Kosong harus diisi dengan Firman
Bukan tanpa alasan jika Firman Tuhan mengatakan bahwa Pikiran harus benar-benar kita jaga dengan sebaik-baiknya, dan ketika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan Kebenaran Firman Tuhan maka kita harus segera “menawan” dan “menaklukkannya” kepada Firman, sebelum kita yang akan dibawa terus kepada pikiran- pikiran yang negatif sehingga keadaan kita akan seperti apa yang kita pikirkan tersebut.
Jika kita tidak mengisi PIKIRAN kita dengan Firman, maka Firman itulah yang akan mengubahkan paradigma kita. 2 Timotius 3:16 menuliskan ; “Segala tulisan yang diilhamkan Allah [Firman Allah] memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Perhatikan urutannya: mengajar → menyatakan kesalahan → memperbaiki → mendidik. Semua itu dimulai dari perubahan pikiran, dan berujung pada perubahan perilaku.
Yang pertama dirubah adalah pikiran kita melalui pengajaran Firman, yang kemudian terekpresi melalui kelakuan yang sesuai dengan kebenaran.
Kita Adalah Apa yang Kita Pikirkan
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Salomo berkata dalam Amsal 23:7 “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” Terjemahan King James Version memakai kalimat ; For as he thinketh in his heart, so is he [karena seperti orang yang berpikir dalam hatinya, demikianlah ia.] Ini menunjukkan bahwa pikiran menentukan identitas dan arah hidup seseorang.
Ayub pun mengalami hal ini secara nyata. Dalam Ayub 3:25-26 ia berkata; Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.”
Semuanya bermula dari apa yang kita pikirkan. Bila kita memiliki PIKIRAN YANG BENAR, maka kita akan melakukan TINDAKAN YANG BENAR, oleh sebab itu kita perlu MENJAGA PIKIRAN kita dengan hal-hal yang BENAR dan BAIK yaitu Firman TUHAN. Pikiran yang dipenuhi oleh ketakutan dan kekhawatiran menarik realitas yang sama dalam hidupnya. Maka, bukan hanya tindakan kita yang perlu dijaga, tetapi sumber dari tindakan itu—yakni pikiran kita—jauh lebih penting.
Jadi mulai hari ini, marilah setiap kita melatih PIKIRAN kita untuk selalu memikirkan hal-hal yang BAIK dan BENAR, agar hidup kita jadi Berkat bagi lingkungan di sekitar kita. “Jadi akhirnya, saudara-saudara semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. [Filipi 4:8].
Pikiran yang benar akan membawa kepada tindakan yang benar.
Maka isilah pikiran kita dengan Firman Tuhan, karena Firman itu akan membentuk karakter kita, menuntun langkah kita, dan memampukan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah.
Amin.
DS
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Terima kasih, framing firman yang utuh memberkati.