Elohim Ministry youth SERVING GOD

SERVING GOD



Renungan Harian Youth, Kamis 02 Januari 2025

Syalom rekan-rekan Youth semuanya ….

Tuhan memiliki maksud dan rencana yang indah di balik setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Namun, bagaimana kita merespons dan bersikap terhadap hal tersebut akan sangat menentukan arah langkah hidup kita bersama. Di satu sisi, untuk meraih apa yang dijanjikan dan terus melangkah maju ke arah yang positif, seringkali kita harus menghadapi banyak tantangan, seperti anak panah yang terus menerus ditembakkan. Meski sulit, jika kita memilih dengan hati yang benar, tulus, dan jujur, semua perjuangan itu akan membuahkan hasil pada waktu yang tepat, sesuai dengan rencana Tuhan.

Pada akhirnya, kita akan bersama-sama merasakan keindahan dari hasil perjuangan kita, terutama saat kita benar-benar berusaha dengan sepenuh hati untuk bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik. Itu akan menjadi momen berharga bagi hati dan pikiran kita. Ingatlah, kita yang berjuang dengan sungguh-sungguh tidak akan kecewa, karena usaha yang tulus tidak akan mengkhianati hasil. Mari kita bertumbuh dan berbuah di tempat di mana Tuhan menempatkan kita. Jangan pernah merasa diri kita tidak berharga atau gagal hanya karena kesulitan yang kita hadapi. Sebaliknya,

A person who is driven by a sense of duty won’t last long. Belief are the values that penetrate life, not a fuel that will run out someday. God had a great and glorious purpose for man when He created him. Of all created beings, man alone was created with the capacity to share in God’s life and to partake of the Divine nature. But he could enjoy this privilege only as he voluntarily chose to live a life centred in God.

Apakah kita sudah siap untuk melayani sesuai dengan yang Tuhan inginkan? Dalam Keluaran 3:11-12 Seperti halnya Nabi Musa, yang Tuhan pilih untuk memimpin bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian, kita juga sering merasa tidak layak atau ragu menerima panggilan Tuhan. Pada awalnya, Musa menolak panggilan itu. Ia mengajukan berbagai pertanyaan, alasan, dan keberatan untuk menghindar dari tanggung jawab yang Tuhan berikan kepadanya. Salah satu keberatannya adalah dengan mempertanyakan, “Siapakah aku ini, sehingga Engkau memilihku untuk memimpin bangsa Israel?” Kita pun sering merasa serupa dengan Musa. Sebagai umat pilihan Allah, kita dipanggil dan diutus untuk menjalankan perintah-Nya. Namun, jangan biarkan banyaknya pertanyaan atau alasan menjadi penghalang bagi kita untuk menerima panggilan tersebut. Terimalah panggilan itu dengan ucapan syukur, dan buang jauh-jauh keraguan seperti, “Siapakah aku ini sehingga dipilih oleh Tuhan?”

Ingatlah, Musa adalah seseorang yang pernah tinggal di istana Mesir. Ia tahu dengan baik siapa Firaun dan bagaimana kekuasaan serta reputasinya. Namun, Musa tidak boleh membiarkan Firaun atau masalah-masalah lain menjadi penghalang bagi niat dan tekadnya untuk melayani Tuhan. Firaun, sebagai salah satu penguasa terbesar pada zamannya, dipandang sebagai dewa oleh rakyat Mesir dan memiliki kekuasaan yang luar biasa. Mesir adalah kerajaan yang sangat maju dan memiliki pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan segala kebesaran dan kekuatan itu, wajar jika Musa membandingkan dirinya yang sederhana dengan Firaun yang begitu diagungkan. Namun ingatlah bahwa, kita tidak dipanggil karena kehebatan kita, melainkan karena rencana besar Tuhan yang ingin Dia genapi melalui kita. Jangan biarkan ketakutan dan keraguan menghalangi kita untuk melangkah. Percayalah,

jika Tuhan yang memanggil, maka Dia juga yang akan memperlengkapi kita untuk menjalankan tugas pelayanan-Nya.

Atas pertanyaan Musa, Tuhan menjawab dengan tegas dan penuh kepastian, “Bukankah Aku akan menyertai engkau?” Jawaban ini mengandung jaminan bahwa seperti Tuhan menyertai Musa, Dia juga akan menyertai kita dan menuntun setiap langkah kehidupan yang telah dianugerahkan-Nya. Jawaban Tuhan kepada Musa memiliki dua makna penting.

  • Pertama, Tuhan menegaskan bahwa Musa memang bukan siapa-siapa. Walaupun ia pernah menjadi anak angkat putri Firaun, akhirnya ia “terbuang” ke padang gurun dan menjalani kehidupan sederhana sebagai seorang gembala.
  • Kedua, sekalipun Musa bukan siapa-siapa, Tuhan mengingatkan bahwa ada Dia yang selalu menyertainya. Ini menegaskan bahwa kehadiran Tuhanlah yang membuat Musa mampu menjalankan panggilannya.

Men look on the outward appearance and call some good and others bad. But God Who looks at the heart sees all men in the same condition. The Bible teaches the total depravity of all men. There is no difference between one and the other. Man is indeed totally depraved; and if God does not reach down and do something for him, there is certainly no hope for him.

Melalui jawaban Tuhan kepada Musa, kita diingatkan untuk tidak memandang pada kelemahan atau ketidaklayakan diri sendiri, tetapi kepada kebesaran dan kuasa Tuhan. Sampai kapan pun, kita memang bukan siapa-siapa, tetapi kita menjadi berarti karena Tuhan yang melayakkan kita. Jika hari ini kita diundang untuk terlibat dalam pelayanan gerejawi, ingatlah bahwa panggilan itu datang dari Tuhan yang Mahabesar dan Mahakuasa. Dia tidak hanya memanggil kita, tetapi juga berjanji untuk menyertai, memberkati, dan memampukan kita. Dengan demikian, kita dapat menjadi saluran berkat bagi banyak orang melalui pelayanan yang kita lakukan.

Orang yang hebat dalam melayani dan menjalankan perintah Allah terbentuk melalui berbagai masalah yang berhasil dilewati dengan sikap hati dan pemikiran yang positif. Jangan pernah memilih untuk berjalan dalam kesendirian dan kesedihan, karena hal itu hanya akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan hidup kita. Andalkan Tuhan, maka kesedihan yang kita alami dapat menjadi alat untuk membentuk kita menjadi pribadi yang kuat, penuh keyakinan, dan mampu membawa berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

God often allows times of pressure to come into our lives to bring up from within us our corrupt self-life, so that we begin to see ourselves as we really are. It is fairly easy for us to consider ourselves spiritual when our circumstances are easy. When we have no problems to tackle, when nobody is irritating us, when things are going smoothly

Jangan pernah takut menghadapi masalah atau merasa tidak berarti dengan berkata, “Saya bukan siapa-siapa.” Biarkan Tuhan yang menuntun langkah kita, karena bersama-Nya, kita akan menemukan keberanian yang menjadi kunci keberhasilan.

Mintalah hati yang rela dan penuh kesungguhan untuk melayani, serta pengharapan yang tidak pernah pudar. Dengan begitu, kita akan menjadi alat yang berkenan bagi Tuhan dan berkat bagi sesama. Tahun 2025 masih terbentang didepan kita, mari kita pakai kehidupan kita bukan hanya tentang diri kita, tetapi juga untuk memuliakan Tuhan dengan melayani dia.

Tuhan Yesus memberkati

LW – SCW

1 thought on “SERVING GOD”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *