Elohim Ministry youth STILL STANDING

STILL STANDING



Renungan Harian Youth, Senin 01 Agustus 2022

Lukas 22:61-62, Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: ”Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Setiap kita pasti tidak asing dengan kegagalan atau situasi “badai” dalam kehidupan kita. Bahkan kita sepakat bahwa kita semua pernah mengalami kegagalan. Kegagalan dalam keluarga, hubungan, pendidikan, pekerjaan dll… dan tidak sedikit kegagalan itu akan memberikan trauma dalam kehidupan kita, sehingga kita merasa terpuruk dan “tidak mungkin” akan bangkit kembali

Untuk bisa menjalani kehidupan yang Lebih baik, maka kita harus dapat mengelola kegagalan itu menerimanya dan bangkit kembali.

Kegagalan harus dihadapi dengan Bangkit lebih kuat …Kegagalan memberikan banyak emosi beragam; marah, kecewa, sedih, merasa bersalah, rasa malu, putus asa dan berbagai emosi negatif Lainnya.

Belajar dari Pengalaman Kegagalan Petrus

PENGALAMAN PETRUS adalah sebuah pengalaman yang sangat mahal ~ Sebuah pelajaran yang sangat berharga, Tidak perlu kita mengalaminya tetapi “penting bagi kita untuk belajar dari kisah kegagalan Petrus ini”

Keempat Injil menyampaikan dengan Jujur mengenai pengalaman Petrus … Ketika Injil ditulis siapakah Petrus? Dia adalah salah satu pemimpin dari Rasul-Rasul dan Pemimpin Gereja, tetapi kisah kegagalan ini masih tetap tercatat tentunya menjadi sebuah pelajaran Penting yang harus dipelajari dan mengingatkan orang percaya sepanjang Jaman.

Kebenaran Apakah yang bisa kita pelajari dari KISAH KEGAGALAN PETRUS?

POROS dalam memproses kegagalan adalah BERTEMU dengan KASIH KARUNIA ALLAH

membangun Iman diatas pondasi yang benar.

Lukas 22 Ayat 62 … Petrus menyesali ~ dia menangis tersedu-sedu, sebuah keadaan yang bertolak belakang dengan gambaran Petrus sang Pemberani…

Dari sini kita dapat menerapkan ke dalam diri kita bahwa Untuk saya percaya kepada Tuhan dan berubah  – itu adalah ANUGERAH ALLAH, bukan hanya sekedar keputusan hati kita untuk percaya, “saya mampu untuk tetap percaya kepada Tuhan setiap saat”. Inti dari masalah hati Petrus bukanlah kepada ketakutannya, tetapi Iman yang disandarkan kepada kekuatanya (Ketika kekuatannya hilang, pada saat yang sama Imannya kepada Allah akan Hilang) dan hal inilah yang sedang Tuhan Yesus ingatkan melalui kehidupan dan pengalaman Petrus.

Setiap kita orang percaya, memiliki POTENSI yang SAMA untuk kita mengalami apa yang PETRUS alami, … ketika ada persoalan yang meruntuhkan kekuatan kita, adakah kita masih bisa terus beriman kepada Kristus? Dan sebagai anak-anak muda, hal yang perlu kita hindari ketika kita menjadi pengikut Yesus adalah jangan sampai kita punya kesombongan rohani.

Kesombongan Rohani ~ adalah merasa bahwa kita mampu untuk setia kepada Tuhan saat ini … aku pasti bisa setia …

Karena itulah, menjadi peringatan yang penting bagi setiap kita orang-orang yang percaya kepada Kristus … Membangun Iman diatas KASIH KARUNIA ALLAH ~ dengan kata lain sebuah kesadaran bahwa kalau segenap kehidupan kita adalah HANYA KARENA KASIH KARUNIA ALLAH.

Yang akan membawa kita bukan sikap hati yang sadar bahwa segala pengiringan kita kepada Tuhan adalah hanya karena Kasih Karunia Allah.

Lukas 22:61 … “lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus”

 ~ “Sudah aku katakan sebelumnya “ …Matius 26:34-35 “Sekalipun yang lain meninggalkan Engkau, sekalipun aku harus mati, aku tidak akan meninggalkan Engkau”

Pada saat itu Yesus tidak sedang dalam keadaan yang santai, tetapi Yesus sedang didera, dikutuki oleh banyak orang, dia sedang teraniaya … tetapi saat itu “Yesus berpaling kepada Petrus”.(ditengah-tengah begitu banyak orang, ditengah-tengah keadaanNya yang teraniaya, Yesus menyatakan kasihNya kepada Petrus)

 tanpa kegagalan kita tidak akan pernah belajar untuk menjadi kuat.

Kita perlu untuk masuk kepada Pengalaman “Still Standing” yaitu mau untuk bangkit kembali.  Ingatlah “Still Standing” tidak hanya mengubahkan diri kita tetapi bisa menjadi berkat dan inspirasi bagi orang lain.  Kegagalan memang  selalu memberikan rasa kekecewaan, dan kekecewaan terjadi karena tidak terpenuhi harapan/keinginan dalam diri kita.

Pastikan di dalam diri kita untuk terus diperbaharui dalam kebenaran Allah supaya kita tetap berdiri teguh dalam pengharapan kepada Tuhan sekalipun banyak kegagalan yang mewarnai hidup kita.

Amin. Tuhan Yesus Memberkati

EYC 30072022-LP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *