Renungan Harian Selasa, 07 Januari 2025
Bacaan : Ibrani 11:30-12:1
Nats : Ibrani 12:1, Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita
Syalom bapak ibu saudara yang terkasih
Pasukan Alexander Agung sedang bergerak maju menuju Persia. Dalam suatu keadaan yang gawat, pasukan Alexander Agung tampaknya akan kalah. Para tentaranya telah menjarah begitu banyak barang dari pertempuran sebelumnya sehingga barang jarahan itu membebani mereka dan mereka kehilangan efektivitas dalam berperang.
Alexander memerintahkan agar semua barang rampasan mereka ditumpuk lalu dibakar. Para prajurit mengeluh, tetapi mereka segera menyadari kebijakan perintah tersebut. Dituliskan bahwa, “Seolah-olah mereka telah diberi sayap—mereka berjalan dengan ringan kembali.” Kemenangan pun diraih.
Lelah dengan Beban Hidup? Ada kalanya beban hidup terasa berat. Masalah finansial, konflik dalam hubungan, beban pekerjaan, atau penyakit. Beban-beban itu terus bertumpuk, mengisap kekuatan kita sedikit demi sedikit. Lalu tiba waktunya ketika kita tak kuat lagi. Lelah, penat, dan mungkin juga kecewa, rasanya lebih baik kita menyerah.
Adakah cara untuk lepas dari semua kelelahan ini?
Tuhan yang Mengerti Beban Hidup Kita
Tuhan Yesus punya solusinya. Matius 11:28 berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Mudah dan simpel sekali. Namun, justru karena simpel, nasihat ini sulit dilakukan. Berapa kali kita menolak untuk meletakkan beban kita? Berapa kali kita berkeras untuk menanggung semuanya sendirian? Mungkin karena nasihat ini terlalu mudah sampai kita sulit untuk percaya. Bisa juga karena kita sulit untuk terbuka kepada Tuhan, bahwa kita sudah kewalahan.
Jika itu yang kita rasakan, ada kabar baik. Ibrani 4:15 berkata, “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.” Yesus tahu kelemahan kita, Yesus mengerti kelelahan dan keputusasaan kita. Ia pernah merasakan-Nya sebagai manusia. Oleh karena itu, kita dapat juga menyerahkan beban hidup kita kepada-Nya.
Bagaimana Berserah beban hidup? Kita sudah tahu bahwa kita bisa berserah kepada Tuhan. Sekarang, bagaimana caranya untuk menyerahkan beban hidup kepada-Nya?
Lepaskan Bebanmu
Dalam berserah kepada Tuhan, kita perlu melepaskan semua beban hidup kita kepada-Nya. 1 Petrus 5:7 memberi tahu kita, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Kita perlu melepaskan semua yang membebani kita dengan tidak terus memikirkannya. Pendek kata, serahkan apa yang menjadi bagian Tuhan, dan lakukan apa yang menjadi bagian kita. Dengan menyerahkan apa yang tidak bisa kita ubah, tentu beban kita akan sangat berkurang. Kita cukup fokus dengan apa yang bisa kita lakukan.
Berdoa dan Terbuka
Tidak hanya melepaskan beban, kita juga perlu mengungkapkan beban hidup kita kepada Tuhan. Tuhan berjanji bahwa dengan kita berseru, Ia akan menolong kita. Entah kapan waktunya, atau bagaimana caranya. Demikian kata Mazmur 50:15, “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” Boleh jadi cara Tuhan menolong tidak seperti yang kita duga. Bisa saja waktu Tuhan tidak seperti yang kita inginkan. Akan tetapi, kita tetap percaya, bahwa Ia akan memberi kita kelegaan pada waktu yang tepat.
Serahkan Beban Hidup kepada Tuhan
Beban hidup mungkin tak pernah benar-benar hilang, namun dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, kita dapat menemukan kedamaian dan kekuatan untuk menghadapinya.
Ingatlah, Tuhan tidak pernah meninggalkan atau mengabaikan kita. Dia selalu ada, menunggu untuk memberikan kelegaan bagi jiwa-jiwa yang letih dan berbeban berat. Bersama Tuhan, beban hidup apapun bisa kita lalui dengan kekuatan dan kepercayaan yang tak tergoyahkan.
Sebagai tentara Kristus, kita perlu melepaskan diri dari segala sesuatu yang menghalangi . Ya, jika kita memang ingin bertarung dalam peperangan iman yang baik serta berlari dalam perlombaan rohani dengan ketahanan, maka kata-kata peringatannya adalah: Tanggalkan semua beban!
Tuhan Beserta kita
TC