TELADAN MARIA: PENYERAHAN HIDUP

December 22, 2021 0 Comments

Teladan Maria : Penyerahan Hidup

Renungan harian Youth, Rabu 22 Desember 2021

Syalom rekan-rekan Youth semuanya … kiranya damai sejahtera dan sukacita Natal ada dalam kehidupan kita semuanya

Allah adalah kasih. Kasih-Nya begitu besar, la tidak ingin ciptaan-Nya mengalami kehancuran karena dosa. Allah menghendaki manu,ia dan ciptaan-Nya kembali dipulihkan seperti ketika semula diciptakan Allah. Oleh karena kasih Allah, maka keberlangsungan ciptaan harus diselamatkan dan dipulihkan. Dan puncak karya keselamatan dari Allah adalah melalui kasih Allah yang menganugerahkan Yesus Kristus bagi dunia, supaya yang percaya kepada-Nya beroleh keselamatan (Yohanes 3:16).

Allah meneguhkan rencana penyelamatan-Nya dengan mengutus malaikat Gabriel menemui Maria, seorang perawan yang dipilih Allah untuk ikut serta dalam rencana Tuhan. Pesan malaikat Gabriel adalah, “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus” (ay. 31). Arti nama Yesus ialah “Allah adalah Keselamatan.” Sebuah nama yang dianugerahkan oleh Allah sendiri untuk disandang bayi yang dilahirkan dari rahim perawan Maria. Yesus akan disebut juga “Anak Allah Yang Mahatinggi.”

Kita melihat respon Maria, tentunya Maria terkejut mendapat berita itu, sebab dirinya belum memiliki suami. Adalah kekejian dan najis bila seorang perempuan belum bersuami kedapatan hamil, dan ganjaran dari budaya masa itu bila menemukan seorang wanita yang berzinah adalah harus dilempari batu hingga mati. Maria menjadi cemas namun Malaikat Gabriel menguatkan hati Maria, dengan memberitahukan bahwa Maria mendapat kasih karunia di hadapan Allah.

Anugerah yang diberikan kepada Maria adalah karunia Roh Kudus, dan kuasa Allah sendiri yang akan menyertai perjalanan kehidupannya.

Maria mengambil keputusan yang besar untuk menerima panggilan Allah dalam hidupnya dengan segala resiko yang akan dihadapinya, Maria berkata

Lukas 1:38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Melalui doa yang sederhana itulah Maria menyerahkan kehidupannya sepenuhnya kepada Tuhan, Dia menyatakan dirinya sebagai “Hamba Tuhan”, sebuah sebutan yang menyatakan dirinya sebagai hamba yang melepaskan semua rasa kepemilikan atas dirinya dan menyerahkan kepada kehendak Allah.

“… jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Sebuah sikap tunduk dan berserah yang bulat dan tidak memperhitungkan harga dirinya sendiri.

Inti dari sikap hati Maria adalah sebuah kerelaan hati, Tanpa kerelaan akan membawa kepada persungutan, tidak segenap hati. Kerelaan hati bukanlah hanya memberkati orang lain tetapi juga akan menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Keputusan kerelaan hati Maria menjadi bagian dari Karya Keselamatan dalam dunia ini.

Adakah sikap tunduk dan berserah itu kita miliki juga saat Tuhan meminta kita taat? Adakah kita hitung-hitungan mengenai harga yang harus kita bayar bila kita taat? Mari belajar dari Maria. Tunduk dan berserah sebulat hati!

Harga dari Ketaatan adalah “Sepenuh Hati”, nilai dari ketaatan adalah sepenuhnya. Dan inilah yang bisa kita teladani dari kehidupan Maria. Sebagai anak muda tentunya diri kita penuh dengan impian dan kehendak yang ingin kita capai. Namun adalah didalamnya kita mempergumulkan rancangan Tuhan didalam kehidupan kita.

Milikilah sikap hati yang berserah, mintalah agar Tuhan terus menuntun setiap kita dalam kehendakNya, terkadang ketaatan tidak murah harganya, namun buah ketaatan selalu lebih indah dan semua pengorbanan kita tidak ada artinya. Karena Ketaatan kepada Allah memiliki nilai yang jauh lebih berharga dari semua pencapaian dalam dunia ini.

Tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Maka orang-orang yang dipilih-Nya dan dipakai-Nya juga harus berani mengatakan, “Ya Tuhan ku percaya, jadilah padaku sekehendak-Mu!”. Penyerahan diri kita kepada kehendak Tuhan bukanlah melakukan sesuatu yang buta dan ngawur namun sebuah keputusan yang tahu dengan sepenuhnya bahwa Tuhan sanggup mengerjakan karyaNya yang besar melalui kehidupan kita dengan segala keterbatasan didalam diri kita.

Rekan-rekan youth …saya percaya Tuhan memiliki panggilan khusus bagi setiap kita, ketika ada dorongan dari Roh Kudus dalam hati kita untuk mengambil keputusan yang benar, beranilah untuk Taat. Semua selalu ada resikonya, namun semuanya tidak ada artinya ketika Tuhan menyematkan penghargaan kepada kita sebagai hamba yang baik dan setia.

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar dari kehidupan Maria yang mau untuk berserah kepada kehendak Tuhan, karena bagi kemuliaan Tuhan lah semua masa muda ku dan juga masa depanku.

Tuhan Yesus memberkati

YNP – YDK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *