Elohim Ministry umum Tembok Runtuh atau Iman Bertumbuh

Tembok Runtuh atau Iman Bertumbuh



Renungan Harian Rabu, 03 Desember 2025

Shalom! Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Sejak manusia jatuh dalam dosa, masalah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa hidup dan masalah adalah satu paket yang utuh — tidak ada manusia di dunia ini yang hidup tanpa masalah. Masalah datang tanpa permisi, tanpa memandang status sosial, profesi, kedudukan, kaya atau miskin, pintar atau bodoh. Semua orang pasti mengalaminya.

Apa Itu Masalah?

Masalah dapat didefinisikan sebagai kesenjangan antara harapan dan kenyataan, yakni ketidaksesuaian antara apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi.
Kadang masalah datang seperti tembok besar yang mengepung hidup kita, membuat kita tidak bisa bergerak. Seperti itulah kondisi bangsa Israel pada masa pemerintahan Raja Yoram ketika mereka dikepung oleh Ben-Hadad, raja Aram dalam 2 Raja-raja 6. Samaria — ibu kota kerajaan Israel utara — mengalami kelaparan yang sangat hebat.

Alkitab mencatat betapa mengerikannya kondisi saat itu:

  • Kepala keledai dijual seharga 80 syikal perak,
  • Seperempat kab tahi merpati dijual 5 syikal perak,
  • Bahkan terjadi kanibalisme, seorang ibu memasak anaknya sendiri (2 Raja-raja 6:25–29).

Kelaparan akibat pengepungan membawa dampak mengerikan bagi kemanusiaan — kematian massal, kekurangan gizi kronis, keputusasaan, dan kehancuran moral.

Permusuhan antara bangsa Aram dan Israel sudah berlangsung berabad-abad, dilatarbelakangi oleh perebutan kekuasaan, sumber daya, dan ambisi politik. Namun dalam kondisi yang sulit ini, Tuhan sedang mengajar bangsa Israel untuk mengenal siapa Dia sebenarnya.

Dua Respons terhadap Masalah

Ketika masalah datang, ada dua respons utama yang sering ditunjukkan manusia:

1. Menyalahkan Orang Lain
(2 Raja-raja 6:31) Raja Yoram marah besar dan menyalahkan Elisa atas bencana yang menimpa bangsanya, padahal Elisa telah menunjukkan belas kasihan Tuhan kepada mereka sebelumnya (2 Raja-raja 6:22–23).

2. Menyalahkan Tuhan
(2 Raja-raja 6:33) Raja menganggap malapetaka yang terjadi adalah akibat dari Tuhan sendiri, seolah-olah Tuhan tidak peduli lagi kepada umat-Nya.

Sebaliknya, lihatlah respon Raja Hizkia dalam 2 Raja-raja 19:14–19.
Ketika menerima ancaman dari Raja Asyur, Hizkia tidak menyalahkan siapa pun. Ia pergi ke rumah Tuhan, membentangkan surat ancaman itu di hadapan Tuhan, dan berdoa dengan rendah hati.
Doanya menunjukkan pengakuan bahwa hanya Tuhan yang berdaulat atas segala kerajaan di bumi dan hanya Dia yang mampu menyelamatkan.

Mengapa Masalah Datang dalam Hidup Kita?

Seorang hamba Tuhan pernah mengatakan bahwa masalah datang karena tiga hal:

1. Kesalahan Kita Sendiri
Sebagai manusia yang tidak sempurna, kita tidak luput dari kesalahan. Bahkan kesalahan kecil pun bisa menempatkan kita dalam situasi sulit. Namun, Tuhan dapat memakai kesalahan kita untuk mendidik dan membentuk karakter kita.

2. Pencobaan dari Iblis
Iblis memakai keinginan kita untuk menjatuhkan iman dan menjauhkan kita dari Tuhan. Ia menggoda melalui hawa nafsu, ego, dan ambisi pribadi.
Seperti di Taman Eden, ia menipu Hawa dengan kata-kata yang tampak logis namun menyesatkan (Kejadian 3:1–6). Sejak saat itu, manusia jatuh dalam dosa dan terpisah dari Allah (Roma 5:12).

  • Secara moral, iblis membuat dosa tampak menarik (Yakobus 1:14).
    • Secara fisik, ia dapat menimbulkan penyakit dan penderitaan (Ayub 2:4–5; Lukas 13:11).
    • Secara intelektual, ia menyesatkan melalui ajaran palsu (1 Timotius 4:1).
    • Secara rohani, ia mencuri Firman yang ditaburkan dalam hati manusia (Matius 13:19).
      Tetapi syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah mengalahkan dosa dan maut. Ia menyelesaikan masalah terbesar manusia — dosa — dan membawa kita kembali ke dalam persekutuan dengan Allah.

3. Ujian dari Tuhan
Tuhan mengizinkan ujian bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memurnikan iman dan menumbuhkan ketangguhan rohani kita. Seperti otot yang makin kuat ketika dilatih, iman pun bertumbuh ketika diuji. Ujian adalah sarana Tuhan untuk mengukur kesetiaan, kesabaran, dan keteguhan hati kita.

Membedakan Ujian dari Tuhan dan Pencobaan dari Iblis

Sumber: Tuhan adalah sumber segala kebaikan, tidak ada kejahatan dalam Dia (Yakobus 1:17). Segala sesuatu yang datang dari Tuhan adalah baik, walau kadang disertai proses yang sulit.
Sebaliknya, iblis adalah sumber kejahatan yang ingin menjatuhkan dan memisahkan manusia dari Allah.

Tujuan: Ujian dari Tuhan bertujuan memurnikan dan memperkuat iman, sedangkan pencobaan dari iblis bertujuan menjatuhkan dan menghancurkan iman.

Kesimpulan

Masalah bukan sekadar beban yang harus disingkirkan, melainkan bagian dari rencana Tuhan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa dalam iman.
Tuhan lebih tertarik pada pertumbuhan karakter dan kedewasaan rohani kita dibanding sekadar menghapus masalah kita.
Oleh sebab itu, jangan fokus pada besarnya masalah, tetapi pada bagaimana kita merespons masalah tersebut.
Ketika kita belajar melihat setiap masalah melalui kacamata iman, kita akan menemukan bahwa di balik setiap tembok masalah, Tuhan sedang mempersiapkan kemenangan yang baru.

Hikmat Hari Ini

“Masalah bukan akhir dari segalanya, tetapi awal dari proses pemurnian iman. Tuhan tidak selalu mengubah keadaan, tetapi Dia pasti mengubah hati kita melalui setiap masalah yang kita hadapi.”

Tuhan Yesus Memberkati

DS

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *