Renungan Harian Anak, Senin 03 Juli 2023
Syalom adik-adik semuanya? Bagaimana kabarnya adik-adik … ditengah masa liburan ini semoga adik-adik menikmati liburannya ya … yuk kita mau merenungkan Firman Tuhan
Adik-adik hari ini kita akan belajar Kembali dari salah satu tokoh ALkitab yang Bernama NEHEMIA … Nehemia adalah salah seorang dari bangsa Israel yang turut dibuang ke negeri Babilonia atau Babel. Mungkin orang Israel yang masih tinggal di Yerusalem menganggap, orang-orang yang dibuang tidak akan mengingat lagi tanah airnya. Namun tidak demikian dengan Nehemia, justru ia meninggalkan kenyamanannya sebagai juru minum raja dan pulang ke Yerusalem untuk melakukan pembangunan tembok kota. Saat itu tembok kota yang kokoh adalah simbol kejayaan suatu negeri. Maka ketika temboknya sudah hancur, negeri itu pun tak luput dari celaan banyak orang.
Kemudian Atas seijin raja, Nehemia pun pulang ke Yerusalem, negeri yang ia rindukan karena sudah lama dibuang ke Babel. Ketika sudah tiga hari di Yerusalem, Nehemia jalan-jalan sambil mengamat-amati tembok-tembok Yerusalem yang telah rusak dan hancur. Melihat tembok-tembok Yerusalem hancur dan rusak, Nehemia sangat sedih, la semakin bulat tekadnya untuk membangun kembali tembok kota Yerusalem dan memulihkan kejayaannya di masa lalu. Sebab kebesaran dan keagungan karya TUHAN atas kehidupan bangsa Israel umat pilihan-Nya, tercermin lewat tembok kota yang kokoh dan megah.
Menyadari bahwa semua keinginan dan tekadnya itu tidak mungkin ia kerjakan sendiri, maka pertama-tama Nehemia menceritakan tentang maksud dan rencananya membangun kembali tembok Yerusalem kepada orang-orang Yahudi, para imam, para pemuka, para penguasa kota. Ternyata, mereka semua semangat mendukung rencana Nehemia dengan mengatakan, “Kami siap untuk membangun.” Ternyata Tuhan mengutus Nehemia untuk memimpin orang banyak melakukan rencana Tuhan.
Dalam upaya Nehemia untuk mewujudkan tekadnya, membangun kembali tembok- tembok Yerusalem, ia juga menghadapi tantangan, yaitu ketika Sanbalat, orang-orang Horon dan Tobia, orang Amon mengolok-olok dan menghina dia dan menganggap apa yang dia lakukan sebagai pemberontakan terhadap raja Akan tetapi untunglah tantangan ini tidak menjadi penghalang bagi Nehemia untuk melanjutkan rencananya membangun kembali tembok Yerusalem, kerena dia melakukannya atas pertolongan Tuhan.
Adik-adik, kita harus mencontoh apa yang telah diperbuat Nehemia. Adik-adik yang dikasihi Tuhan, kita juga adalah anak negeri Indonesia tercinta yang begitu indah. Kita harus bertekad untuk melakukan sesuatu bagi bangsa Indonesia yang tentunya harus kita landasi dengan doa dan iman pada kuasa Tuhan Yesus. Kita bisa memulainya dari lingkungan tempat kita tinggal atau di sekolah.
Belajarlah untuk peka melihat kebutuhan sekitar kita, mungkin lingkungan gereja yang kotor dan tak terawat perlu perhatian kita.
Sesekali dapat diadakan kerja bakti dalam rangka cinta rumah Tuhan. Atau kita memperhatikan anak-anak terlantar di sekitar lingkungan kita, mempelajari kebutuhannya dan mencari cara untuk menolongnya. Ayo, jangan berdiam diri, ajak teman, ajak papa mama, orang dewasa untuk berbuat kebaikan bagi bangsa kita, orang-orang di sekitar kita. Pasti Tuhan mau menolong..
Kita harus percaya bahwa tidak ada hal yang berat kalau kita melakukannya bersama Tuhan. Ketika kita dipercayakan untuk melakukan tugas yang akan menjadi kebaikan bagi orang lain, marilah kita melakukannya dengan sepenuh hati
Misalnya Adik-adik diminta berdoa di ibadah, berdoalah dengan sungguh-sungguh, jangan menolak. Bahkan dengan perkerjaan atau tugas yang diberikan orang tua kita. Percayalah, Tuhan pasti menyertai sampai kita berhasil menyelesaikan tugas itu dengan baik.
Ayat Hafalan
Mazmur 85:10, “Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat kepada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.”
Komitmenku hari ini
Aku mau berkarya dalam hidupku, apapun yang bisa kita lakukan untuk memuliakan nama Tuhan. Tetap semangat dan jangan menyerah
ElKids 020723 – SP