Renungan Harian Youth, Rabu 23 April 2025
Lukas 24:4-6a
Dalam perjalanan hidup ini, kita tidak pernah lepas dari masalah dan pergumulan. Selama kita mencoba menghadapinya dengan kekuatan sendiri, kita akan terus merasa terbeban dan tidak menemukan jalan keluar. Sebaliknya, saat kita menyerahkan kendali hidup kepada Tuhan, barulah kita bisa menemukan damai dan arah yang benar. Seberapa kuat pun kita, jika tanpa Tuhan, kita tidak akan sanggup bertahan. Orang yang benar-benar sukses dan berhasil adalah mereka yang menyerahkan seluruh beban hidupnya kepada Tuhan dan mempercayakan setiap langkah kepada-Nya. Apakah kamu termasuk orang yang hidup dalam keberhasilan karena bersandar pada Tuhan?
Ingatlah, segala peristiwa yang terjadi di dunia saat ini—peperangan yang terus berkecamuk, bencana alam yang datang silih berganti—adalah tanda-tanda bahwa dunia sedang menuju akhirnya. Semua ini sudah dinubuatkan ribuan tahun yang lalu dalam Firman Tuhan. Mungkin kita berpikir, “Saya tidak mengalami perang atau bencana secara langsung.” Tapi ingat, kita semua sedang menghadapi peperangan rohani setiap hari—melawan godaan, tipu daya iblis, dan kelemahan diri.
Kebangkitan Yesus adalah bukti nyata bahwa Ia telah mengalahkan maut demi menyelamatkan kita. Kemenangan-Nya membuktikan bahwa Dia berkuasa atas langit dan bumi, atas bangsa-bangsa, dan bahkan atas setiap napas serta langkah hidup kita.
Apa pun yang sedang terjadi, percayalah—Tuhan memiliki rancangan masa depan yang penuh harapan bagi hidup kita. Jadi, izinkan Tuhan memegang kendali atas hidupmu, dan kamu akan mampu melewati setiap masalah dan pergumulan dengan kekuatan yang berasal dari-Nya. Percayalah bahwa kuasa kebangkitanNya, rencana Allah terpenuhi dan segala situasi sudah berada dibawah kendali Allah.
This is the most important is that even if I do have fears, I must never take a decision based on fear. My decisions must always be based on faith in God – the very opposite of fear. And God has helped me and encouraged me tremendously.
Begitu juga dalam kehidupan kita—jangan biarkan rasa takut menguasai hati saat berbagai masalah datang melanda. Bagian kita adalah melekat erat pada Tuhan dan hidup dalam kebenaran Firman-Nya, karena di sanalah kita menemukan perlindungan yang sejati dan kokoh. Setiap orang di dunia ini pasti memiliki pergumulannya masing-masing. Bila kesulitan seakan tak berujung, itu bukan alasan untuk putus asa, melainkan panggilan untuk mulai hidup dalam suasana yang memuliakan Tuhan—atmosfer sorgawi—di mana hadirat-Nya menjadi pusat hidup kita. Percayalah, jika Tuhan memelihara burung-burung di udara dan menghiasi bunga-bunga di padang, maka Dia juga pasti memelihara hidup kita. Ia tidak pernah lalai memberkati pekerjaan tangan kita. Tugas kita adalah melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, dengan hati yang tulus dan penuh syukur, agar hidup kita menjadi berkat bagi orang lain.
Kita telah menerima kemenangan yang besar—Yesus telah bangkit, mengalahkan maut! Kebangkitan-Nya dari antara orang mati membuktikan betapa besar dan dahsyat Allah yang kita sembah. Kuasa kebangkitan itulah yang memberi kita pengharapan, bahwa hidup yang kita jalani tidak sia-sia, dan ada masa depan yang penuh pengharapan di dalam Kristus. Kebangkitan Yesus sudah membuktikan, bahwa semua rencana Allah pasti akan tergenapi dan semuanya berada didalam kendali. Berbanggalah bahwa kita mempunyai Allah yang hebat dan berkuasa.
If ever you act on the basis of fear, you can be sure that it is the devil who is guiding you, and not God. If we look back over our lives, we’ll find that we’ve taken many decisions in the past on the basis of fear. In all those decisions, we were not led by God. The consequences of some of those decisions may not have been serious. But we missed God’s best. We should act differently in future.
Percayalah—meskipun apa yang sedang kita hadapi terasa begitu berat, harapan seakan memudar, dan masalah mengepung kita seperti musuh yang kuat dan ganas, kita telah ditetapkan untuk menjadi lebih dari pemenang melalui Yesus yang mengasihi kita. Dia tetap Allah yang berdaulat, bukan hanya atas dunia dan segala persoalan di dalamnya, tapi juga atas seluruh hidup kita, sampai hal terkecil sekalipun. Firman Tuhan berkata, “Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu” (Mazmur 34:20). Itu berarti, Tuhan tahu persis apa yang kita alami dan punya cara-Nya sendiri yang ajaib untuk menolong kita keluar dari setiap kesulitan.
Ingatlah janji indah dalam Yesaya 53:4: “Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya.” Itu bukan sekadar kata-kata, tapi fakta kasih Allah yang nyata melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Melalui kematian-Nya, kita menerima hadiah terbesar dari surga: keselamatan kekal. Maka, jangan pernah melupakan kasih Allah yang begitu dalam. Hiduplah dalam ketulusan, kasih, dan ketaatan—seperti yang Tuhan kehendaki. Keselamatan yang kita terima bukan sesuatu yang murah; harganya mahal, dibayar dengan darah Kristus sendiri. Dan pengorbanan itu tidak berhenti di kayu salib—Yesus bangkit! Kuasa kebangkitan-Nya telah mengalahkan maut untuk selama-lamanya, dan itu adalah jaminan bahwa kita juga memiliki kemenangan di dalam Dia. Jangan ragu. Tinggallah di dalam kasih-Nya, dan jalanilah hidup dengan iman dan syukur.Ingatlah, ketika hidup berada dalam rencana dan kendali Allah, maka kebahagiaan dan sukacita surga menjadi bagian kita. Bersyukurlah.
If we see the sovereignty of God in all our circumstances, it’ll be easy to humble ourselves. And it’ll be easy for God to exalt us at the proper time. God knows the right time to lift a pressure from our shoulders and to give us His authority. So let’s wait for Him. No-one who waits for Him will ever be disappointed or put to shame
Masih ada Tuhan—Dia tetap di atas segala sesuatu yang menakutkan dan menggentarkan hati. Jika hari ini kamu merasa kuatir, cemas, atau bahkan nyaris putus asa, dengarlah suara-Nya yang lembut namun penuh kuasa: “Jangan takut, percaya saja.” Itulah yang dikatakan Yesus kepada Yairus, ketika putrinya yang sakit akhirnya meninggal. Bagi manusia, itu akhir dari segalanya. Tapi bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil. Apa pun nama penyakit yang menimpa, seberat apa pun beban hidup yang kamu pikul, bahkan jika kondisi ekonomi terasa “sekarat” sekalipun—semua itu bukanlah masalah bagi Dia.
Yang Tuhan kehendaki adalah hati yang mau percaya. Percaya kepada-Nya saat kita harus melewati gunung yang tinggi atau lembah yang paling gelap.
Karena dalam setiap langkah, Dia menyertai kita dan menjadi sumber kehidupan bagi kita. Percayalah—Tuhan bukan hanya sanggup, tapi Dia juga berdaulat atas segalanya dan bertanggung jawab atas hidup kita. Dalam tangan-Nya, kita aman. Maka jangan takut… percaya saja.
Tuhan Yesus memberkati
LW – NDK
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan