Renungan Harian Kamis, 06 Juli 2023
Bacaan : Matius 25
Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Berita tentang kedatangan Tuhan kali yang kedua menjadi hal yang sejak zaman rasul Paulus memberitakan Injil sudah diberitakan, dan topik tersebut selalu relevan hingga sekarang ini. Teks utama kita hari ini merupakan penutup dari khotbah Yesus tentang akhir zaman.
Dalam Matius 25 ini, paling tidak kita akan menemukan ada tiga jangan dalam menyambut kedatangan-Nya kali yang kedua;
1. “Jangan Bodoh” [Perumpamaan 5 gadis bijak dan 5 gadis bodoh] – Matius 25:1-13.
Bodoh dalam alkitab tidak dikontraskan dg kepandaian secara akademik. Bodoh dalam alkitab selalu dikontraskan dengan ketidaktaatan kepada kehendak Allah.
Kebijakan dari lima gadis yang bijaksana adalah “tidak diketahui kapan mempelai tersebut datang” [bandingkan dengan : pesan perikop selanjutnya -> berjaga-jagalah, karena Anak manusia] karena tidak diketahui waktunya mempelai datang maka mereka mempersiapkan minyak. Berbeda dengan lima gadis yang bodok yang tidak mempersiapkan minyak dalam buli-buli mereka. Orang yang tidak hidup dalam kesucian dan ketaatan kepada Firman Tuhan adalah orang yang tidak mempersiapkan “minyak” ketika menyambut kedatangan-NYA. Jangan lalai dan jangan pernah kompromi dengan dosa dan dunia. Kiranya Roh Kudus menolong dan menjaga kita tetap dalam kebenaran.
2. “Jangan Malas” [Perumpamaan tentang talenta] – Matius 12:14-30.
Jadilah rajin untuk menjalankan talenta yang Tuhan telah berikan dalam hidup kita.
Perhatikanlah dalam teks pokok kita, bahwa tidak ada hamba yang tidak diberi talenta. Semua diberikan talenta. Dan tujuan dari pemberian talenta tersebut adalah untuk melayani Tuhan dan sesama. Dalam surat 1 Petrus 4:1, Rasul Petrus mengatakan di dalam pelayanan, ada pelayanan yang berbicara dan non bicara. Namun yang terpenting adalah bahwa setiap pelayanan dilakukan dalam kebergantungan kpd Allah, sehingga tidak ada sedikitpun ruang bagi kesombongan dalam diri kita, karena semua kesanggupan dalam melayani dtg dr Tuhan. Kerelaan untuk mengusahakan talenta demi kemuliaan Tuhan harus menjadi motor dalam diri kita, sampai sang Tuan datang untuk mengadakan perhitungan. Pada waktu itulah kita siap mempertanggungjawabkan talenta yang dipercayakan kepada kita.
3. “Jangan Sombong” – Matius 25:31-46.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, kita tahu bahwa melayani orang yang kita hormati itu mudah.
Tetapi melayani orang yang kita anggap hina adalah sesuatu yang sulit. Surat Yakobus menuliskan bahwa melayani orang yang dianggap hina dan tidak patut dilayani adalah pelayanan yg sejati (Yakobus 1:27). Melayani tanpa pamrih, tanpa harap balasan pokoknya melayani saja. Sedikit saja kesombongan akan memudarkan pandangan kasih dan kerelaan kita untuk melayani mereka.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus, dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus kali yang kedua, marilah kita jadi orang percaya yang bijaksana yang senantiasa taat dengan tuntunan Roh Kudus. Jangan malas tetapi kerjakanlah talenta yang Tuhan sudah percayakan kepada kita dalam kerelaan untuk kemuliaan nama Tuhan dan Jauhkanlah dalam diri kita, kesombongan, sehingga kita dapat menjangkau dan melayani orang-orang yang dipandang hina dan tidak diperhatikan dan menyentuh mereka dengan Kasih Ilahi yang akan membangkitkan sukacita dan pengharapan mereka. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
DS