Elohim Ministry umum “Makanan yang Secukupnya”

“Makanan yang Secukupnya”



Renungan Harian Rabu, 16 November 2022

Bacaan: Matius 6:11 “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” 

Matthew 6:11 (NET) “Give us today our daily bread”

Beberapa waktu lalu beredar sebuah video tentang dua orang ibu yang bertengkar di pesta pernikahan. Dua orang ibu itu bertengkar karena ibu yang satu mengambil rendang dalam porsi yang sangat banyak dan sepertinya tidak memperdulikan orang lain yang sedang mengantri untuk mengambil rendang juga. Sementara itu, ibu yang satu lagi memberikan teguran yang cukup keras. Tidak terima dengan teguran tersebut, pertengkaran pun terjadi dan mereka menjadi tontonan para tamu yang hadir saat itu. Sungguh memalukan!

Di dalam Doa Bapa Kami, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk memohon kepada Tuhan,

“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”. Hal senada juga dikatakan dalam Kitab Amsal, “Kalau engkau mendapat madu, makanlah secukupnya, jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu lalu memuntahkannya “ (Ams. 25:16) 

Sebagai orang Kristen, Rasul Paulus menasihatkan kepada kita dalam suratnya kepada Timotius, “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (1Tim. 6:8-9)

“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” paling tidak mengandung dua makna. 

Pertama, perhatikan frase “pada hari ini”, dalam beberapa Alkitab terjemahan bahasa Inggris dituliskan kata “daily”, dalam bahasa Yunani digunakan kata “semeron”. Yang dalam hal ini mengajarkan kepada kita tentang hubungan dengan Tuhan adalah komunikasi sehari-hari. Tuhan Yesus tidak mengajarkan berdoa untuk meminta berkat pekan depan, bulan depan, tahun depan, karena Dia ingin berjumpa dengan kita setiap hari — a daily conversation. Tuhan mau kita datang kepada Dia itu setiap hari.

Kedua, ada dalam kata “secukupnya”. Kalau kita baca dalam kutipan bahasa Jawanya, kata “makanan” digunakan kata “rejeki”. Jadi tidak berarti sempit tentang makanan saja, tetapi tentang berkat secara umum. Fokus kita adalah di kata “secukupnya”. Yah, Tuhan Yesus mengajarkan untuk meminta dalam takaran secukupnya, sebesar apa yang sesungguhnya kita perlukan. Hal ini, menurut saya adalah untuk menjaga hati kita dari keserakahan atas berkat. “Cukup” adalah kondisi ketika kebutuhan pokok kita dapat terpenuhi dengan tidak kurang. Dengan kata lain, sudah memadai dan tidak perlu ditambah lagi.

Rasul Paulus juga mengajarkan prinsip yang sama dengan hal ini, “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” (1 Timotius 6:6-8). Jangan salah mengerti dengan berkata, masakan cukup hanya makanan dan pakaian.

Makna yang lebih dalam adalah tentang mencukupkan diri dengan apa yang kita perlukan, bukan dengan apa yang kita inginkan.

Ketika kita berkata “secukupnya”, Tuhan tahu benar bahwa kadangkala kita juga harus beli bensin, musti beli pulsa, musti bayar pajak, dan keperluan-keperluan lainnya. Cukup itu kan relatif, cukup bagi saya belum tentu cukup bagi Anda. Yang saya alami adalah, Tuhan mengerti benar di mana kecukupan itu dalam hidup saya. Karena itu, yakinkan dirikita bahwa TUHAN akan terus memberikan kita setiap hari makanan bagi kita yang secukupnya.

Hari ini, marilah kita juga belajar mencukupkan diri dengan apa yang Tuhan telah berikan dalam kehidupan kita. Jangan serakah. Ambillah secukupnya segala sesuatu yang kita perlukan. Jangan berlebihan. Pada saat kita mengambil secukupnya, maka sebetulnya kita sedang mengingat orang lain yang juga membutuhkan.

Berapa pun berkat yang Tuhan berikan, biarlah kita boleh selalu mengucap syukur dan mencukupkan diri dalam segala keadaan.

Tuhan Yesus Memberkati.

CM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *