Elohim Ministry anak “Selalu ada resikonya”

“Selalu ada resikonya”



Renungan Harian Anak, Kamis 10 Agustus 2023

Syalom adik-adik Elohim Kids … semoga kalian semuanya dalam keadaan sehat dan baik semuanya.

Kehidupan seorang anak Kristen memang tidak selalu mudah. Ketika kita berusaha untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kebenaran yang diajarkan oleh Tuhan, seringkali kita dihadapkan pada situasi di mana kita harus mengambil resiko. Tidak jarang kita ditempatkan dalam posisi yang menuntut keberanian untuk berdiri teguh dalam iman, bahkan jika itu berarti menghadapi sesuatu yang tidak mudah.

“Benar-benar hari yang melelahkan,” Adi meneguk jus jeruknya cepat-cepat.
“Memangnya ada apa?” mama bertanya. “Tadi di kelas, sewaktu jam istirahat aku melihat Joni dan Albert membongkar tas Gio. Kemudian Joni melihatku dan malah bilang, supaya aku jangan berisik. Kalau kau diam saja kami akan memberikan sesuatu untukmu, begitu katanya”
“Kamu tidak menurutinya kan?” mama segera memotong perkataan Adi
“Tentu tidak. Aku malah menyuruh beberapa anak masuk kelas, agar mereka tidak bisa mengambil apa-apa. tapi setelah itu tiba-tiba Adi terdiam.
“Joni dan Albert memusuhimu?” tanya mama lagi, sambil mengangguk Adi menjawab “Joni memanggiku sok baik. Sedang Albert memanggilku si Bodoh karena tidak mau menurut.
“Tidak apa, yang penting kamu sudah melakukan apa yang benar. Lagipula bukankah setelah melakukan itu, hatimu jauh lebih tenang daripada mengikuti mereka?’’ Adi tersenyum, “Iya, Ma. Mama benar.” Sahutnya

Adik-adik siapa juga pernah mengalami hal tersebut? Rasanya memang tidak enak. Namun jangan bersedih. Jangan pula berhenti melakukan hal-hal baik hanya karena takut diejek seperti itu. Sebab melakukan perbuatan baik itu pasti membuat kita jauh lebih bahagia ketimbang berbuat jahat.

Alkitab menceritakan keberanian Sadrakh, Mesakh dan Abednego dalam Daniel 3:16-18, mereka berani untuk memilih melakukan apa yang benar walaupun resikonya tidak mudah yaitu mereka akan dihukum. Saat Raja Nebukadnezar memerintahkan seluruh rakyat untuk sujud menyembah patung emas yang telah dibuatnya, mereka berani mengambil resiko besar dengan menolak untuk menyembah patung tersebut.

Ketika kita memilih untuk melakukan apa yang benar, bisa jadi kita akan menghadapi tekanan dari lingkungan atau bahkan mengalami resiko yang tidak mudah. Namun, seperti yang diajarkan oleh Firman Tuhan bahwa keberanian dan keteguhan hati kita dalam melakukan Firman dan kebenaran adalah tanda kesetiaan kita kepada Tuhan. Jangan mudah untuk menyerah, karena kita tidak pernah sendirian dalam menghadapi resiko. Percayalah bahwa Roh Kudus akan memampukan kita menjadi anak-anak yang berani melakukan apa yang benar.

Ayat Hafalan

1 Petrus 3:17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

Komitmenku hari ini

Melakukan yang benar “Selalu ada Resikonya”, tetapi tetaplah berani untuk menjadi pelaku Firman Tuhan karena kita mengasihi Tuhan dan mau setia kepadaNya

YNP – RS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *