Renungan Harian Senin, 27 November 2023
Istilah Healing, menjadi trend Masyarakat masa kini. Healing menjadi kebutuhan mendasar dari manusia. Healing dimaknai sebagai berwisata. Healing adalah cara seseorang untuk memulihkan diri dari segala kepenatan hidup. Tahun 2023 tercatat bahwa 3.7 persen atau sekitar 9 juta penduduk Indonesia mengalami depresi. Depresi menjadi masalah yang banyak melanda manusia sekarang ini.
1 Raja-Raja 19, kisah tentang Elia yang ada digunung Horeb, siapakah nabi Elia?
- Atas doanya Hujan tidak kan turun selama 3,5 tahun.
- Di “lock down” di tepi ungai kerit, karena pemeliharaan Allah dan melakukan Mukjizat Allah kepada janda Sarfat
- Mendemostrasikan kuasa Allah di gunung Karmel dan menghukum 450 nabi baal.
- Ia tidak mati dan langsung dibawa ke sorga, dst …
Namun 1 Raja-Raja 19 memberikan kisah yang sebaliknya, Mengisahkan bagaimana nabi Elia terpuruk dan mengalami depresi berat karena tekanan hidup yang dialaminya. Ancaman Isebel membuat dia ketakutan dan lari ke gunung Horeb.
Ayat 9-10 Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”
Elia mengalami Depresi yang mendalam bahkan yang diinginkan adalah kematian. Tekanan hidup yang berat bisa membuat seseorang mengalami depresi. Depresi merupakan gangguan emosional atau suasana hati yang buruk
Tuhan pun pernah mengizinkan tokoh besar ini mengalami ini, Elia mendapati sebuah kenyataan ada banyak orang Israel yang tidak taat kepada Tuhan, dan mungkin hal ini membuat dia menjadi Frustasi dalam pelayanannya. Namun pertanyaannya di mana Tuhan pada waktu itu Apakah Tuhan marah dengan Elia Apakah Tuhan mengacuhkan Elia Apakah Tuhan tidak peduli perasaan atau emosi Elia?
I Raja-Raja 18:5,7, 14-18
Dalam ayat 5 dan 7, Allah beberapa kali mengizinkan Elia beristirahat dan bahkan ketika Elia tidur terbangun dan sudah disediakan roti bakar.
Kemudian diayat 14-18 Allah mengizinkan Elia mengungkapkan isi hatinya, didalam sebuah gua maka firman Tuhan datang kepadanya “apa kerjaanmu di sini Elia”, Tuhan datang dan bertanya kepada Elia serta mengizinkan Elia untuk mengutarakan isi hatinya sesungguhnya. Dalam kondisi Elia yang terpuruk karena tekanan yang dihadapinya, namun Allah tidak pernah meninggalkan Elia, Allah bahkan mengerti kondisi Elia dan Allah tetap menyatakan pemeliharaannya kepada hambaNya.
Kiranya pesan ini berbicara kepada kita ketika kita menghadapi tekanan berat dalam perjalanan hidup kita ingat bahwa Allah tidak Acuh kepada kita, Allah tidak membiarkan kita sendiri. Walaupun mungkin seolah-olah kita berjalan sendiri tapi Sadarilah seperti Elia, Allah sebenarnya tetap mendampingi kita.
Diatas Gunung Sinai Allah (Keluaran 9:18), Allah menemui Musa dan menampakkan diri dengan angin yang besar dan kuat gempa bumi maupun api. Namun sangat berbeda dengan yang dialami oleh Elia,
Ayat 11-12 Lalu firman-Nya: “Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!” Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.
Tuhan tidak memilih cara yang yang luar biasa, namun justru Allah menyatakan dirinya melalui angin sepoi-sepoi. Pernahkah kita memperhatikan keunikan cara Allah dalam memulihkan Elia. Terkadang Tuhan hadir dalam kehidupan kita bukan dengan cara yang spektakular, namun dengan hal yang sederhana. Dalam ketenangan itu Allah merengkuh hati Elia.
Kita percaya bahwa Allah kita adalah Allah yang besar, namun Dia juga adalah Allah yang dekat dengan kita, Dia bukanlah Allah yang tidak dapat dijangkau, Allah peduli dengan keadaan hati yang kita alami. Tuhan mengerti kerapuhan dalam diri kita. Bagian kita ketika menghadapi situasi yang tidak mudah adalah datanglah kepada Dia.
Saat tekanan hidup itu menekan kita, bagian kita hanyalah datang kepada Tuhan dengan segenap hati kita.
Rangkuman Khotbah
Pdt. Toni Irawan