Renungan Harian Youth, Senin 17 Maret 2025
Kisah Para Rasul 13:22, “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristuus. Semoga kita semua sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Ada sebuah dongeng lama tentang enam pria yang buta sejak lahir dan tinggal di India. Suatu hari mereka memutuskan untuk mengunjungi sebuah istana dekat situ. Ketika mereka tiba, seekor gajah sedang berdiri depan halaman. Pria buta pertama menyentuh bagian samping gajah itu dan berkata,”Gajah ini seperti tembok.” Pria buta kedua menyentuh belalainya dan berkata,”Gajah ini seperti ular.” Pria buta ketiga menyentuh gading gajah dan berkata,”Gajah ini seperti tombak.” Pria keempat menyentuh kaki gajah dan berkata,”Gajah ini seperti pohon.” Pria buta kelima menyentuh telinga gajah dan berkata,”Gajah ini seperti kipas.” Pria buta keenam menyentuh ekor gajah dan berkata,”Gajah ini seperti tali.” Karena semua pria buta hanya menyentuh satru bagian dari gajah itu, tidak satupun dari mereka yang sepakat tentang gajah itu seperti apa.

Banyak orang mengalami kesalahpahaman mengenai Allah itu seperti apa. Meyakini hal yang salah tentang Allah itu seperti apa, meyakini hal yang salah tentAng Allah adalah masalah serius, karena sama dengan penyembahan berhala.
Jadi kita perlu mengenal Allah kita dengan benar. Saat ini kita mau belajar pribadi Allah lewat seorang tokoh Alkitab yaitu Daud. Kisah Para Rasul 13 :22,” setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja, dan Allah menyatakan tentang Daud: “Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku” Daud seorang Raja Israel yang kita kenal didalam Alkitab kita, Daud seorang yang berkenan dihatinya Tuhan dan seorang yang mel;akukan kehendak Tuhan. Dari sini, kita akan melihat karya dan pribadi Allah didalam hidup Daud.
1. Tuhan memilih yang tidak terpilih ( I Samuel 16 :7)
Daud merupakan anak kedelapan dari keluarga Isai, dan pekerjaan Daud saat itu adalah menggembalakan domba. Daud seorang pribadi yang melankolis, dimana dapat kita baca lewat mazmur-mazmur yang ditulisnya. Daud juga seorang yang berani dan pandai berperang, terlihat dari dia menjaga domba-dombanya dari serangan binatang buas. Tapi sayangnya Daud seorang yang tidak dianggap oleh keluarganya. Terlihat ketika diadakan upacara pengorbanan dan Samuel disuruh Tuhan mengurapi salah satu anak Isai, dan Daud tidak berada disana. Sampai satu kali waktu, Allah berfirman kepada Samuel untuk Samuel memanggil Daud dan mengurapi Daud menjadi “raja”.
Ketika hidup kita seperti Daud yang masih remaja saat itu, seringkali kita ditolak dan tidak dianggap, dijauhi teman tanpa alasan, ditinggal orang tua, bahkan mungkin cinta kita bertepuk sebelah tangan. Tapi ingatlah, kita punya Allah yang Maha Tau dan Allah yang memegang kendali atas kehidupan. Manusia mungkin tidak menganggap kehidupan kita, namun ketika hati kita tulus dan benar di hadapan Tuhan, maka Allah yang Maha Tau dan memegang kendali atas hidup kita. Dia adalah Allah yang memilih yang tidak dipilih oleh manusia. Dari sini kita belajar bahwa Allah kita adalah Allah yang Maha Tau dan Allah yang berdaulat atas kehidupan manusia.
2. Proses lebih penting dari hasil (II Samuel 5:4)
Memang hasil pentang, karena hasil membuat orang termotivasi, namun proses membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik. Daud memiliki waktu kurang lebih 15 tahun untuk dia sesudah diurapi sampai benar-benar menjadi “raja” atas Israel. Proses yang dialami Daud gak gampang. Ia harus dikejar-kejar musuh dan dalam ketakutan serta bahaya. Namun Daud tetap percaya ada pribadi Tuhan yang menyertai kehidupannya. Dalam mazmur 54 – 70 terlihat bahwa ketia Daud ada dalam masalah dan proses Tuhan, semakin Daud berharap dan berserah kepada Tuhan, karena Daud percaya Allah yang maha Kuasa akan melepaskan ia dari tangan musuh-musuhnya. Dari sini kita belajar bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Allah yang setia dalam segala proses kehidupan kita.
3. Allah membenci Dosa (2 Samuel 12:9, 13-14)
Tuhan tidak kompromi dengan dosa. Begitu juga Daud, ketika jatuh kedalam dosa perzinahan dengan Batsyeba, dan juga pembunuhan terhadap Uria, Daud langsung ditegur oleh nabi Natan. Sikap yang diambil Daud adalah langsung bertobat Daud percaya, Allah yang penuh kasih adalah Allah yang akan mengampuni dosa-dosanya ketika ia mau berbalik dan bertobat. Dari sini kita belajar bahwa Allah membenci dosa tetapi Allah mengasihi kita karna Allah kita adalah Allah yang Maha Kudus dan Allah penuh kasih.
Rekan-rekan youth, marilah kita tetap percaya kepada Allah yang kita sembah. Jangan terfokus kepada masa lalu yang penuh penolakan, masalah-masalah yang datang, serta dosa-dosa yang merintangi hidup kita. Namun fokuslah kepada pribadi Allah yang berdaulat dalam hidup kita,
Allah yang setia dan Allah yang penuh Kasih, Karna Dia adalah Allah yang besar dan luar biasa.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
EYC 15032025-YDK
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan