Renungan Harian Youth, Senin 28 Juli 2025
Hidup seringkali tentang apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan “izin” atau penerimaan. “Apa yang harus saya lakukan supaya bisa masuk ke tempat yang saya inginkan itu? Untuk mendapatkan penerimaan oleh lingkaran sosial itu? Untuk bisa eksis n punya komunitas yang baik?” Oleh karena itu, secara alami, manusia menanyakan hal yang sama secara spiritual: “apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang makna?”
MAKNA adalah arti atau maksud yang terkandung dalam suatu kata, kalimat, atau tanda bahasa lainnya. Makna juga bisa diartikan sebagai pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan, atau maksud yang ingin disampaikan oleh pembicara atau penulis. Dalam konteks yang bisa lebih luas, mencakup implikasi, interpretasi, atau pemahaman yang lebih dalam yang terkait dengan kata tersebut, termasuk konteks penggunaannya dan bagaimana kata tersebut dipahami oleh individu atau kelompok.
“Hidup” berarti keberadaan suatu organisme yang ditandai dengan proses biologis seperti pertumbuhan, reproduksi, dan metabolisme. Dalam konteks yang lebih luas, “hidup” juga bisa merujuk pada pengalaman, makna, dan tujuan yang dicari oleh manusia dalam menjalani kehidupannya.
Banyak orang mencari makna dan tujuan dalam hidup mereka, yang bisa berbeda-beda untuk setiap individu. Mencari makna hidup bisa melibatkan pengalaman, pencapaian, dan kontribusi positif pada dunia.
Jadi, jika “hidup” adalah konsep yang kompleks dan luas, mencakup aspek fisik, makna, tujuan, pengalaman, pilihan, dan interaksi sosial.
Hidup yang bermakna adalah corak kehidupan yang sarat dengan kegiatan, penghayatan, dan pengalaman-pengalaman bermakna, yang apabila hal itu terpenuhi akan menimbulkan perasaan-perasaan bahagia dalam kehidupan seseorang (Bastaman, 2007:55).
Mari Sama-Sama Kita MENEMUKAN kehidupan yang bermakna seperti yang Tuhan Yesus ajarakan kepada murid-murid-Nya..
Tuhan Yesus, sering sekali menggunakan Bahasa kiasan yang sering membuat para murid bingung. Dia berbicara tentang roti, air, bait Allah dihancurkan dalam 3 hari dan dirombak lagi, Yesus juga pernah bicara tentang kelahiran Kembali, dan kali ini Dia bicara tentang makanan yang Dia makan.
Yohanes 4:34 berbunyi, “Kata Yesus kepada mereka: ‘Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.'”
Makan adalah suatu hal yang penting. Semua manusia membutuhkan makan, jika tidak mereka akan sakit bahkan meninggal karena kelaparan. Karena itu ketika Yesus berkata bahwa makanan-Nya adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya, itu berarti memiliki arti yang tersembunyi yang perlu penjelasan yang lebih dalam lagi untuk dipahami.
- “Makanan-Ku”: Yesus menggunakan istilah “makanan” untuk menggambarkan sesuatu yang sangat penting dan memuaskan bagi-Nya, yang dalam konteks ini adalah melakukan kehendak Bapa. Apa yang kita pikirkan saat kita berpikir tentang makanan? Pertama, kita pasti akan memikirkan enaknya makanan. Tentang kenikmatan dari makanan itu.
Hari ini, kita berbicara tentang makanan rohani. Dari seluruh Injil Yohanes, saya mau menunjukkan bahwa kebutuhan kita yang paling utama bersifat rohani. Kita hidup bukan dari makan dan minum atau dari oksigen saja. Hal yang jauh lebih penting dalam kehidupan adalah air rohani, makanan rohani dan nafas rohani.
Karena itu ketika Yesus berkata bahwa makanan-Nya adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya, itu berarti bagi Yesus yang terpenting adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
- “Melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku”: Ini berarti menjalankan rencana dan tujuan Allah Bapa dalam kehidupan-Nya.
Melakukan kehendak Allah lebih menyegarkan Dia daripada segala sesuatu yang ada di dunia ini. Sama seperti orang disegarkan dengan makan makanan biasa, Dia disegarkan dengan melakukan kehendak Allah. Bagi Tuhan Yesus, tidak mungkin Dia akan makan roti biasa jika Dia berkesempatan untuk melaksanakan tugas-Nya, bukankah Dia datang dari sorga untuk melakukan hal ini? Misi Tuhan Yesus adalah mencari penyembah-penyembah yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23-24). - “Menyelesaikan pekerjaan-Nya”: Ini mengacu pada misi Yesus di bumi, yaitu untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan memberikan kehidupan kekal.
Menyelesaikan pekerjaan-Nya ialah tugas setiap orang percaya dan hamba Tuhan yang melayani di ladang-Nya utamanya tugas untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Tugas ini haruslah dipahami dengan baik dan dikerjakan sungguh-sungguh. Faktanya masih ada orang percaya dan hamba Tuhan yang mengerjakannya tanpa memiliki pemahaman yang benar serta motivasi yang salah, yaitu hanya untuk mengejar materi. Akibatnya beberapa hamba Tuhan ada yang mundur atau berhenti dari pelayanan karena alasan-alasan yang bersifat duniawi.
Tuhan memberikan kepada kita hidup yang bermakna, namun kita harus menghidupinya sesuai dengan tujuan yang Tuhan berikan, agar anugerah yang Tuhan berikan tidak menjadi sia-sia
Dalam Kekristenan, makna hidup adalah menjalani hidup yang berpusat pada Kristus, memuliakan Allah, dan mengasihi sesama, sesuai dengan kehendak-Nya. Ini melibatkan hidup dalam persekutuan dengan Tuhan, bertumbuh dalam iman, dan menjadi saksi kasih Kristus di dunia.
Rick Warren dalam bukunya The Purpose Driven Life, menjelaskan bahwa tujuan hidup orang Kristen jauh lebih besar daripada prestasi pribadi, karier, ambisi, ketenangan pikiran, bahkan lebih besar dari sekadar tujuan keluarga. Lebih lanjut dia mengatakan “jika Anda ingin tahu mengapa Anda ditempatkan di planet ini, Anda harus memulainya dengan Allah, Anda dilahirkan oleh tujuan-Nya dan untuk tujuan-Nya.” Jika kita ingin mengetahui tujuan yang Allah tetapkan bagi manusia dan khususnya bagi orang Kristen, kita harus melihat apa yang Tuhan tuliskan di dalam Kitab Suci.
Tuhan Yesus adalah Juruselamat, bukannya guru tentang keselamatan. Ia bukan hanya mengajarkan bagaimana supaya selamat. Sebab Dia sendirilah keselamatan itu. Keselamatan tidak hanya berlaku bagi orang-orang Yahudi atau Samaria saja, melainkan bagi semua suku bangsa di dunia.
Alkitab mengingatkan kita dalam Amsal 16:25, “Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” Jelaslah bahwa pencarian makna hidup yang sejati tidak dapat ditemukan hanya dalam pencapaian duniawi.
Bagaimanakah kita menjalankan kehidupan kita? Apakah semata-mata untuk memenuhi segala kebutuhan kita saja?
APA YANG MEMBUAT HIDUP KITA BERMAKNA
- MILIKILAH KEMURNIAN HATI. Tuhan Yesus meminta para murid-Nya untuk sungguh-sungguh tulus dan jujur di hadapan Tuhan. Berdoa adalah ungkapan cinta manusia kepada Tuhan yang begitu mencintai manusia. Hari ini Tuhan Yesus mau mengajarkan kita tentang sebuah kemurnian hati dalam hidup beriman. Kita harus belajar untuk memurnikan hati kita dari segala kebohongan, kepalsuan, egoisme, keserakahan dan kesombongan. Selama hati kita masih dikuasai oleh semua hal ini kita akan sulit untuk berelasi dengan Tuhan.
Orang yang murni hatinya akan dengan mudah untuk melihat kehendak Tuhan dalam hidupnya. - PERCAYAKAN KEPADA TUHAN SELURUH HIDUP KITA
Kebutuhan hidup dan masa depan sebetulnya adalah penunjang, supaya kita bisa memaknai hidup kita, karena makna hidup itu lebih tinggi dari kebutuhan hidup dan masa depan kita.
Sebagai anak-anak Tuhan kita harus menjadikan melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya adalah prioritas dalam hidup. Temukan makna hidup melalui aktivitas kita sehari-hari dengan meyakini bahwa setiap Firman Tuhan yang kita terima adalah kehendak Allah bagi kita.
Mengetahui kehendak Tuhan adalah pengetahuan yang terbesar, menemukan kehendak Tuhan adalah penemuan yang terbesar, melakukan kehendak Allah adalah pencapaian terbesar
EYC 26072025-YDK
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan