Elohim Ministry youth ALLAH YANG MAHA KUASA

ALLAH YANG MAHA KUASA



Renungan Harian Youth, Sabtu 02 Agustus 2025

Shalom, salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya hari ini, rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.

Sebuah artikel “historic Grab in Space”, Marcia Dunn menuliskan; Ada tiga astronot berjalan di luar angkasa, dan berusaha menjangkau dengan dua tangan bersarung, 4,5 ton sebuah satelit yang berputar pelan. Setelah 3 astronot tadi berdiri membuat lingkaran dan meletakkan tangan mereka dibawah satelit dan berusaha memegangnya dengan tenang. Tiga astronot yang mengelilingi satelit itu dan mengambil foto satelit tersebut. Hal ini merupakan tangkapan yang bersejarah diluar angkasa. Kemampuan untuk terbang keluar angkasa, kemudian menangkap dengan tangan sebuah satelit yang beratnya lebih dari seekor gajah, dan hal ini seharusnya membuat kita yang mendengarnya terkagum-kagum. Meskipun mengagumkan, tetapi hal ini, masih tidak sebanding dengan kuasa Allah kita yang luar biasa.

Wahyu 19:6,”Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya : “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, yang Maha Kuasa, telah menjadi raja.”

Bahkan salah satu nama Ibrani bagi Allah; El-Shaddai, yang berbicara tentang kuasa Allah. El – bicara tentang “Allah” dan Shaddai – berarti Maha Kuasa”. Maha kuasa adalah salah satu atribut Allah, yang berarti Allah memiliki kuasa penuh atau mutlak atas segala sesuatu. Tidak ada yang tidak dapat Ia lakukan, namun apa yang dilakukan-Nya itu sesuai dengan karakter-Nya dan semua ada dalam kendali Allah.

Dalam kejadian 17:1, Allah menampakkan diri kepada Abram yang kemudian disebut Abraham dan Allah memperkanalkan diri-Nya sebagai “Allah yang Maha Kuasa” (El-Shaddai). Disini juga membahas tentang perjanjian Allah dan Abraham yang mencakup tentang janji-janji terhadap ketunun Abraham yang banyak, serta tanah yang dijanjikan Allah. Namun Abraham diminta juga untuk hidup tidak bercela sebagai bagian dari syarat untuk menerima berkat-berkat tersebut. Allah menetapkan sunat sebagai tanda perjanjian  antara Allah dan Abraham serta keturunannya. Sunat menjadi tanda fisik bagi umat pilihan Allah yang berkomitmen untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Meskipun sunat secara fisik tidak lagi menjadi tanda dalam perjanjian baru, namun konsep hidup yang tidak bercela dan kesetiaan kepada Allah tetap relevan bagi orang-orang percaya saat ini. Allah tidak melupakan janji-Nya terhadap orang-orang yang melakukan Firman-Nya. Allah memiliki kuasa penuh melakukan segala sesuatu dan mampu untuk menggenapi janji-janji-Nya, bahkan secara manusia itu terlihat mustahil.

F.B. Meyer pernah menulis : “Kita pergi ke tempat kerja seniman dan menemukan gambar atau karya yang sangat baik yang setengah, tapi  telah ditinggalkan. Apakah karena orang yang jenius tersebut tidak mampu menyelesaikan atau karena tangan seniman itu sudah tidak kuat lagi; tetapi ketika kita masuk kedalam tempat kerja Allah yang Agung itu, kita tidak menemukan ketidakmampuan untuk menyelesaikan suatu karya, dan kita menjadi yakin bahwa karya yang dimulai karena kasih-Nya, bisa diselesaikan oleh kekuatan tangan-Nya.”

Itulah sebabnya Paulus menyampaikan dalam suratnya;”Ia yang memulai pekerjaan yang baik diantara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Filipi 1:6). Ketika Allah memulai pekerjaan yang besar dalam diri seseorang, Allah pasti meneruskannya sampai akhir. Allah selalu menyelesaikan apa yang Dia mulai, karena Dia adalah Allah yang berkuasa. Kuasa Allah adalah sumber kekuatan rohani kita.

Efesus 1 :19,”dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.”

Tuhan Yesus memberkati!

MW – AdS

PENGUMUMAN

Mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 02 Agustus 2025 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu

Tema youth celebration kita sore ini adalah ~

“Memilih Kehilangan”

Dalam Matius 16:24–26, Yesus menyampaikan prinsip mendasar Kerajaan Allah yang sangat kontras dengan nilai dunia: kehidupan sejati justru ditemukan dalam penyangkalan diri dan kehilangan, bukan dalam mempertahankan atau mengejar kepuasan diri.

Ketika Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku,” Ia tidak sedang menawarkan jalan yang nyaman, tetapi undangan radikal menuju transformasi. Menyangkal diri berarti mematikan ego, ambisi pribadi, dan kehendak duniawi yang seringkali bertentangan dengan kehendak Allah. Memikul salib bukan hanya tentang penderitaan fisik, tetapi juga tentang ketaatan penuh dalam menghadapi konsekuensi dari hidup dalam kebenaran dan kasih. “Memilih kehilangan” dalam perspektif Kristus bukanlah kekalahan, tetapi strategi ilahi untuk memperoleh kehidupan yang sejati dan kekal. Dalam kehilangan karena Kristus, justru ada kemenangan yang tidak bisa dirampas dunia.

Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *