Elohim Ministry youth BERPALINGLAH KEPADA TUHAN

BERPALINGLAH KEPADA TUHAN



Renungan harian Youth, Selasa 26 November 2024
Ayat Pokok: Yesaya 45:22
” Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.
Shalom rekan-rekan Youth yang terkasih dalam Kristus.
Berpaling adalah tindakan sederhana—sekedar memutar tubuh atau menggeser pandangan. Tetapi, berpaling kepada Tuhan bukan sekadar gerakan fisik; itu adalah keputusan hati yang mendalam untuk mengarahkan iman dan hidup kita kepada-Nya. Dalam Yesaya 45:22, nabi Yesaya menyerukan ajakan yang penuh kuasa kepada umat Israel: “Berpalinglah kepada-Ku.” Ajakan ini adalah panggilan untuk berbalik dari dosa dan kekeliruan, dan datang kepada Tuhan sebagai satu-satunya sumber keselamatan.

  1. Tuhan Ada Bersama dengan Ciptaan-Nya
    Tuhan adalah Allah yang mencipta dan memelihara segala sesuatu. Tidak ada satu pun yang ada di dunia ini terjadi dengan sendirinya; semua adalah karya tangan-Nya yang penuh hikmat. Kita, manusia, adalah hasil karya ciptaan-Nya yang mulia. Kita ada bukan karena kehendak kita sendiri, tetapi karena Allah yang merancang keberadaan kita.
    Tuhan bukan hanya menciptakan, tetapi Dia juga terus memelihara ciptaan-Nya. Dia menyatakan diri-Nya kepada manusia, bukan sebagai Allah yang jauh, tetapi Allah yang dekat, yang hadir di tengah umat-Nya. Dia memanggil setiap orang untuk datang kepada-Nya, dan mereka yang datang kepada-Nya tidak akan pernah kecewa.
    Mazmur 34:5 berkata, “Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu.” Pengharapan kita kepada Tuhan selalu membawa sukacita dan keyakinan, karena perkataan-Nya adalah benar dan janji-Nya tidak pernah gagal.
    Sebagai umat percaya, kita memiliki Allah yang menyertai kita dalam setiap langkah kehidupan. Dia adalah Allah yang memberikan nyawa-Nya demi keselamatan kita. Penyertaan-Nya adalah jaminan bahwa kita tidak pernah sendirian, apa pun pergumulan yang kita hadapi.
  2. Tuhan Memberi Keselamatan
    Tuhan tidak hanya hadir, tetapi Dia juga bertindak untuk menyelamatkan. Dia bukan hanya menunggu manusia datang kepada-Nya, tetapi Dia sendiri yang mengambil inisiatif untuk mencari dan menyelamatkan. Sejak zaman dahulu, Tuhan telah menunjukkan karya penyelamatan-Nya.

Melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus menunjukkan uluran tangan kasih-Nya yang menyelamatkan kita dari keterpurukan dosa. Pengorbanan-Nya adalah bukti kasih yang tak terbatas, yang membuka jalan bagi kita untuk kembali kepada Allah.
Namun, pertanyaannya adalah: apakah kita bersedia memberikan diri untuk diselamatkan? Banyak orang enggan datang kepada Tuhan karena masih terikat oleh nikmat duniawi. Mereka lebih memilih kenikmatan yang sementara daripada anugerah keselamatan yang kekal. Padahal, apa yang dunia tawarkan tidak sebanding dengan sukacita sorgawi yang disediakan oleh Tuhan.
Matius 6:33 mengingatkan kita untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka segala sesuatu akan ditambahkan kepada kita. Ketika kita berbalik kepada Tuhan, kita tidak hanya menerima keselamatan, tetapi juga hidup yang penuh makna dan berkat.

Apa Artinya Berpaling kepada Tuhan? Berpaling kepada Tuhan berarti:

  1. Mengakui bahwa kita membutuhkan-Nya. Kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri.
  2. Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya. Ini adalah langkah iman untuk meninggalkan dosa dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
  3. Mempercayai janji keselamatan-Nya. Tuhan adalah setia, dan Dia akan menyelamatkan mereka yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus.

Yesaya 45:22 mengajarkan bahwa keselamatan tidak terbatas pada bangsa Israel saja, tetapi ditawarkan kepada semua bangsa, sampai ke ujung bumi. Ini menunjukkan bahwa kasih dan keselamatan Tuhan adalah untuk semua orang, termasuk Anda dan saya.
Rekan-rekan youth semuanya, Menjadi perenungan bagi kita, apakah kita mau memberikan diri untuk diselamatkan? Ketika Tuhan memanggil kita dan hendak menyelamatkan kita, mungkin kita masih setengah hati dan belum sungguh-sungguh mau datang kepada-Nya. Keengganan manusia untuk diselamatkan bisa karena dirinya masih diikat oleh berbagai nikmat duniawi, padahal nikmat duniawi tidak akan ada artinya dibanding nikmat sorgawi yang disediakan oleh Tuhan bagi kita. Karena itu, berpalinhlah kepada Tuhan agar kita memperoleh keselamatan.

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkan dirimu diselamatkan.” (Yesaya 45:22).
Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
TUHAN YESUS MEMBERKATI

AH – DOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *