Elohim Ministry youth MENELADANI MARIA

MENELADANI MARIA



Renungan Harian Youth, 19 Desember 2023

Memasuki bulan desember, biasanya perenungan kita banyak tertuju pada kisah natal dan bagaimana karya keselamatan itu dikerjakan oleh Allah bagi semua umat manusia. ada seorang pribadi yang sangat penting; tokoh yang sangat dimuliakan dalam kisah ini, yang dipakai Tuhan untuk melahirkan Sang Juruselamat, yaitu Maria (Ibu Yesus/ Bunda Maria).  Memberikan teladan dan inspirasi bagi kita untuk menjalani kehidupan iman dan ketaatan untuk menjalani rencana Tuhan di dalam kehidupan ini.

Lukas 1:38, Kata Maria: ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Rekan-rekan youth, Injil Lukas 1:28-38 menceritakan sosok Maria yang digambarkan sebagai perempuan yang sedang menjalani masa pertunangan dengan Yusuf. Di tengah-tengah masa pertunangan tersebut, malaikat Gabriel datang kepada Maria dan memberitahukan rancangan Allah yang melibatkan dirinya. Maria digambarkan menaati kehendak Tuhan dengan bersedia mengandung sebelum menikah. Hal tersebut memiliki resiko yang sangat besar. Pada masa itu, hukuman bagi orang yang hamil di luar nikah adalah dirajam sampai mati karena dianggap melakukan perzinahan. Namun karena itu adalah perintah Allah, rancangan Allah, maka Maria menaati kehendak Tuhan dengan menyatakan, “Sesungguhnya, aku ini adalah hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Mengapa Maria dapat menunjukkan ketaatan yang luar biasa kepada Tuhan?

Bila menelusuri bacaan Alkitab hari ini, Maria hanya 2 kali berbicara untuk meresponi perkataan malaikat Tuhan. Yang pertama, ia bertanya bagaimana mungkin bisa hamil sebab ia belum bersuami (Lukas 1:34). Respons kedua, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Lukas 1:38). Sebuah tindakan yang nekat. Mengapa demikian? Karena bagi orang Israel pada masa itu yang masih sangat taat pada hukum Taurat, seorang gadis yang kedapatan hamil sebelum menikah, sekalipun sudah bertunangan, tetapi anak yang dikandungnya bukan anak dari tunangannya, maka ia harus menerima hukuman mati dengan cara dirajam batu (Ulangan 22:23-24).

Sekalipun resiko yang dapat diterima Maria begitu serius, tetapi ia tetap taat.  

  • Maria menyadari dirinya adalah hamba Tuhan; maka tidak ada tempat untuk menyatakan tidak.

Maria tidak membantah, juga tidak menunda waktu sampai dia menikah dengan Yusuf, tetapi dengan ketaatan seorang hamba, dia siap menjalani hal yang tidak mudah itu.  Maria dapat sedemikian taat kepada Tuhan karena Maria mengerti benar siapa Allah. Dengan kata lain Maria benar-benar mengenal Allah. Maria mengenal Allah yang telah berkarya dengan luar biasa dalam kehidupan Israel.

Maria pasti membayangkan betapa dahsyat hukuman yang akan diperolehnya. Ia pasti bergolak secara mental. Apa kata orang dan pembelaan apa yang akan disampaikannya? Tetapi ia memilih taat atas berita itu. Simaklah perkataannya, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Ia tidak menolak, tetapi menerimanya dengan sepenuhnya berserah kepada Allah. Maria tahu bahwa Allah, yang kepada-Nya ia percaya, berkuasa menolong dan melindunginya.

Allah adalah sosok yang bertanggungjawab, yang tidak pernah keliru, rancangannya tidak pernah gagal, rancangannya adalah rancangan keselamatan dan damai sejahtera.  

ORANG YANG SETIA KEPADA ALLAH AKAN MEMILIH TAAT
WALAUPUN HARUS MENANGGUNG RISIKO YANG MENGERIKAN

  • Maria menunjukkan sikap hati seperti seorang hamba

Hati hamba adalah hati yang akan selalu berkata, “Ini aku Tuhan, pakailah hidupku sesuai dengan kehendak-Mu.” Hati hamba adalah hati yang tetap memilih untuk taat kepada firman-Nya, sekalipun pilihan yang diambil itu mengandung resiko. Ketaatan pada firman-Nya dapat menjadi kunci untuk membuka pintu bagi penggenapan janji Tuhan dalam hidup Anda. Ingatlah bahwa ketika Anda menghadapi kesulitan karena ketaatan Anda, Tuhan akan memberi perlindungan.

Karena Maria memiliki hati hamba. Sebagai hamba Tuhan, ia sadar bahwa Tuhan berhak melakukan apa saja atas hidupnya dan ia siap untuk menjalani apa yang menjadi kehendak Tuhan. Sekalipun itu berarti ia harus menghadapi penderitaan bahkan kematian, tetapi ia tetap bersedia.

Oswald Chambers, seorang hamba Tuhan, pernah berkata: “Bila kesetiaan Anda dihadapkan dengan konflik batin, tetaplah taat pada Yesus Kristus berapapun harga yang harus dibayar.”

Jika kita menganggap Kristus sebagai Tuhan kita, bukankah kita juga wajib menaati segala perintah-Nya? Kita tetap percaya penuh kepada-Nya bagaimanapun kondisi kita? Kita tidak membanggakan diri berlebih dan menuntut orang lain menghargai kita? Apa pun penderitaan kita, kita tetap melayani-Nya tanpa sungut? Sepenuhnyakah kita sadar bahwa kelebihan kita adalah anugerah Tuhan semata bagi kita yang berstatus hamba?

Renungkan:
Pernahkah Anda diperhadapkan pada dilema antara taat pada Firman Tuhan tetapi menghadapi masalah dan tidak taat dan terhindar dari masalah?  Dalam perkataan maupun perbuatan, Maria adalah hamba Tuhan yang percaya sepenuhnya kepada penyertaan Tuhan.  Firman Tuhan kali ini menjadi suatu acuan penting bagi kita untuk bertindak dengan iman dan ketaatan kepada Tuhan,  karena Respons yang ditunjukkan Maria pun menjadi teladan bagi kita: ia tidak ragu-ragu menerima janji itu. Hal ini merupakan suatu pernyataan penyerahan yang total, walaupun risiko yang harus dihadapi sebagai seorang perempuan yang belum menikah namun hamil – seperti penolakan dari Yusuf dan cemoohan dari keluarga/tetangga – mungkin akan dihadapinya.

Jika arahan Tuhan terasa berat untuk kita lakukan sendirian, coba kita mundur di ayat sebelumnya… dikakatan… Lukas 1:37, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” … Tuhan tidak pernah kehabisan cara untuk menolong kita dari kemustahilan apapun…. Roma 8:31 mengatakan jika Tuhan ada di pihak kita maka tidak ada satupun yang akan melawan kita itu artinya ketika Yesus selalu beserta dengan kita maka tidak ada sesuatu yang sulit.

Tuhan akan memberikan jalan keluar dan pertolongan yang terbaik bagi hidup kita.

Rekan-rekan youth, Sejak zaman Perjanjian Lama, Tuhan telah menjanjikan Juruselamat dan akhirnya janji itu digenapi, tetapi penggenapan janji itu terselip dalam ketaatan Maria. Demikian juga dengan kita, janji tentang masa depan yang cemerlang dapat terwujud jika kita taat pada firman-Nya dengan hidup benar.

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

RM-DOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *