Renungan harian Rabu, 22 Oktober 2025
Ayat Pokok : Markus 10:51 Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”
Syalom…. Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebagai orang percaya saya rasa Doa menjadi salah satu bagian yang tidak terpisah dari kehidupan kita. Seperti ada sebuah ungkapan yang mengatakan; “Doa adalah nafas hidup orang percaya.” Dimana doa merupakan hal yang esensial dan terus menerus atau berkelanjutan bagi kehidupan rohani kita, sebagaimana halnya dengan bernafas bagi tubuh fisik kita. Apakah jadinya jiika kita berhenti bernafas??? Maka kita akan mati. Demikian juga dengan kehidupan rohani kita, jika kita tidak berdoa pada dasarnya sebenarnya hidup rohani kita mati.
Pagi ini kita belajar bagaimana kita berdoa dari kisah Bartimeus, seorang pengemis buta yang tinggal di kota Yerikho yang hidupnya bergantung dari pemberian dan belas kasihan orang;
1. Berdoa dengan Iman
Bartimeus memiliki keyakinan bahwa suatu hari dia akan bertemu dengan Yesus, dan dia yakin bahwa dia ketika dia bertemu dengan Yesus harapannya akan menjadi kenyataan dan hidupnya akan berubah. Hal tersebut meskipun tidak dinyatakan oleh Markus secara jelas atau terang-terangan, dapat terlihat dari alur cerita yang dia tulis. Seperti di beberapa ayat berikut;
□ Markus 10:47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”
Ada banyak orang yang lewat atau melintas didepan Bartimeus selama ia mengemis disitu, tapi dia tidak pernah berseru dan berteriak dengan keras memanggil seseorang selain Yesus, orang Nazaret. Mengapa demikian??? Karena Bartimeus percaya dengan iman bahwa hanya Yesus yang bisa mengubah kehidupannya.
□ Markus 10:48 Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” Bartimeus berusaha untuk mendapatkan perhatian Yesus, karena ia percaya hanya Yesus jawaban dari harapannya.
□ Markus 10:50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Jubah itu kemungkinan besar diberikan kepadanya oleh pihak berwenang yang memberinya izin untuk mengemis mencari nafkah. Ini merupakan praktik umum pada masa itu. Penting untuk dicatat bahwa ia menanggalkan jubahnya sebelum Yesus menyembuhkannya.
Tindakan Bartimeus menanggalkan “jubah pengemisnya” disertai seruannya “kasihanilah aku!” menunjukkan imannya bukan hanya pada kenyataan bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkannya, tetapi juga pada kenyataan bahwa Yesus akan melakukannya. Setelah Yesus menyembuhkannya, ia tidak lagi membutuhkan “jubah pengemisnya”, bahkan ia akan dianggap ilegal untuk memilikinya.
2. Berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Markus 10:47-48 menuliskan bahwa ketika Bartimeus mendengar bahwa yang lewat adalah Yesus iwang Nazaret, ia mulai berseru dengan suara nyaring, karena banyak orang yang tujuannya berziarah ke Yerusalem untuk merayakan Paskah melewati daerah itu. Dan walaupun ditegor orang untuk diam, namun Bartimeus semakin keras berseru memanggil nama Yesus. Bentuk frasa yang ditulis oleh Markus menunjukkan bagaimana Bartimeus berseru. Dia berseru lagi dan lagi, dan beberapa orang dari kerumunan itu menegur dia lagi dan lagi. Bartimeus tidak berhenti berseru hingga Yesus mendengarnya. Hingga akhirnya Yesus mendengar seruannya, [Markus 10:49]
Berdoa dengan tidak jemu-jemu adalah cara untuk kita memiliki persekutuan yang benar dengan Allah sumber segala kasih karunia. Dan Yesus memanggil para pengikutnya untuk hidup dalam doa yang berkelanjutan.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Dari kisah Bartimeus hari ini kita belajar bahwa doa kita adalah ekspresi dari iman kita. Seberapa besar iman percaya kita kepada Tuhan akan terwujud nyata dalam ketekunan kita berdoa. Dengan berdoa kita membangun hidup yang dekat dengan Tuhan. Dengan berdoa kita mengenal isi hati-NYA dan kehendak-NYA dalam hidup kita untuk dikerjakan dan dengan doa kita mengekpresikan kasih Tuhan dan perkenanan-NYA atas hidup kita.
Doa bukan sekadar kata-kata, melainkan nafas kehidupan rohani yang menghubungkan kita dengan Sang Sumber Kehidupan. Melalui kisah Bartimeus, kita belajar bahwa doa yang penuh iman dan ketekunan dapat mengubah keadaan dan membawa mujizat.
Teruslah berdoa, bahkan ketika dunia menyuruhmu diam — karena Tuhan mendengar setiap seruan hati yang percaya. Oleh sebab itu marilah kita tidak jemu untuk terus berdoa, sebab doa adalah nafas hidup kita. Amin. Tuhan Memberkati.
💎 Hikmat Hari Ini:
“Doa adalah nafas iman — selama engkau terus berdoa, hidup rohanimu akan tetap hidup dan bertumbuh dalam kuasa Tuhan.”
Tuhan Yesus memberkati
DS
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan